Pasang Loker

15 Potensi Sub Sektor Industri Kreatif di Indonesia

Tak bisa dipungkiri bahwa sektor ekonomi kreatif menjadi kekuatan baru bagi perekonomian Indonesia. Kontribusinya berhasil mencapai sebesar 7,38 persen dengan total PDB sebesar Rp 852,24 triliun pada tahun 2017 lalu. Berkembang dengan pesat, industri kreatif pun digemari oleh generasi muda. Berbekal kompetensi diri dan soft skill, para generasi muda terbukti mununjukkan kesungguhannya menekuni bidang ini.

11_JAN_2018

Pada tahun 2015 lalu, BPS dan Bekraf mencatat ada 542 ribu pekerja pertama kali (The New Comer) yang memilih ekonomi kreatif, setara 21,59% total The New Comer. Dari segi umur, pekerja usia muda di sektor ini cukup besar dengan persentase 17,8% dibanding persentase serupa pada tenaga kerja nasional yang hanya mencapai 13,8%. Namun apa saja sub sektor industri kreatif yang bisa jadi pilihan kamu nih, Jobhuners?

  1. Aplikasi dan pengembang permainan

Masyarakat yang sudah fasih menggunakan aplikasi digital menjadikan sub sektor ini memiliki potensi tinggi.

  1. Arsitektur

Pembangunan sarana dan prasarana sangat membutuhkan peran arsitek. Sedangkan jumlah arsitek di Indonesia masih minim.

  1. Desain produk

Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap produk yang berkualitas patut menjadikan sub sektor satu ini untuk diperhitungkan.

  1. Fashion

Potensi sub sektor satu ini cukup tinggi karena tren fashion yang selalu berubah serta minat masyarakat yang terus meningkat.

  1. Film, animasi, dan video

Perfilman Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang positif. Apresiasi masyarakat terhadap karya pun terus meningkat.

  1. Desain komunikasi visual

Potensi pasar domestik sangat menjanjikan, terutama dengan semakin banyaknya praktisi DKV lokal yang lebih memahami situasi pasar, pengetahuan, dan nilai-nilai lokal.

  1. Fotografi

Perkembangan sub sektor fotografi yang cukup pesat tak lepas dari banyaknya generasi muda yang sangat antusias belajar fotografi.

  1. Kriya

Seni kriya merupakan salah satu sub sektor yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan sangat dekat dengan industri pariwisata.

  1. Kuliner

Sub sektor kuliner memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu 30% dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

  1. Musik

Besarnya minat dan antusiasme para musisi muda untuk terjun ke dalam bidang ini menunjukkan bahwa musik punya potensi menjadi industri yang lebih besar.

  1. Penerbitan

Industri ini punya potensi yang tak kalah kuat. Ditambah lagi perkembangan teknologi yang memungkinkan buku diterbitkan dalam bentuk digital.

  1. Periklanan

Periklanan adalah sub sektor ekonomi kreatif yang karyanya memiliki daya sebar paling tinggi. Hal ini tak lepas dari peran sinergi para pemilik modal yang ingin memasarkan produk dan jasa mereka dengan media yang dimanfaatkan.

  1. Seni pertunjukan

Banyaknya jumlah seni pertunjukan baik tradisi maupun kontemporer yang selama ini dikreasikan, dikembangkan, dan dipromosikan, telah mendapatkan apresiasi dunia international.

  1. Seni rupa

Seni rupa Indonesia juga sudah memiliki jaringan yang sangat kuat baik dalam negeri ataupun di luar negeri.

  1. Televisi dan radio

Televisi dan radio masih mempunyai peran yang sangat besar dalam penyebaran informasi meski kini telah memasuki era digital.

Bekraf menyebutkan bahwa  sejauh ini tiga sub sektor ekonomi kreatif yang paling banyak menyerap tenaga kerja ialah kuliner, kriya, dan fashion dengan total share sekitar 9,34% dari total tenaga kerja ekonomi kreatif. 15 sub sektor tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang di Indonesia. Kamu pilih yanga mana nih, Jobhuners?

(Artikel ini ditulis oleh Cindy Faradhila)

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *