Pasang Loker

Mengenal Profesi Psikolog, Apa Sih Bedanya dengan Psikiater?

Jobhuners, apakah kamu pernah mendengar profesi psikolog dan psikiater? Kedua profesi ini merupakan profesi yang sama-sama bergerak di bidang kesehatan mental. Sering dianggap sama, padahal berbeda. Dari latar belakang akademisnya saja, psikiater merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran atau Sekolah Kedokteran yang mengambil spesialisasi kedokteran jiwa. Sementara psikolog adalah seseorang yang telah lulus dari magister psikologi profesi. Waktu yang dibutuhkan sama-sama kurang lebih 10 tahun pendidikan untuk bisa menjadi seorang psikiater atau psikolog.

Seorang psikiater menyelidiki penyebab gejala psikologi dari sisi medis dan kelainan susunan saraf para penderita penyakit kejiwaan, sementara psikolog menyelidiki penyebab gejala psikologi dari sisi non-medis seperti pola asuh, susunan keluarga, tumbuh kembang selama masa kanak-kanak hingga dewasa, sampai pengaruh lingkungan sosial. Hal ini menyebabkan psikiater boleh memberikan obat, sementara psikolog tidak.

Jurusan psikolog sendiri terbagi menjadi empat peminatan, yaitu psikologi industri dan organisasi, psikologi klinis anak dan dewasa, psikologi sosial, dan psikologi pendidikan. Dari sana, psikolog dapat mengkhususkan diri dalam sejumlah bidang yang berbeda, sehingga karier sebagai psikolog bermacam-macam, seperti psikolog klinis, neuropsikolog, psikolog perilaku, psikolog pendidikan, psikolog kesehatan, psikolog forensik, psikolog sosial, dan masih banyak lagi. Profesi psikolog yang paling dekat dengan psikiater adalah psikolog klinis. Kompetensi dari psikolog klinis adalah menangani kasus kejiwaan, mendiagnosis gejala psikologis, dan melakukan penanganan berupa psikoterapi. Nantinya, seorang pasien akan diberikan beragam tes psikologi untuk mengetahui masalah yang dialami pasien, misalnya dengan tes IQ, minat bakat, dan kepribadian.

Dalam menangani masalah kejiwaan, psikolog lebih fokus pada aspek sosialnya, seperti memberikan terapi psikologi atau psikoterapi. Banyak orang yang mengidentikkan profesi psikolog dengan curhat (curahan hati). Hal ini mungkin dikarenakan salah satu aktivitas psikolog memang mendengarkan cerita orang lain. Namun, tidak hanya mendengarkan, setelahnya, seorang psikolog juga bertugas untuk membantu orang tersebut menemukan cara menghadapi masalahnya. Itulah mengapa psikolog berperan penting dalam membangun kesehatan jiwa atau mental. Karena ketika seseorang tidak dapat menghadapi masalahnya, maka kesehatan mentalnya akan menurun.

Banyak yang menganggap psikolog itu bisa membaca pikiran orang lain atau pun bisa meramal masa depan. Padahal sebenarnya, psikolog belajar mengenai perilaku manusia, dari yang bisa dilihat, seperti berlari, melompat, sampai yang tidak terlihat seperti perasaan dan pikiran. Dengan belajar hal-hal itu, psikolog dipandang oleh masyarakat sama seperti peramal atau pembaca pikiran. Padahal untuk bisa menjadi seorang psikolog, dibutuhkan bukti-bukti ilmiah dari setiap dugaan atau diagnosis yang dibuat. Selain itu, sudah ada standar ilmiah juga untuk setiap aktivitas yang dilakukan. Sama seperti profesi-profesi lain, psikolog di Indonesia juga dinaungi oleh sebuah organisasi yang disebut HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia). HIMPSI juga memiliki kode etik psikologi Indonesia yang harus ditaati oleh seluruh anggotanya.

Jobhuners, untuk kamu yang sabar, bisa memahami orang lain, memiliki keterampilan komunikasi yang baik, dan suka menolong, mungkin profesi ini cocok untukmu. Apalagi berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017 menyebutkan bahwa ada lebih dari 300 juta orang di dunia yang mengalami depresi, dan 260 juta lainnya menderita gangguan kecemasan. Selain itu, dilansir dari Tempo, Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyebutkan dari 250 juta total populasi orang Indonesia, 9 juta di antaranya memiliki depresi, 14 juta orang memiliki gejala depresi dan gangguan kecemasan, dan sekitar 400 ribu orang mengidap skizofrenia. Angka di lapangan juga mungkin bisa lebih banyak lagi karena tidak semua orang menyadari mereka punya gangguan kesehatan mental. Jadi profesi psikolog jelas dibutuhkan dan akan bermanfaat, Jobhuners. Kamu berminat?

Penulis: Siti Aisyah Rahmatillah

Editor: Cynthia Cecilia

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun