Pasang Loker

Ahmed Tessario: Berinovasi Pada Bisnis untuk Memaksimalkan SDA dan SDM

Satu lagi pebisnis di Surabaya yang meraih kesuksesan melalui inovasinya, walau berlatarbelakang berbeda dengan latar belakang pendidikan. Ahmed Tessario, pria kelahiran Palembang, 28 November 1988 ini berhasil mengembangkan usaha pertanian organiknya selama 8 tahun terakhir. Tak hanya itu saja, kini Ahmed juga mulai melebarkan sayap bisnisnya ke bidang co working space. Nah, kira-kira apa ya alasan yang mendasari Ahmed untuk memulai semua bisnis-bisnisnya ini? Yuk Jobhuners, simak hasil interview Jobhun bersama Ahmed berikut ini.

CAREER_AHMED

Dari latar belakang pendidikan yang dimiliki Ahmed, apa hal yang mendasari munculnya keinginan untuk bergelut serta berbisnis di bidang pertanian organik?

Pada awalnya saya ingin memanfaatkan peluang yang terlihat dari industri organik, karena memang di masa depan sektor ini hasilnya akan cukup menjanjikan, sehingga saya ingin berusaha untuk memulai lebih dulu. Selain itu, saat itu juga sedang ada permasalahan petani yang ingin saya bantu penyelesaiannya. Ada 3 permasalahan utama. Pertama para petani rata-rata susah mendapatkan akses agriculture, pupuk berkualitas, juga benih di saat tenaga kerja juga sudah mulai susah. Yang kedua, mereka pun susah mendapatkan capital. Dan ketiga, harga jual hasil panen mereka masih rendah. Mungkin hal-hal tersebut yang akhirnya membuat latar belakang saya memilih bisnis di bidang kultur organik ini. Namun jika dilihat dari background pendidikan saya di chemical engineering, rasanya memang tidak terlalu nyambung, tetapi masih ada juga beberapa hal yang selaras dengan bisnis ini. Misalnya pupuk organiknya yang saya racik dan saya produksi sendiri.

Apa saja produk yang berhasil dihasilkan dari bisnis pertanian milik Ahmed ini?

Kami sudah berhasil meproduksi 7 produk. Ada beras merah, beras putih, beras hitam, beras coklat, sereal, hingga beras kereminasi. Beras kereminasi merupakan beras organik yang ditumbuhkan oleh kecambah, sehingga dapat mengkonversi karbohidrat menjadi protein. Sedangkan produk yang terakhir kami punya ialah rice cake, tetapi yang satu ini merupakan produk jadi yang langsung siap dikonsumsi.

Setelah 8 tahun berjalan, mengapa Ahmed memilih bertahan dalam di bidang pertanian?

Karena pada dasarnya semua orang butuh makan, sehingga saya rasa peluang untuk bisnis di sini itu lebih besar. Alasan lainnya mungkin karena saya lebih senang hidup di daerah desa, daripada hidup di hiruk pikuknya kota.

Bisnis apa yang pertama kali dibentuk di bidang teknologi ini?

Kalau tentang ini, tentu “Satu Atap” sebagai bisnis co. working space yang juga sedang saya jalankan. Dengan visi ingin bisa memberikan jaringan penghubung antara investor dengan investi. Tak hanya itu, Satu Atap juga ingin bisa memberikan sarana yang achievable bagi setiap pengusaha muda atau startup dengan area yang nyaman.

Setelah kedua bisnis Ahmed mulai berjalan beriringan, apakah ada kendala yang menggangu keduanya jalan beriringan?

Kalau kendala tentu ada-ada aja sih dan memang cukup lumayan banyak, salah satunya mungkin kendala sosial seperti saat berhubungan dengan para petani tentang bagaimana cara penyampaian komunikasinya yang berbeda karena kami masyarakat muda. Lalu pasti ada kendala modal diawal-awal, kendala pemasaran juga pernah tapi ya tetap biar bagaimanapun harus dihadapi saja. Sedangkan kendala saat saya menjalankan bisnis co working space lebih pada edukasi. Karena masih harus banyak memperkenalkan pada masyarakat awam juga masyarakat Surabaya yang belum pernah tahu istilah co working space ini. Sekalipun pemanfaatannya memang luas, tetapi kalau mereka belum tahu apa itu itu co working space, maka usaha kami membuka bisnis ini akan percuma.

Bagaimana sistem time management yang dilakukan Ahmed agar kedua bisnis yang berbeda latar belakang ini mampu dijalankan secara bersamaan?

Konsepnya menurut saya begini, pada saat kita mempunyai usaha lebih dari satu, paling tidak upayakan bisnis yang lain sudah systemize atau berjalan sesuai sistemnya, sehingga tidak perlu diawasi setiap hari. Buat sistem dengan cara menyusun SOP yang benar, serta mengatur time schedule yang sesuai. Nah, kalau saya sendiri mengatur time schedule ini secara bulanan dengan satu minggu di Surabaya, satu minggu di Banyuwangi, satu minggu di Jalan,  dan satu minggu lagi di rumah untuk kembali mengumpulkan tenaga dengan tetap koordinasi jarak jauh tentunya.

Bagaimana strategi yang dimiliki Ahmed untuk mengelola bisnis co working space ini? Karena jika melihat perkembangannya, semakin lama semakin banyak kompetitor yang turut membuka bisnis co working space juga.

Kalau membahas strategi pengembangan co working space, mungkin satu yang utama ialah tentang awareness. Salah satu bentuknya bisa dari keasadaran untuk mulai peka mengikuti banyak kegiatan, bergabung dengan banyak pameran, sehingga kita bisa terus update tentang perkembangan terbaru lingkup bisnis itu. Bahkan per hari ini (21/3) dari aktivitas yang diikuti Satu Atap akhirnya sudah berhasil melakukan 53 acara pada saat umurnya yang masih menginjak 4 bulan. Kemudian strategi berikutnya, saya lebih memilih untuk banyak bekerja sama dengan berbagai komunitas juga startup-startup lain, yang poinnya tidak hanya kerja sama dalam lingkup bisnis dengan memiliki profit tinggi, tetapi juga lebih kepada hubungan partnership yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Adapun strategi yang tidak kalah pentingnya ialah harus bisa berusaha menyenangkan customer. Misalnya dengan cara memfasilitasi startup melalui beberapa hal, salah satunya mungkin dengan memberikan koneksi dengan investment. Dan strategi lainnya mungkin dengan mengadakan recruitment team yang benar, artinya setiap tim yang ada di satu atap ini pada dasarnya ahli dibidangnya msing-masing, sehingga jika kekuatan di dalam tim sudah menyatu otomatis apapun tantangan terberat dari luar pasti sanggup dihadapi.

Apakah ada bisnis yang dikembangkan dan dibuka lebih dahulu sebelum akhirnya memilih bisnis dibidang co working space ini?

Tentu ada, saya juga pernah menjajal beberapa peluang bisnis yang akhirnya gagal dan terpaksa tutup. Karena setelah pertama kali lulus kuliah saya sempat punya bisnis yang bernama Joy Fresh International, yang merupakan bisnis di bidang penyedia bahan-bahan alternatif untuk catering dan hotel yang berjalan juga sudah cukup lumayan lama, hingga akhirnya saya mengalami kebangrutan saat itu sampai harus terpaksa menjual perusahaan tersebut tahun lalu. Bahkan setelah itu, saya juga pernah membuka usaha warung kopi tapi gagal lagi, sampai suatu saat saya kembali up dan mencoba bidang baru lagi, yakni co working space ini.

Setelah berhasil menjalankan kedua bisnis ini, apa kepuasan yang berhasil didapatkan Ahmed?

Kepuasan tentu puas dengan beberapa hal yang sudah saya capai sampai di titik ini. Tapi juga masih ada beberapa hal yang belum saya capai dan harus saya capai tentunya. Yang pasti jika tentang kepuasan tersendiri, saya sangat bersyukur atas apapun yang sudah berhasil saya lalui dalam menjalankan kedua bisnis ini sekalipun memang banyak lika-liku dan berbagai tantangan baru yang tidak terbayangkan seperti ekspektasi di awal dulu.

Membahas target, apa target yang masih belum tercapai dari kedua bisnis ini?

Kalau di Sirtanio, target jangka pendeknya meningkatkan omzet dari tahun lalu bahkan mungkin bisa 3 kali lipat dan juga harus menambah kuota ekspor sih. Sedangkan untuk bisnis Satu Atap, targetnya minimal harus ada 1 atau 2 startup yang bisa kami berikan investasi. Dan tahun ini harus bisa menjangkau seluruh anak muda Surabaya agar mengetahui bahwa Satu Atap ini adalah rumahnya para startup, rumahnya para pebisnis muda, bahkan juga rumah siapapun yang butuh lokasi untuk berkarya serta untuk mendapatkan informasi tentang business knowledge maupun investment.

Apakah ada hal-hal yang paling memorable selama berkarir di kedua bidang berbeda ini?

Menurut saya hal-hal yang memorable justru bukan dari momen-momen yang enaknya, malah dari momen-momen nggak enaknya, karena justru di masa-masa sulit itu yang akan mudah diingat dengan rapi. Dari situ akhirnya banyak bermunculan pembelajaran baru sekaligus evalusi diri juga. Salah satunya ada cerita saat momen lebaran 2012 lalu, pada masa itu Sirtanio sempat berhutang pada petani karena memiliki proyeksi target yang memang targetnya tercapai, tetapi di saat yang sama Sirtanio mengalami overstock sampai nominal Rp. 600.000.000 di luar estimasinya, sehingga kami pun membutuhkan dana yang nominalnya sama. Sehingga putar otak lah saya untuk menemukan bagaimana caranya agar bisa menutupi hutang-hutang kami pada petani itu karena pada saat panen kami belum bisa melunasi harga panen mereka. Sampai akhirnya, dengan sangat terpaksa saya kembali menjual beberapa aset saya yang notabenenya memang tidak boleh seorang usahawan menjual aset pribadinya untuk menutupi kesalahan pada bisnisnya, tapi mau bagaimana lagi para petani juga sudah sempat mengancam kami dengan hal-hal nekatnya. Maka dari situ saya benar-benar memberanikan diri untuk menjual aset-aset saya sebagai modal yang menutupi kesalahan hutang Sirtanio. Dan yang tak kalah memorable-nya ialah ketika berbisnis ini saya berhasil didukung oleh banyak wanita yang datang pergi hilang datang lagi sampai dari bisnis ini juga, tapi akhirnya berhasil mempertemukan saya dengan istri sekarang hehehe.

Bagaimana tips dan trik ala Ahmed yang bisa ditiru para Jobhuners jika ingin berbisnis namun dengan inovasi yang berbeda seperti Ahmed?

Tips pertama menurut saya ialah perencanaan, jadi setiap kamu ingin membuat bisnis utamakan perencanaan karena tidak ada sama sekali bisnis yang tiba-tiba sukses dadakan, suksesnya magic, atau apapun itu karena hal-hal semacam itu cuma mitos dan fiksi belaka. Tanpa perencanaan yang matang, maka mustahil bisnismu akan berhasil. Kemudian trik kedua, knowledge itu juga penting karena masih banyak yang menafsirkan tentang “Ah gaperlu sekolah kalau sudah tau alur bisnisnya” atau malah “Ah buat apa ilmu tinggi kalau nggak sukses juga”. Nah, mindset ini yang harus dirubah menurut saya. Karena kalau saya pribadi merasa jika tidak belajar di bangku S1 dan S2, maka mungkin saja pola pikir saya tidak akan sematang ini. Otomatis yang namanya pendidikan jangan pernah diremehkan. Yang ketiga tetap rajin-rajinlah membaca buku karena banyak informasi mendalam yang dikupas habis sampai pada bagian “daging”nya itu masih tertuang secara lengkap di berbagi buku. Yang keempat tetapi tetap menjadi hal utama juga adalah biasakan jujur. Akan percuma semua usaha dan perjuangan kamu membuka bisnis jika kamu tidak bisa jujur. Karena hasil pekerjaan yang bisa dirasakan ialah berkat kejujuran. Itu mungkin 4 poin tips yang saling berkaitan hingga bisa membentuk karakter kesuksesan seseorang menurut saya.

Menarik sekali ya Jobhuners kisah bisnis pria yang satu ini. Selain bisa memberikan kontribusi nyata untuk memanfaatkan sumber daya yang ada, dia juga berhasil membuktikan bahwa dengan berinovasi akan sangat banyak sekali potensi yang bisa digali, digeluti, bahkan dimaksimalkan sebagai salah satu peluang kesuksesan di masa depan. So, bagaimana dengan kamu Jobhuners, apa sih inovasi yang ingin kamu kembangkan di masa depan?

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *