Pasang Loker

Ini Bahaya Duduk Terlalu Lama

2

 

 

Rata-rata orang dewasa akan menghabiskan 90% waktu luang mereka untuk duduk. Tak bisa dipungkiri, berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari memang dilakukan sambil duduk. Seperti saat bekerja di kantor, menonton tv, bahkan saat menunggu antrean.

Kebiasaan ini akan menyebabkan gangguan jantung, diabetes, masalah pencernaan hingga gangguan postur tubuh. Seperti saat menonton televisi, kita cenderung hanya duduk diam tanpa aktivitas lain selain menonton dan makan camilan yang menaikkan resiko tersebut. Duduk terlalu lama juga akan menyebabkan aliran darah melambat, kram, serta perubahan postur tulang dalam jangka panjang.

Selain itu, 4% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh kebiasaan duduk terlalu lama. Meskipun efek jangka pendek tidak terlalu kentara, kebiasaan ini akan membahayakan kamu lho. Berdasarkan penelitian yang dilakukan San Jorge University pada tahun 2002-2011, faktanya, 4% kematian disebabkan oleh duduk melebihi tiga jam setiap hari.

Lalu berapa lama waktu duduk yang disarankan? Idealnya hanya 1-2 jam kemudian diselingi dengan berdiri. Manfaatkan waktu istirahat untuk mengobrol bersama rekan dengan posisi berdiri pula. Peregangan disela-sela kegiatan juga sangat disarankan agar postur tidak kaku nantinya.

Aktivitas fisik ternyata juga mampu meminimalisir resiko tersebut. Selain olahraga teratur, Davies juga menyarankan orang dewasa agar setidaknya menghabiskan dua setengah jam seminggu untuk melakukan aktivitas fisik sedang.

Jadi, cobalah untuk lebih aware dengan lama waktu dudukmu dari sekarang. Gunakan pula tips singkat diatas untuk mengurangi bahaya kebiasaan duduk terlalu lama. Jangan lupa mengingatkan orang-orang sekitarmu ya, Jobhunners!

 

(Artikel ditulis oleh Cindy Faradhila)

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun