Pasang Loker

Benarkah Semakin Banyak Cuti Malah Membuat Lebih Produktif?

Jobhuners, selama ini cuti dan produktivitas sering dianggap sebagai dua hal yang berlawanan. Ketika karyawan cuti, maka produktivitas perusahaan akan dianggap menurun. Namun ternyata, menurut hasil survei dari Jobstreet.com Indonesia, periode Mei-Juni 2016, 76% dari 4.500 responden yang merupakan karyawan di Indonesia dari berbagai usia dan jabatan, ternyata memerlukan 29 hari cuti dalam setahun untuk meningkatkan semangat kerja mereka. Jumlah ini dua kali lebih banyak daripada jumlah cuti minimum di Indonesia yang hanya 12 hari. Kira-kira mengapa ya mereka merasa memerlukan cuti sebanyak itu? Yuk kita simak alasannya!

40% responden mengatakan bahwa alasan utamanya adalah keluarga

Mayoritas responden berasal dari bidang manufaktur dan marketing, dua bidang yang sering mendapatkan tugas ke luar kota. Jadi 29 hari cuti dianggap pantas untuk mengompensasi waktu bersama keluarga mereka yang hilang.

25% responden yang mayoritas berasal dari generasi milenial lebih memilih untuk berwisata

Menurut 80% dari mereka, cuti ini bertujuan untuk refreshing, sedangkan 20% lainnya perlu untuk menjaga kesehatan karena tingkat stres yang ditimbulkan selama bekerja.

3 destinasi wisata yang dianggap favorit:

  1. Pantai
  2. Gunung
  3. Kuliner

Namun di sisi lain, beberapa dari mereka malah terlena sehingga membutuhkan jeda beberapa hari sebelum kembali bekerja. Hasil survei juga mengatakan, 10% responden yang tidak mengambil cuti, menjadi semakin stres. 38% terjadi pada karyawan bagian administrasi yang sifat pekerjaannya repetitif. Untuk mengetahui apakah jumlah cuti minimum di Indonesia sudah baik atau belum, berikut regulasi tenaga kerja mengatur cuti tahunan minimum karyawan di sejumlah wilayah dunia sebagai pembanding.

Finlandia: 38 hari (Negara dengan pendidikan terbaik di dunia)

Kuwait: 30 hari (Mayoritas bergerak di bidang migas)

Australia, Inggris, Prancis: 20 hari

Indonesia, Jepang, Filipina: 12 hari

Amerika Serikat: 10 hari

Singapura & Malaysia: 7 hari

Tiongkok & Thailand: 5 hari

Nah, kalau kalian, setuju nggak sama hasil survei ini Jobhuners?

 

Sumber: jobstreet.com Indonesia, Kerjaku, CNN Indonesia

About Author

Highly interested in communication, media, and political studies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *