Pasang Loker

Tips Bekerja di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Surabaya Ala Octian Anugeraha

Bagaimana cara Octian masuk ke KPU (Komisi Pemilihan Umum)? Proses apa saja yang dilalui?

Cara masuknya itu kayak pendaftaran CPNS biasa. Saya ikut tes tahun 2010. Bedanya sama tes yang sekarang kan kalau sekarang serentak tuh, satu orang, satu KTP, cuma bisa apply di satu tempat. Kalau dulu nggak serentak, jadi dalam waktu 3 bulan itu saya ikut tes di tujuh tempat. Mulai dari Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan, BPN (Badan Pertanahan Nasional), dan salah satunya KPU. Kebetulan waktu itu, saya pilih tes yang ada formasi saya, sarjana hukum, terus saya pilih yang Kementerian Pusat. Pikiran saya waktu itu kan masih muda jadi sok-sokan ingin ikut yang pusat-pusat gitu lah haha. Jadi saya ikut yang pusat semua, nggak mencoba daftar di pemerintahan daerah dan sebagainya. Dan karena tesnya nggak serentak, saya bisa coba di beberapa tempat. Di enam tempat lainnya, saya nggak lolos. Entah saya gagal di awal, di tes kesehatan, atau tes psikologi. Cuma yang di KPU ini, Alhamdulillah saya masuk, dan di sini tesnya cuma satu tahap. Tesnya itu gabungan ada tes tulis, pengetahuan umum, sama psikologi jadi satu.

Apa tips dari Octian untuk Jobhuners agar lolos saat mencoba melamar ke KPU?

Sebelumnya, di KPU itu ada dua macam lowongan pekerjaan. Yang pertama adalah komisioner atau anggota KPU. Mereka itu dipilih tiap 5 tahun sekali, nanti diposisikan sebagai pimpinan, yang memegang kebijakan. Kedua, ada sekretariat. Dia itu PNS. Pekerjaannya itu seumur hidup asal tidak diberhentikan. Nah, kalau saya di sekretariat. Tipsnya sama seperti tes PNS yang lain ya. Pertama, pintar-pintar memetakan posisi kita. Misalnya kemampuan kita seberapa, kita harus sadar dan apply di posisi yang sesuai dengan kemampuan kita. Katakanlah kemampuan kita rata-rata tujuh, berarti kita harus apply di kementerian atau posisi yang passing grade-nya tujuh. Yang nggak terlalu banyak yang minat di situ, dan sebagainya. Tapi kalau kita jago, kita ambil yang tinggi gapapa. Kedua adalah banyak-banyak latihan, dan ketiga banyak-banyak berdo’a. Udah tiga itu aja sebenernya.

Apa saja job description yang dilakukan Octian sebagai Kepala Subbagian Hukum di KPU?

Ada dua macam. Satu pekerjaan rutin, kalau nggak ada pemilu ya semua yang berkaitan dengan hukum. Misalnya perlindungan hukum, ada sengketa, dan sebagainya. Kalau pemilu ada beberapa pekerjaan tambahan, kebetulan di bagian hukum kami mengerjakan seperti yang kemarin itu adalah pendaftaran partai untuk menentukan partai mana saja yang berhak untuk ikut pemilu. Terus, tentang dana kampanye. Dan yang pasti ketika nanti ada sengketa, katakanlah setelah coblosan, kan setelah rekap suara pasti ada sengketa, mana yang nggak menerima hasil keputusannya kan mereka sengketa ke MK dan sebagainya, itu kami yang mengerjakan.

Bagaimana kultur yang ada di KPU?

Nah, kultur di KPU ini karena kami pekerjaan utamanya mengurus pemilu, jadi agak unik dari yang lain. Ketika tidak ada pemilu, memang pekerjaannya relatif tidak berat, tetapi ketika ada pemilu, relatif sangat berat, bahkan kami bekerja tidak normal 8 jam sehari. Bisa melebihi dari itu. Bahkan ada waktu-waktu tertentu yang kami diharuskan bekerja dari malam sampai pagi karena dikejar waktu. Jadi kerjanya ngalah-ngalahin kerjanya orang yang biasa. Super sibuk seperti itu.

Apa saja fasilitas yang diberikan KPU kepada Octian?

Kalau fasilitas yang diterima semua pegawai di tempat kami ya tunjangan kinerja, gaji pokok, seperti itu. Cuma, itu menyesuaikan dengan jabatan dia di mana. Jadi ada range rupiahnya itu berbeda-beda bergantung dia menjabat atau nggak, terus kalau jabatan tertentu misalnya seperti saya kebetulan dikasih kendaraan dinas. Dan bergantung jabatannya. Kalau masih kayak saya, kendaraan dinasnya dikasih motor, tapi kalau yang di atas saya, dikasih fasilitas mobil dan sebagainya. Jadi fasilitasnya itu bergantung dengan jabatan dan pangkat dia.

About Author

Highly interested in communication, media, and political studies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun