Pasang Loker

Claudya Tio Elleosa: Jalankan Profesi Pada 2 Bidang Berbeda Sekaligus

Banyak orang beranggapan bahwa menjalankan dua profesi sekaligus itu tidak mudah. Padahal sebenarnya hal tersebut bisa mudah dilakukan jika kita bisa mengkolaborasikannya dengan baik. Dalam cerita karier kali ini, yuk kita kenalan dengan Claudya Tio Elleosa. Saat ini, wanita yang sering disapa Adis ini menjalankan dua profesi sekaligus, yakni guru PKN di sebuah sekolah menengah di Surabaya, sekaligus menjadi seorang penulis dan editor. Siapa sangka jika dulunya Adis sama sekali tidak bercita-cita menjadi seorang guru dan penulis. Bahkan background pendidikannya pun tidak sama dengan profesinya saat ini. Lalu bagaimana sih perjalanan karier Adis? Yuk, simak hasil wawancara Jobhun dengan Adis.

CERITA_KARIER_ADIS

Bagaimana awal mula Adis terjun sebagai seorang guru?

Sebenarnya profesi menjadi guru dimulai dari kerja part time. Karena saat itu aku harus menggantikan salah satu guru yang sedang hamil. Nah, setelah berjalan part time selama 3 bulan, tiba-tiba kepala sekolah di sekolah tersebut menawarkan untuk bisa mengajar full time setelah lulus kuliah. Namun sebenernya aku juga merasa tidak terlalu yakin apakah bidang ini nantinya adalah tempat ternyaman untuk aku bekerja atau malah sebaliknya. Maka, saat itu aku tetap memberikan jawaban “Iya” kepada si kepala sekolah. Namun tetap dengan syarat ikatan kontrak hanya selama 1 tahun berjalan saja karena pertimbanganku saat itu ingin melihat perkembangan murid-murid pertamaku.

Lalu terkait kepenulisan, apakah hal ini juga menjadi perjalanan karier yang tak kalah pentingnya bagi Adis? Jika iya, apa alasannya?

Nah, kalau tentang ini tentu jawabannya tentu iya. Karena aku juga memperhitungkan bidang kepenulisan sebagai bagian yang tak kalah serius dari sepak terjang karierku. Walaupun statusnya juga masih belum full time, bahkan hanya volunteer yang notabanenya mungkin memang tidak berbayar tetapi aku melihat signifikansi bidang menulisku ini akan membukakan aku pada banyak peluang-peluang baru. That somehow can make enrich my CV when I got as a teacher. Jadi menurut aku kedua bidang yang aku geluti saat ini menimbulkan simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan antar keduanya.

Bagaimana cara menjalankan kedua profesi tersebut agar tetap balance? Langkah apa saja yang biasa dilakukan oleh Adis?

Untuk pembagian waktu biasanya aku cukup serius menjadwalkannya dan belajar untuk commit for my self. Jadi dari hari senin sampai jumat pasti aku fokuskan untuk mengejar dengan segala persiapannya. Which is mean di 5 hari itu aku biasanya cuma untuk final edit hasil tulisan aku, bukan untuk memulai tulisan baru. Mungkin hanya untuk mencari ide-ide baru yang akan aku eksekusi pada saat weekend nanti. Nah, sedangkan untuk hari sabtu dan minggunya pasti sebaliknya. Aku mengeksekusi seluruh ide-ide yang sudah aku endapkan saat weekday. Dan ya rutin selalu seperti itu jadwalku.

1495695474312

Apa yang mendasari Adis untuk turut berkarir di dunia kepenulisan? Hanya karena berawal dari hobi atau memang memiliki impian dan target sendiri?

Sama halnya dengan dengan mengajar, aku menggeluti bidang kepenulisan ini juga tidak disangka sebelumnya. Namun untuk hobinya sendiri memang sudah aku gemari sejak kecil. Tepatnya dari zaman SMP memang cita-citaku sudah menjadi seorang penulis. Tetapi, bedanya kalau aku goals-nya berbeda dengan orang lain yang apabila sudah memiliki cita-cita maka pencapaiannya harus linear dengan  hal itu. Karena goal-ku untuk menulis sampai saat ini ingin terjun sebagai seorang yang ada di balik media. Dan yang tak kalah pentingnya, aku ingin bisa bertemu sekaligus belajar dengan orang-orang yang juga memiliki tujuan sama, yakni sharing secara tertulis. Sehingga aku dapat membuktikan banyaknya peluang yang bisa terbuka melalui karier menulis itu sendiri.

Apakah Adis sebelumnya pernah memilki background akademis di bidang keguruan? Atau malah semua hanya bermula dari passion?

Tentu saja tidak. Karena aku bukan dari jurusan keguruan. Aku adalah alumni dari FISIP. Dan sebenarnya aku juga tidak consider untuk menjadikan mengajar sebagai passion. Tetapi seiring berjalannya waktu sulit bagi aku untuk dapat menjalankan sesuatu tanpa belajar mencintainya. Dan hal itulah yang aku rasakan sampai saat ini dari bidang pendidikan atau pengajaran, walaupun sama sekali tidak ada background akademisnya. Tetapi aku dapat menemukan kenyamanan dalam menjalankannnya hingga mungkin bisa dibilang aku sudah cukup passionate karena aku dapat termotivasi untuk learning by doing saat aku menjadi guru.

Apa challenge selama menekuni kedua bidang ini yang dirasa paling rumit dan sulit? Lalu bagaimana problem solving-nya?

Untuk menyeimbangkan antara kedua profesi dengan bidang yang berbeda mungkin tantangannya lebih pada pembagian waktu. Tetapi jujur saja yang lebih sulit adalah pembagian pikirannya. Misalnya saat aku berada di sekolah dan tiba-tiba saat itu juga ada tumpukan naskah yang sudah harus masuk tahap edit. Nah secara otomatis hal ini seketika berhasil memecahkan konsentrasiku. Maka bukan hal yang jarang terjadi kalau aku tiba-tiba akan tergoda untuk segera menyelesaikannya di sela-sela jam sekolah, sekalipun aku tahu hal itu tidak baik. Dan begitu juga sebaliknya. Lalu cara penyelesaiannya, menurut aku semua harus dikembalikan pada komitmen diri sendiri. Coba set time management yang jauh lebih baik, keep on track, dan yang pasti harus tetap fokus.

Selain challenge, apa pengalaman yang paling memorable saat mengajar sekaligus menulis menurut Adis?

Kalau hal berkesan dari menulis, menurut aku adalah saat topik tulisan berasal dari pengalaman kurang baik atau moment yang tidak enak, yaitu saat aku jobless namun aku beranikan untuk share itu. Sampai pada akhirnya tanpa disangka beberapa orang yang membacanya benaqr-benar langsung contact aku dan turut men-sharingkan apa yang mereka rasakan saat mengalami pergulatan hati dikeadaan yang sama. Dan menurut aku bisa memberikan motivasi bagi sesama merupakan hal yang teramat sangat berharga, maka mungkin hal ini lah yang paling memorable selama aku menulis sampai saat ini.

Sedangkan pengalaman paling berkesan saat menjadi guru adalah ketika aku berhasil menegur salah satu siswa putra yang memang sudah menjadi bulan-bulanan guru, namun dia bisa tersentuh dengan ucapanku saat itu. Dan saat itu rasanya aku bisa membuktikan kehebatan kata maaf dari seseorang yang bahkan sudah mendapatkan judge buruk, namun dapat kembali pulih hubungan baik dan relasinya hanya karena permintaan maaf. Satu lagi yang tak bisa aku lupakan dari moment itu karena sekaligus bisa belajar arti ketulusan. Sehingga pengalaman ini teramat berkesan bagi aku selama mengajar menjadi guru muda yang notabenenya harus bisa mengerti bagaimana langkah menyikapi setiap karakter anak didiknya.

IMG_20160402_201907

Sejauh perjalanan menulis sampai saat ini, apakah Adis sudah berhasil memiliki karakter tulisannya tersendiri?

Menurutku berhasil atau belumnya karakter tulisanku terbentuk itu adalah hasil dan kesimpulan dari pembaca tentunya. Tetapi jika aku amati sejauh ini beberapa dari mentor dan pembacaku banyak beranggapan bahwa karakter tulisanku adalah tulisan yang berkarakter reflektif. Dan aku sama sekali nggak ada target khusus yang menentukan hal ini, tetapi karena terjadi berulang maka timbul lah karakter ini yang muncul menjadi ciri khas dari berbagai tulisan aku.

Langkah apa yang Adis lakukan agar dapat semakin mengembangkan kedua skill ini?

Langkah utamanya menurut aku ada 2, yaitu praktek dan teori. Kalau praktek, aku sangat percaya apapun itu pasti butuh ketekunan. Apapun itu harus bisa memberikan challenge for yourself supaya dengan sendirinya kita akan bisa berkembang, tidak stuck di zona nyaman saja. Dan adanya frekuensi dalam berlatih itu sangat berpengaruh. Sehingga makin sering kamu praktek, maka akan semakin terampil skill kamu. So, anggapan “practice makes perfect” itu buat aku bener banget.

Kedua, dengan teori. Jujur saja aku adalah tipikal orang yang tidak setuju dengan anggapan bahwa semua tergantung prakteknya. Karena biar bagaimanapun banyak banget ilmu di luar sana dari berbagai orang yang berpengalaman dari dunia akademis atau juga dari mereka yang terjun lebih dahulu di bidang-bidang tersebut. Maka aku berusaha sebisa mungkin selalu mencari berbagai referensi ilmu baru dari berbagi forum yang tak hanya dapat menambah pengetahuan baru saja, namun juga relasi baru. Sehinga bukan tidak mungkin aku dapat semakin memperluas kenalanku dari berbagai orang yang berspektrum sama, mulai dari hobinya, visi misinya, bahkan sampai pada goal dan tujuan utamanya. That’s why I thing teori itu nggak kalah pentingnya.

Tentang ide-ide menulis, apakah hal yang biasa dilakukan Adis agar dapat menumbuhkan berbagai ide-ide baru?

Ide itu merupakan hal yang murah kalu kata mentorku. Jadi sebenarnya untuk penentuan ide tak terlalu rumit, apapun itu pasti bisa jadi sebuah tulisan ketika memang topiknya unik atau menarik. Namun saat ditanya bagaimana caranya? Menurut aku hal yang utama adalah mencoba untuk belajar peka, harus mencoba mind mapping diri sendiri. Jadi dari satu topik bisa diambil banyak sisi yang menarik. Diluaskan dari berbagai sisi-sisi lain yang bisa dieksplore. Sehingga dari satu topik bisalah dijadikan beberapa macam tulisan sekaligus. Dan yang tak kalah pentingnya, yaitu disiplin diri. Kalau kamu sudah punya komitmen, maka mau tidak mau kamu pasti akan terpacu untuk menyelesaikan semua target-target yang sudah kamu rancang sendiri.

Bagaimana tentang pengaruh sosial media bagi tulisan Adis?

Peran sosial media masa kini tentu penting banget dong ya. Dan menurut aku, sosial media memiliki 2 peranan utama. Pertama dapat menyediakan pasar atau ruang untuk berbagai karya orang. Ibaratnya dari sosial media kita dapat mengenalkan berbagai karya pada dunia, sehingga media sosial merupakan portal untuk dapat menjangkau luasnya dunia sebagai sarana iklan di dunia maya. Lalu peran kedua, dari sosial media kita dapat menemukan berbagai referensi baru dengan genre yang berbeda tentunya. Sehingga akan membuat kita terus terpacu untuk meningkatkan skill tanpa merasa hasil karya kita selalu yang terbaik.

Apa target jangka pendek dan jangka panjang yang ingin dicapai Adis dalam kedua profesi yang sedang digeluti saat ini?

Pertama untuk bidang kepenulisan, target jangka pendek yang sedang aku rancang sekarang adalah aku ingin semakin banyak melakukan sharing dan ingin bekerja di penerbitan. Sedangkan untuk jangka panjangnya, aku ingin dari menulis ini bisa menjadi profesi utama juga sumber penghasilan utama yang bisa aku lakukan dari rumah. Karena menurut aku pada dasarnya seorang wanita akan lebih senang berada di rumah untuk menjaga dan mendidik anak, namun sekaligus bisa tetap berkarya menggeluti hobinya dari dalam rumah yang juga menghaslkan pundi-pundi rupiah.

Kedua untuk bidang mengajar, target jangka pendek aku ingin bisa mengajar di sekolah yang berbeda dari sekolah yang sekarang, entah secara culture karena memang sekolah yang sekarang itu homogen, ataupun secara lingkupnya yang lebih kaya dan lebih menantang. Sedangkan untuk jangka panjangnya, menjadi seorang guru jujur belum terpikir secara jelas sih karena kembali lagi aku lebih ingin bisa berkarya dari dalam rumah. But i don’t know more, just let’s we see.

Siapakah tokoh yang paling menginspirasi Adis untuk terus menjalankan kedua profesi ini?

Untuk bidang pendidikan, kalau aku ngefans banget sama Najeela Shihab, dia tipikal  seseorang yang concern dan passionate di bidang pendidikan. Tidak melulu soal teknis yang menjadi acuannya, tapi soal esensinya juga. Dan itu jarang aku temuin. Bahkan saking seringnya banyak “pakar” yang sibuk membahas berbagai metode ini itu, mereka lupa untuk membagikan pentingnya visi dan konsep mendasar dari pendidikan itu sendiri.

Kalau di menulis, tentu banyak. Pertama ke mentorku sendiri, pak Wahyu Pramudya. Kalau tidak ada beliau, aku juga tidak akan bisa jadi seperti sekarang deh hehehe. Maksudnya dia adalah orang yang selalu support aku saat tulisan-tulisanku diplagiasi, sering kasih challenge tertentu, dan yang terpenting dia selalu menjadi orang yang hobi sharing visi kenapa menulis itu penting.

Kalau tentang gaya bahasa, aku ngefans banget sama mbak Hanny (Seorang managing editor Kamantara.id) karena gaya tuturnya enak banget. Kemudian mbak Windy (seseorang dengan Tumblr-nya yang sudah kubaca sejak zaman mahasiswa).

Kalau soal diksi dan puisi, aku cinta mati sama pasangan Theoresia Rumthe san Wesleu Johannes. Ditambah mas Briliant Yotenega (Founder nulisbuku.com). dari dia aku menemukan sosok figur yang sangat passionate dengan literasi.

Apa ada quote yang dapat menggambarkan perpaduan seorang Adis dengan karier mengajar dan menulisnya ini?

“Sow your seed in the morning, and at evening let your hands not be idle, for you do not know which will succeed, whether this or that, or whether both will do equally well”.

Ini prinsip dalam semua karya dan karsaku. Karena aku tidak tahu, tindakan manakah yang akan nempel di hati muridku, tulisan mana yang akan berpengaruh buat orang lain, ilmu mana yang akan berguna, dan karya mana yang akan membawaku ke peluang-peluang masa depan, maka prinsipku: Just do something and never overthinking yang akhirnya malah membuat kita batal bertindak.

Dan menurut aku harus selalu ada komitmen juga konsistensi dalam menjalankan setiap apapun yang sudah menjadi pilihan kariermu. Jangan pernah pikirkan dan mematok tujuan hanya pada pujian. Karena itu soal bonus yang bisa kamu dapatkan jika kamu serius. Apalagi aku bukan tipikal yang suka sibuk sendiri mikirin prospect sampai lupa buat kerjain yang konkret di depan mata. So, menurut aku kalimat ini juga oke untuk menambah passion “Without commitment you’ll never start. Without consistency you’ll never finish it well.”

Berikan tips dan trik ala Adis pada semua Jobhuners yang juga ingin menggeluti bidang tulis-menulis ini dong!

Menulis dan semua karya kreatif dimulai dari cinta, kemudian diisi dengan komitmen dan konsistensi. Maka tips pertama adalah, jangan melakukan 1 bidang hanya karena itu sedang happening atau keren, but ask yourself indeed: “Bener nggak sih aku cinta bidang ini?” that sounds a bit cliché, tapi itu yang akan bikin komitmen dan konsisten jadi lebih mudah. And one more think, kalua kamu belum tau pasti tentang apa passion-mu, jangan terlalu lama untuk memikirkannya ya. Just do something! Beneran deh. Karena nanti akan terungkap sendiri tentang bidang apa yang kamu cinta. Selama kamu enjoy menjalaninya, pastilah akan segera kamu temukan juga dimanakah passion-mu sebenarnya.

Example for Practically about writing, maybe you try it”

Coba challenge dirimu dengan target-target yang kuantitatif. Lihat berapa banyak tulisan yang sudah berhasil kamu hasilkan selama 1 bulan.

Coba sebanyak mungkin portal. Itu akan membuat kamu belajar berbagai genre yang berbeda-beda

Be productive! Cause practice DOES makes perfect.

Wah, sangat menginspirasi ya Jobhuners! Ternyata mindset dari wanita kelahiran Magelang, 12 juli 1992 ini juga luar biasa menarik. Adis selalu berusaha untuk selalu memaksimalkan potensi yang ia miliki, bahkan belajar mencintai setiap pekerjaannya. Bagaimana dengan kamu, Jobhuners?

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *