Pasang Loker

Dinov: Menyalurkan Perasaan Melalui Menyanyi

Merasa tidak bisa menyalurkan perasaannya secara langsung, Adinda Ovi Ramadhania menemukan musik dan lagu sebagai media penyalur perasaannya. Menurut Dinov, begitu ia biasa disapa, lagu adalah perwakilan dari perasaan penciptanya. Jobhuners, ingin tahu bagaimana perjalanan karier Dinov di dunia musik? Mari simak bersama!

Apa pekerjaan Dinov saat ini?

Selain masih menjadi mahasiswa tingkat akhir, saya juga seorang singer, saya punya single/lagu sendiri. Di situ saya menciptakan, mengaransemen, dan memasarkannya sendiri. Selain itu, saya juga ada beberapa project membuat musik untuk beberapa YouTuber lokal.

Apa pekerjaan yang dijalani saat ini sudah sesuai dengan background pendidikan Dinov?

Pekerjaan yang saya jalani saat ini sangat tidak sesuai dengan background pendidikan karena saya kuliah di ilmu komunikasi, sementara bidang ini adalah bidang seni.

Kapan Dinov mulai merintis karier di bidang ini?

Sebenarnya saya sudah mulai masuk ke bidang musik sejak kelas 3 SD. Pada saat itu, sekolah saya ingin membuat home band sekolah, karena kebetulan saya sudah belajar musik khususnya piano sejak TK A, saya ikut. Di situ saya justru daftar sebagai pemain gitar, tapi saya diminta untuk belajar drum dalam waktu satu minggu. Setelah itu dilihat, kalau saya bagus, saya akan menjadi drummer di home band sekolah saya. Akhirnya saya belajar dan ternyata saya bisa. Saya lolos dan menjadi drummer di home band sekolah saya. Kebetulan semua personelnya perempuan, jadi namanya Girls Band. Setelah itu kami mulai ikut kejuaraan-kejuaraan, dan Alhamdulillah-nya, pada saat itu kami meraih juara 1, juara 2, bahkan kami juga sempat meraih juara 1 piala bergilir Wali kota Surabaya dan kami juga pernah menjadi juara 2 di lomba band se-Surabaya tingkat umum. Setelah menjadi drummer, saya beralih menjadi gitaris karena saya bosan di drum. Saya ingin lebih mengeksplor diri saya lagi. Setelah itu pada tahun 2015, saya mulai menyanyi. Setelah itu baru pada 2017, saya memberanikan diri untuk merilis lagu saya sendiri.

Apa yang membuat Dinov tertarik untuk menekuni bidang ini?

Saya suka aja. Saya suka menghibur orang. Saya merasa saya punya bakat dan kemampuan di bidang ini. Menurut saya, orang dengan bakat, semakin dia belajar dia pasti akan semakin bisa. Karena itulah saya belajar agar bakat saya semakin bagus dan berkembang lagi. Selain itu, saya mendapatkan dukungan dari orang tua, terutama mama saya. Sejak TK A, saya diikutkan les piano karena mama saya merasa “kayaknya anak ini punya bakat ya” gitu. Waktu itu mama saya beli satu keyboard dan digital piano, karena beliau ingin banget anaknya bisa main keyboard. Tapi nggak maksa. Mama saya bilangnya hanya untuk mempercantik rumah. Karena tingkat curious anak kecil yang tinggi, saya coba-coba main. Di situ ternyata ada template lagu, dan saya bisa memainkan keyboard sesuai dengan template itu. Saya juga nggak ngerti kenapa saya bisa. Saya cuma asal pencet-pencet aja. Jadi itu awal saya tertarik di bidang musik.

Sebelum terjun di bidang ini, apa pekerjaan Dinov terdahulu?

Bukan pekerjaan sih, dulu saya sempat di bidang olahraga, main basket gitu. Sampai ikut kejuaraan-kejuaraan, tapi saya tidak menganggap itu sebagai sebuah pekerjaan. Saya menganggapnya sebagai selingan aja. Jadi sejauh ini saya masih konsisten sih di bidang musik.

Menurutmu, apa modal utama untuk menjalani pekerjaan ini?

Nekat sama niat. Udah itu aja. Kalau kalian niat, jalan itu ada. Saya rasa, yang paling penting itu ada kemauan. Selain itu juga harus berani, berani untuk keluar dari comfort zone. Dulu saya itu nggak pernah berani. Saya mulai bikin-bikin lagu itu sejak dari SMP sebenarnya, tapi saya koleksi karena saya rasa kayak “nggak mungkin lah saya ngeluarin lagu sendiri”. Saya nggak ada pikiran untuk kesana waktu itu. Saya perdengarkan hanya ke orang-orang terdekat saya dan mereka merespon dengan positif. Tapi karena pada saat itu saya masih SMP, saya nggak terpikir untuk menyeriusi bidang ini. Sampai terakhir kali, ada suatu momen di tahun 2017, dimana saat itu saya merasa sakit hati banget sama seseorang. Lalu saya ingin membuat lagu. Karena saya orangnya nggak bisa marah, saya biasanya diam di depan orang yang membuat saya marah. Dan media dari perasaan saya, termasuk marah itu adalah lagu. Karena menurut saya, lagu itu adalah perwakilan dari perasaan penciptanya. Nah, rasa sakit hati itu membuat saya nggak bisa tidur. Saya perlu menyalurkan perasaan saya. Akhirnya saya main gitar dan menemukan sebuah nada. Setelah itu saya menulis liriknya. Dan jadilah sebuah lagu. Judulnya Lara. Terus saya berpikir, gimana ya kalau orang yang menginspirasi saya untuk membuat lagu ini mendengarkannya? Apa dia akan ngerasa? Tapi terus saya sadar, bagaimana dia bisa tahu kalau saya tidak mem-publish lagu ini? Di situ akhirnya saya mulai mencari cara untuk rekaman. Akhirnya saya memberanikan diri. Laku nggak laku, kedenger nggak kedenger, waktu itu orientasinya bukan laku ya, tapi orientasinya kedenger sama orang yang menginspirasi saya itu. Pokoknya upload di platform streaming musik online. Sebelum rekaman itu, saya ketemu sama temen-temen saya. Kita workshop lagu. Dan menurut mereka, lagu ini lumayan komersil. Saya agak nggak percaya. Terus akhirnya kita garap dan rekaman. Dan sound engineer yang bantuin rekaman, juga mengamini pendapat temen-temen saya bahwa lagu ini bagus.

Sebelum akhirnya jadi sebuah musik atau lagu yang bagus, bagaimana sih proses kreatif di balik itu?

Sebenernya tergantung. Kalau saya pribadi, saya nggak bisa menciptakan lagu kalau nggak niat. Kalau misalnya saya lagi nggak pengin, saya genjreng-genjreng sampai seharian pun, nggak akan dapet apa-apa. Tapi kalau saya niat, kayak waktu buat Lara itu, materi kasarnya tercipta hanya dalam waktu kurang lebih 15 menit. Jadi yang pertama harus niat. Setelah itu, cari dulu apa yang mau dibuat. Arahnya mau dibawa kemana. Kan ada sub-sub temanya gitu kayak teman atau apa. Terus enaknya genre kita itu apa. Kita sukanya dengerin apa. Kalau saya sukanya dengerin alternatif, dan itu mempengaruhi musik-musik saya. Setelah itu cari-cari chord. Ada 4 circle atau chord-chord mainstream lainnya. Baru buat liriknya. Setelah didengerin oke, baru workshop. Kalau kita nyiptain lagu kan sendiri ya, kalau workshop itu bareng sama orang yang akan ngisi di rekaman atau musik kita. Nanti dari mereka pasti ada tambah-tambahan. Setelah itu digodok lagi pas rekaman. Jadi sebenernya prosesnya lumayan panjang.

Bagaimana sih kriteria musik atau lagu yang menarik dan bagus menurutmu?

Kalau menurut saya yang penting enak didenger. Gampang didenger dan bisa didenger di waktu apapun. Jadi untuk dengerin itu, orang nggak perlu mikir.

Apakah Dinov pernah mengalami momen stuck saat berkarier? Baik dalam proses pembuatan lagu atau ketika menyanyi. Bagaimana cara Dinov mengatasinya?

Iya, kadang dalam proses pembuatan lagu saya merasa stuck. Nggak tau harus gimana. Kebetulan ini baru terjadi beberapa waktu lalu. Saat ini saya sedang menggarap EP yaitu mini album dimana saya dituntut untuk membuat kurang lebih 3-4 lagu baru lagi. Karena saya pusing, kepikiran skripsi dan lagu ini, akhirnya saya memaksa diri saya untuk menulis lagu. Tapi akhirnya di situ saya stuck. Nggak berhasil sama sekali. Saya nggak menghasilkan lagu apapun. Akhirnya setelah itu saya take a break, memikirkan hal lain, walaupun dikejar-kejar sama tim saya. Tapi saya tetep manggung. Sampai akhirnya saya bangun tidur, terus saya duduk di ruang tamu rumah saya, menghadap jalan. Dan akhirnya dapet bayangan mau nulis lagu yang kayak apa. Langsung saya ambil gitar & kertas, saya nemu nada dan nulis liriknya. Jadi kayak gitu. Momen stuck saya adalah saat harus memaksa diri saya sendiri untuk menciptakan lagu. Kalau untuk menyanyi, Alhamdulillah-nya sejauh ini belum pernah stuck sih. Lebih ke proses pembuatan lagu aja. Jadi kalau saya stuck, cara mengatasinya ya udah, saya take a break, nggak usah paksain diri. Karena kalau kayak gitu akhirnya kita ngelakuinnya nggak dari hati. Kita melakukannya karena dipaksa itu tadi.

Selain aktif menulis lagu dan menyanyi, apa kesibukan Dinov lainnya?

Saat ini, saya sedang membangun sebuah creative lab yang bergerak di bidang visual arts. Jadi saat ini saya punya Sewarna, itu menggarap pembuatan video klip, video pernikahan, pokoknya bergerak di bidang visual dan arts gitu.

Apa suka duka bekerja di bidang ini?

Sukanya kalau lagi peak season kayak tahun baru imlek, puasa dan lebaran, natal, dan tahun baru biasanya pemasukannya lebih besar dibandingkan hari-hari biasa. Selain itu, karena saya memang suka bidang ini, jadi melakukan pekerjaan di bidang ini itu ya enjoy-enjoy aja, nggak ada rasa tertekan atau gimana. Justru yang ada rasa senang. Ibaratnya kayak saya ngelakuin ini hanya untuk hobi tapi bonusnya adalah dibayar. Kalau dukanya itu, karena penyanyi banyak diundangnya pas weekend, jadi waktu kita bareng temen atau keluarga pasti jadi berkurang.

Dalam menjalankan bidang ini, apa Dinov punya role model tersendiri?

Pasti punya dong. Role model saya adalah Chris Martin, vokalisnya Coldplay. Menurut saya, dia adalah orang yang jenius. Dia bisa main apa aja, dia bisa nyiptain lagu kapan aja, dan lagunya nggak pernah nggak enak.

Apa hal yang paling berkesan selama Dinov menekuni karier?

Pengalaman saya yang berkesan bagi saya adalah waktu masuk 10 besar di lomba menciptakan lagu anti korupsi yang diadain sama KPK RI. Sama seperti ketika memenangkan piala walikota atau juara 1 se-Surabaya, itu menurut saya adalah hal-hal yang sangat berkesan. Selain itu, ketika saya bisa menciptakan lagu dan didengerin orang banyak, video klip saya diliat banyak orang, dan orang-orang suka sama penampilan saya, itu berkesan banget buat saya karena tidak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang musisi daripada lagunya yang didengarkan oleh banyak orang dan mereka bisa ikutan seneng. Itu sangaaat berkesan buat saya. Kayak Lara itu. Saya nggak pernah punya ekspektasi dan terpikirkan ya kalau Lara itu bisa sampai ke upload di Spotify dan bisa didengerin orang. Dan Alhamdulillah-nya, bisa di-upload, didengerin, masuk radio, ada video klipnya di YouTube, dan akhirnya ada orang-orang yang mengundang saya karena mereka dengerin Lara.

Apa arti pekerjaan ini untuk Dinov?

Pekerjaan ini itu saya banget. Jadi musik itu adalah saya. Ini nggak gengges ya haha. Cuma emang bener karena saya melakukannya tanpa rasa terpaksa, dengan sangat ikhlas, tanpa mengeluh, rela meluangkan waktu untuk latihan sampe malem. Jadi menurut saya pekerjaan ini itu, saya banget dan tidak bisa lepas dari saya. Saya rasa, saya ingin melakukan pekerjaan ini seterusnya. Sampai saya mati.

Apa target jangka pendek dan panjang yang ingin Dinov capai dalam karier?

Target jangka pendeknya Insya Allah deket-deket ini saya akan mengeluarkan mini album dan akan memberikan demo lagu saya ke beberapa pengamat musik. Terus untuk target jangka panjangnya, saya ingin karier saya semakin naik, lagu-lagu saya semakin banyak didengar, intinya semua karya saya bisa sampai ke telinga temen-temen semua.

Apakah ada saran dan tips untuk Jobhuners yang mungkin ingin terjun ke bidang yang sama sepertimu?

Kalian itu di dunia musik nggak boleh pemalu. Harus grapyak, aktif, ramah dan berani. Jangan takut untuk ngomong sama orang, kenalan sama orang baru, karena hanya dengan begitulah kita bisa dapet relasi/ link yang bisa membantu karier ke depan. Karena tidak ada relasi sama dengan tidak ada panggung. Saya berani bilang seperti ini, karena ini bener-bener kejadian sama saya. Selain itu kita juga harus selalu menampilkan performa terbaik kita. Ketika kita manggung, jangan bawakan versi asli dari suatu lagu. Buat versi yang lebih menyenangkan dan kasih kejutan ke para penonton. Dengan begitu, saya yakin mereka tidak akan melupakan kita.

Wah, menarik sekali ya perjalanan karier Dinov sebagai musisi ini Jobhuners. Meskipun sudah punya bakat musik sejak kecil, namun Dinov terus mengasahnya hingga bisa menjadi seperti saat ini. Selain itu, tidak hanya sebagai karier, musik juga bisa menjadi cara Dinov untuk menyalurkan perasaannya. Semoga, dari cerita karier Dinov di atas, bukan hanya Dinov yang belajar ya Jobhuners, tapi kita juga bisa mengambil nilai-nilai positif yang bisa kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari. Sama seperti musik yang merupakan bahasa universal.

About Author

Highly interested in communication, media, and political studies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *