Pasang Loker

Fikri Yaddien: Bercerita Lewat Foto dan Video

Fikri Yaddien atau yang akrab dipanggil Fikri ini tidak hanya berkecimpung di dunia fotografi, melainkan juga videografi dan editing sejak SMA. Fikri merasa beruntung karena pekerjaan yang dijalaninya sekarang sudah sesuai dengan apa yang ia pelajari selama ini di bangku kuliah karena mengambil jurusan Teknik Multimedia Jaringan. Selain menekuni passion-nya di bidang multimedia, lelaki yang baru lulus tahun 2018 ini juga tengah berwirausaha dan mengembangkan bisnisnya tersebut. Nah, seperti apa cerita karier Fikri? Yuk, simak!

FIKRI_KARIER

Sejauh ini pekerjaan apa saja yang sudah pernah Fikri jalani?  

Aku sudah kerja sejak awal SMA. Mulai dari jadi kasir di sebuah percetakan, bikin banner atau stiker, sampai bagian marketing. Selain itu, aku juga pernah bekerja sebagai ghost-editor, asisten fotografer, asisten tim visual, wedding photographer, buat media creative untuk acara pernikahan gitu juga pernah.

Sebagai videographer, apa menurut Fikri pekerjaan ini sudah sesuai dengan background akademis dan passion Fikri?

Sebenarnya bisa dibilang cocok banget sih dengan latar belakang akademis. Kebetulan aku kan kuliah di jurusan Teknik Multimedia Jaringan, setidaknya 40-50% yang aku pelajari dan lakukan itu juga nggak jauh-jauh dari dunia videografi, editing, dan sejenisnya. Kalau ditanya sudah sesuai passion apa nggak, jawabannya juga sudah sesuai. Awalnya kan aku memang menekuni dunia fotografi, dan sekarang aku masuk ke bidang videografi. Hampir sama, tapi lebih kompleks aja.

Menurut Fikri, apa sih modal utama untuk menjadi videografer?

Modal utamanya adalah harus berani mencoba dan banyak belajar. Menurut aku, masih banyak videografer atau videoeditor yang tekniknya bagus, punya alat bagus, tapi nggak benar-benar punya karya. Coba deh jangan terlalu betah di comfort zone, harus banyak belajar dan coba hal-hal baru. Coba aja semuanya.

Apa arti pekerjaan ini untuk Fikri?

Karena aku memang kerja sejak SMA, pekerjaan ini itu udah jadi hobi aku, dan kayak lagi main aja sih. Berawal dari suka foto-foto, lalu jalan-jalan, coba motret banyak hal, dan merekam banyak hal juga. Setelah itu aku jadi makin tertarik, sampai akhirnya aku belajar untuk mengembangkan diri di bidang ini.

Apa yang membuat Fikri tertarik menekuni dunia videografi?

Aku melihat ada satu hal yang cukup menarik dari dunia videografi, yaitu ketika aku bisa menangkap momen, emosi, bahkan aku bisa menceritakan apapun yang aku mau lewat sebuah video itu tadi. Lewat sebuah video, aku juga jadi bisa menyampaikan sesuatu yang lebih to the point. Menurutku, orang akan suka dan pasar untuk ini sendiri juga ada. Dari situ mulanya, akhirnya aku tertarik untuk menekuni bidang ini.

Bagaimana sih proses kreatif Fikri sebelum menciptakan sebuah video yang menarik?

Sebelum membuat, video yang bagus itu ibarat anak perempuan dan kita adalah ayahnya. Kita harus kenal dulu nih karakter si perempuan seperti apa, supaya kita tahu nantinya akan diarahin ke mana. Apakah akan dibuat mellow, cinematic, dramatis, atau lainnya. Kalau udah kenal karakternya, selanjutnya ya bimbing dia ke arah tersebut. Nah, ketika klien yang punya ide, kita tetap bisa kasih masukan dan gambaran yang lebih cocok ke mereka dengan disertai alasan kenapa harus seperti ini atau itu. Supaya nantinya tetap pas dan sesuai. Lalu ketika sudah deal, lakukan semuanya sebaik mungkin.

Apa nih tanggapan Fikri soal permintaan klien yang kadang menuntut banyak revisi?

Terkait revisi, menurutku ada dua hal. Pertama, kamu kan belum tahu nih tujuan klien atau perusahaan seperti apa, jadi kamu harus tahu dulu maksud mereka itu apa sebelum memulai. Kedua, kurangnya komunikasi di awal. Misalnya ketika brainstorming atau ketika membahas konsep, kamu harus mengerti betul konsepnya, ulangi terus kalau perlu supaya tidak ada miskomunikasi. Persiapan yang matang tentu akan menghasilkan video yang bagus. Jadi, kalau ada revisi, dilihat dulu, apakah ini memang soal klien yang cerewet atau justru kamu yang memang nggak paham.

Biasanya Fikri menerima tawaran untuk konten video tertentu saja atau bagaimana?

Karena awalnya aku fotografer ya, jadi aku sikat semua sih. Mulai dari untuk wedding, event organizer, musik, drama kolosal, iklan, jurnalistik, bantuin YouTuber, sampai bantuin tokoh politik juga. Tapi karena selama setahun setengah ini aku bekerja sebagai ghost-editor, akhirnya aku saring dulu sebelum menerima tawaran. Biasanya cuma terima iklan-iklan gitu aja.

Apa tantangan dan enaknya menjadi videografer?

Ketika ada project, sebenarnya kita ini kan udah punya gambaran atau konsep di dalam kepala ya, tapi tantangannya sendiri itu adalah gimana caranya untuk bisa menyamakan atau menyatukan konsep yang kita punya tadi dengan permintaan atau dengan tim sendiri. Kita tampung saran-sarannya tapi jangan sampai beda jauh lah, digodok lagi supaya dapat solusi lebih baik. Sementara enaknya adalah ketika karya kita bisa viral atau bisa dinikmati banyak orang. Ada perasaan bahagia banget. Karena setelah kerja keras dari awal bikin konsep, syuting panas-panas, ngedit sampai kurang tidur, dan akhirnya tahu kalau karya kita bisa dinikmati begitu, rasanya senang banget sih  walaupun namaku nggak terpampang di dalamnya.

Siapa nih inspirasi Fikri dalam berkarya?

Salah satu yang memengaruhi aku banget itu Sam Kolder. Dia adalah videographer pertama yang cuma jalan-jalan tapi karya-karyanya unik, berkarakter banget. Dia ini kan suka menari dengan musik ya, nah akhirnya isi videonya jadi bisa benar-benar menari dengan musik. Intinya, Sam Kolder itu nggak akan bisa ditiru karena kuat banget karakternya. Kalau sutradara, aku suka banget sama Taika Watiti. Dia ini tipikal yang kalau sudah punya tujuan nih, dia selalu tahu gimana caranya supaya orang paham dan ingat dengan gimmick maupun pesan yang mau dia sampaikan.

Apa pengalaman paling membekas sepanjang karier Fikri?

Saat menjadi ghost-editor, aku pernah mengedit iklan untuk film favoritku. Waktu kecil, aku suka banget sama tokoh itu, lalu ternyata aku dan tim diminta untuk menggarap video iklannya. Gila! Aku senang banget bisa lihat full footage-nya tokoh favoritku itu. Kalau sebagai videografer, mungkin ketika aku bisa mengikuti tokoh politik ketika dia terjun di masyarakat. Aku nggak tertarik politik sih, tapi aku jadi tahu ceritanya dan menjelaskan bagaimana tokoh tersebut ketika berada di tengah-tengah masyarakat.

Selain yang Fikri tekuni sekarang, apa kesibukan Fikri lainnya?

Wirausaha, mulai dari jual kaos dan lain-lain. Selain karena sedang membangun usaha, alasan kenapa memutuskan untuk jadi ghost-editor adalah karena aku memang belum sempat publish semua karya-karyaku sih. Kalau orang punya ide, minta bantuan bikin video atau project foto, ya aku ambil tawaran yang seperti itu aja.

Apa target jangka pendek dan panjang yang ingin dicapai?

Untuk target jangka pendek, aku ingin mulai berkarya dari nol lagi. Ada banyak konsep yang selama ini cuma bisa aku terapkan untuk membantu karya orang lain. Jadi, aku ingin nantinya membuat karyaku sendiri. Aku sudah ada konsep sih, semoga bisa direspon baik dan bisa dinikmati banyak orang. Nah, untuk jangka panjang, aku pengin banget bikin production house supaya bisa kumpul dan berkreasi bareng pegiat kreatif lainnya. Berkarya yang memang punya tujuan dan hasilnya pun bisa dinikmati banyak orang. Bukan bikin video yang sekadar untuk gimmick atau serua-seruan aja.

Apakah ada saran dan tips untuk mereka yang ingin terjun ke bidang yang sama seperti Fikri?

Mulai aja dulu, nggak usah banyak alasan. Kalau nggak punya laptop, bisa pakai HP. Asal tahu aja, semua video yang aku unggah di Instagram itu diedit pakai HP lewat aplikasi tertentu. Nggak punya kamera, bisa pakai kamera HP. Kamera HP di zaman sekarang sudah bagus-bagus, HD gitu. Jadi jangan banyak alasan. Masih SMA lah, bukan bidangnya lah, bukan jurusannya lah, selama kamu mau terus belajar dan mencoba, siapapun bisa jadi videografer.

Nah, kamu udah nggak punya alasan lagi nih, Jobhuners. Seperti kata Fikri, semua harus dimulai dulu dan kemudian belajar untuk menekuninya dengan serius. Siapa tahu menjadi fotografer, videographer, atau editor adalah profesi yang cocok denganmu. Selamat mencoba!

Penulis: Cindy Faradhila

Editor: Cynthia Cecilia

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *