Pasang Loker

Ibrahim Chand: Sukses Kembangkan Bisnis Fashion yang Bermula dari Passion

Setiap orang pasti ingin merasakan hasil yang manis dari kerja keras yang sudah dilakukan. Kita bisa melihat kisah perjalanan karir dari Ibrahim Chandra Wicahyono yang telah sukses menjalankan 3 bisnisnya selama 2,5 tahun terakhir. Ia memiliki bisnis di bidang fashion design, event organizer, dan wedding organizer. Menariknya, pada awal merintis bisnis ini ia tidak didukung penuh oleh orangtuanya, terutama ibunya. Namun kini ia telah berhasil membuktikan bahwa tidak ada yang salah dari pilihannya tersebut. Yuk, simak perjalanan karir dari fashion designer asal Blitar ini.

CAREER_IBRAHIM

Bagaimana awal mula Ibrahim bisa memulai bisnis di bidang fashion ini?

Mungkin bisnis ini bisa dibilang tidak sengaja dibentuk karena dulu saya juga sempat tinggal di Jakarta, kemudian diajak teman untuk terjun ke bidang ini selama 7 tahun. Saat itu pekerjaan saya ialah fashion stylish. Dan saat itu klien saya ialah Duo Maia yang akhirnya berhasil membuat saya kenal akrab dengan Mei Chan pada tahun 2010 sampai 2011. Bidang ini membuat saya bertemu dengan beberapa designer yang membuat saya bisa mulai berani belajar sekaligus mencoba beralih ke bidang fashion design ini. Dan pada tahun 2014, saya akhirnya terpaksa pulang ke tanah kelahiran Blitar karena saa itu ibu saya kondisinya sedang sakit. Saya merupakan anak tunggal, sehingga saya harus kembali untuk menemui sekaligus menemai ibu saya saat itu.

Saat saya sudah di Blitar, rasanya tidak mungkin lagi untuk kembali meninggalkan orang tua yang sudah sekian lama saya tinggalkan. Maka berbekal ilmu dan skill yang saya miliki semasa di Ibu kota dulu, saya mulai dari experience join party planner, table setting, bahkan sampai pada fashion design yang akhirnya membuat saya mulai berani mencoba memanfaatkan skill ini untuk berbisnis. Akhirnya terpilihlah ketiga bidang bisnis saya saat ini.

Bisnis fashion seperti apa sih yang dipilih oleh Ibrahim ini? Dan dengar-dengar Ibrahim juga memiliki bisnis lain di bidang wedding organizer dan event organizer. Bisa diceritakan bagaimana kedua bisnis tersebut bisa berjalan?

Kalau saya lebih memilih fashion design-nya yang utama. Tetapi untuk menunjang bisnis tersebut, saya memang membuka jasa wedding organizer dan event organizer, sehingga ketiga bidang fesyen tersebut dapat berjalan beriringan karena bisa saling berkaitan dan bidangnya tidak terlalu menyimpang. Menurut saya, membuka peluang bisnis wedding organizer dan event organizer ini dapat mendukung modal bisnis fashion design saya sendiri yang menjadi utama.

Apakah Ibrahim sebelumnya pernah memilki background akademis di bidang fashion design atau malah hanya bermula dari passion saja?

Mengenai background akademis, jujur saja tidak ada. Karena pendidikan saya dulu Diploma jurusan Broadcasting Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Tetapi saya memiliki hobi menggambar atau mendesain sejak kecil. Dan mungkin secara tidak sengaja saya mulai mencoba untuk mendesain baju, hingga akhirnya ketagihan. Dari hobi ini saya berhasil memunculkan skill tersebut sebagai passion saya.

Sudah berapa lama bisnis-bisnis tersebut berjalan?

Sekitar 2,5 tahun sampai saat ini. Baru dimulai sejak tahun 2015 lalu. Karena memang bisnis saya itu merupakan konsep WO dan EO yang sebenarnya di Kota Blitar pertama kali. Di Blitar memang banyak perias yang menganggap bahwa jasa mereka merupakan WO, padahal tidak begitu sebenarnya. Dan sebenarnya, kedua jasa tersebut berbeda. Dimana WO dan EO merupakan bisnis yang terpisah dengan perias atau bidang make up. Dan yang perlu diketahui, bisnis WO dan EO ini merupakan bisnis penyusunan rancangan kegiatan yang semuanya dimulai dari nol, bukan hanya sebatas make up atau tata rias saja. Bahkan mulai dari perancangan ide sampai dengan penutupan kegiatan merupakan satu kesatuan dari bisnis WO atau EO ini.

Apakah Ibrahim memiliki rencana agar bisnis ini bisa merambah ke daerah lain?

Untuk saat ini saya rasa belum, karena saya masih sangat menikmati perjalanan dan perkembangannya di wilayah Blitar, Malang, Kediri, dan sekitarnya. Mungkin kalau untuk niatan dan keinginan tentu ada, tetapi untuk waktunya tidak dalam waktu dekat ini.

IMG-20180324-WA0012

Sejauh ini apa tantangan terberat dalam menjalankan 3 bisnis ini?

Melayani dan menuruti permintaan customer yang sangat bertolak belakang dan bertolak pikir dengan karakter saya atau yang tidak sesuai dengan apa yang sudah saya jalankan selama ini merupakan tantangan bagi saya. Dan untuk resolve-nya, mau tidak mau saya harus mampu menyesuaikan soul dengan keinginan pelanggan, namun tetap dengan memberikan masukan dan saran bagaimana yang lebih cocok. Bagaimanapun juga customer merupakan raja, sehingga saya harus mampu mengesampingkan ego dan akhirnya mengikuti flow yang ada. Namun tetap dengan porsi saya yang berperan sebagai WO atau EO bagi mereka. Bahkan saya sempat menemui kasus, yakni hasil baju rancangan saya tiba-tiba tidak muat dengan ukuran customer-nya. Lalu untuk menghadapinya, tentu dengan still calm down, sehingga saya bisa memberikan pengertian dan penjelasan bahwa itu bukan sepenuhnya salah saya. Sampai akhirnya semua masalah-masalah tersebut berhasil juga saya atasi.

Mengenai anggapan dari orang lain yang menilai bahwa bisnis fesyen masih minoritas dilakukan oleh kaum pria, bagaimana tanggapan Ibrahim?

Kalau saya menanggapinya ya dengan tidak terlalu peduli terhadap hal tersebut karena sebenarnya saya merupakan tipikal orang yang “I don’t mind another person business” sih, jadi apapun yang netizen nilai tentang pekerjaan saya merupakan hak mereka. Yang terpenting “I do what I do and now I can prove if this best for my life”. Bahkan pernah saat itu orang tua saya juga tidak mendukung keinginan saya untuk bergelut di bidang ini, tetapi karena sekarang saya sudah berhasil memberikan bukti bahwa bisnis fesyen tidak seburuk yang mereka bayangkan, akhirnya saat ini mereka menjadi ‘berbalik hati’ untuk mendukung penuh bisnis dari hobi saya ini and i’m so blassed to have that.

Apa pengalaman paling memorable selama mengembangkan 3 bisnis ini?

Untuk beberapa hal yang paling terkenang selama menekuni bidang ini menurut saya ialah ketika 2 orang role model saya turut berhasil mengubah dan memengaruhi perkembangan karir saya selama berbisnis ini. Mereka adalah Oka Diputra dan Adjie Notonegoro. Dan pada saat itu, bertepatan dengan salah satu acara di Malang secara tiba-tiba saya dihampiri langsung oleh Oka Diputra yang meminta saya untuk mengizinkan dia memakai hasil desain baju karya saya. Di situ saya langsung merasa takjub kaget dan pastinya “like a dream come true”. Karena semasa kecil saya sering membayangkan role model saya tersebut. Senangnya saat ini saya bisa berkarir di bidang yang sama. Allah memberikan saya kesempatan untuk mengenal secara langsung dan bahkan menjadi relasi bisnis dari idola saya itu. Sementara untuk momen lain, ketika saya bertemu dengan Adjie Notonegoro yang secara tidak sengaja akhirnya melakukan hal yang sama seperti Oka Diputra.

Apakah sudah ada beberapa penghargaan yang pernah diraih dalam bisnis Ibrahim ini? Jika sudah ada, coba sebutkan beberapa penghargaan tersebut.

Mungkin kalau achievement yang sesungguhnya belum ada karena tujuan utama saya berkarir bukan untuk mengarah ke sana. Apalagi bisnis saya juga belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan para fashion designer lainnya. Tetapi bagi saya achievement itu “when your role model is being your friend”, rasanya juga sudah mendapatkan penghargaan karir yang luar biasa tentunya.

Apa target ke depan untuk beberapa bisnis Ibrahim ini?

Mengenai target mungkin tahun ini I should have a showcase. Selain untuk memperkenalkan brand saya, yaitu “Namine Ready to Wear ”, saya juga ingin menyatukan ketiga bisnis saya. Sehingga saya juga bisa memperkenalkan pada setiap orang ini lah karya saya. Sedangkan untuk jangka panjang, I just wanna go international with my brand.

Mengenai support dan habit, siapa sosok yang paling mendukung Ibrahim dalam menjalankan bisnis sampai di titik ini? Dan apa juga kebiasaan yang membentuk kesuksesan Ibrahim dalam berkarir hingga saat ini?

Dukungan yang utama pasti dari orang tua, apalagi ibu saya pasti nomor satu. Dan yang kedua untuk teman-teman dan lingkungan sekitar. Karena Alhamdulillah saya diberikan teman-teman yang sangat supportif dalam hal apapun, sehingga otomatis mereka semua sosok yang berhasil mengatarkan saya hingga titik ini. Kemudian tentang kebiasaan, saya termasuk tipikal orang yang doyan bergaul karena menurut saya networking itu penting. Cobalah untuk bergaul sebisamu, semampumu, dan sesukamu. Namun tetap pada batas yang wajar, karena siapa tahu orang yang kamu jumpai saat ini merupakan orang yang palng berarti di masa depan untuk mengantarkan kamu pada jalan suksesmu.

Apakah ada tips dan trik ala Ibrahim yang bisa dishare untuk para Jobhuners agar semakin termotivasi dalam berkarir dan berbisnis di usia muda?

Tips yang pertama, do what you love. Jangan sampai kamu mengambil pekerjaan yang sama sekali tidak kamu sukai dan kamu cintai karena kenyamanan bekerja merupakan hal yang utama untuk bisa menaikkan karier. Yang kedua, be humble. Percaya bahwa masukan dan saran datangnya dari siapa saja. Yang ketiga, always be kind. Jadilah orang yang baik dimanapun, maka dukungan itu juga kan datang dari siapapun. And last, always be positive. Jangan pernah berpikiran buruk tentang apapun karena sugesti merupakan dasar dari percaya diri.

Keren juga ya perjalanan karir dari pria kelahiran 28 September 1990 ini. Dengan kegigihan dan kepercayaan diri, Ibrahim tengah sukses membuktikan bahwa passion merupakan potensi diri yang diberikan sang Ilahi untuk menuntunmu berjumpa dengan pekerjaan menyenangkan. Dan menurut Ibrahim, kesuksesan itu ada ditanganmu masing-masing. Maka selalu do what you love and what you do ya, Jobhuners!

Artikel ini ditulis oleh Azizah Nuraini

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun