Pasang Loker

Ini 4 Startup Unicorn yang Ada di Indonesia

Apa itu startup unicorn? Istilah ini merupakan sebutan bagi sederet startup yang telah berhasil memiliki angka valuasi cukup masif, yakni dikisaran 1M USD atau setara dengan Rp. 13.5 triliun. Memang istilah unicorn sendiri lebih mengacu pada valuasi startup yang bergerak di ranah digital, namun bukan berarti pertumbuhan perusahaan baru di bidang offline seperti bisnis restoran, bisnis peternakan, bisnis makanan ringan, dan lain sebagainya tidak bisa disebut sebagai startup unicorn. Hanya saja istilah ini sudah terlanjur identik dengan bisnis di ranah digital modern.

12_april

Indonesia perlahan mulai menuju ekosistem digital di Asia Tenggara. Bahkan bergerak beriringan dengan pertumbuhan bisnis e-commerce yang mencapai rata-rata 17% selama lima tahun terakhir, maka tak heran jika sekarang Indonesia sudah berhasil memiliki 4 startup unicorn lho, Jobhuners. Yuk simak infonya!

Go-Jek

Perusahaan Go-Jek didirikan pada tahun 2010 oleh Nadiem Makariem. Setelah 6 tahun berdiri, Go-Jek mendapatkan gelar unicorn, tepatnya pada tanggal 4 Agustus 2016. Hal ini menjadikannya sebagai startup unicorn pertama di Indonesia. Total pendanaan yang berhasil diraih oleh Go-Jek sekitar 1,75 miliar dolar Amerika. Go-Jek mendapatkan pendaan dari konsorsium 8 investor yang digawangi oleh Sequoia Capital dan Warbrug sebesar 550 juta dolar Amerika. Kemudian dana tambahan senilai 1,2 miliar dolar Amerika dari Tencent Holding dan JD.com. Hal tersebut membawa Go-Jek menempati nilai tertinggi diantara startup unicorn lainnya di Indonesia.

Tokopedia

Tokopedia lahir setahun lebih awal dari Go-Jek, yakni di tahun 2009. Startup ini digawangi oleh William Tanuwijaya. Secara keseluruhan Tokopedia telah memperoleh pendanaan senilai $1,347 miliar. Dengan pendanaan terbesar diraih pada tanggal 17 Agustus 2017 lalu dari investasi yang dilakukan oleh Alibaba sebesar 1,1 miliar dolar Amerika. Tokopedia menyusul Go-Jek menjadi unicorn kedua di Indonesia setelah 8 tahun berdiri.

Traveloka

Traveloka berhasil didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi dan kedua temannya. Meskipun terbilang muda, Traveloka membuktikan bahwa layanannya begitu bermanfaat. Ia menyusul Go-Jek dan Tokopedia dengan menyandang gelar unicorn sekaligus menjadi startup Indonesia termuda peraih gelar unicorn hingga saat ini. Total valuasi pendanaan yang diraih Traveloka mencapai 2 miliar dolar Amerika dengan bertambahnya pendanaan dari perusahaan serupa asal Amerika Serikat bernama Expedia. Expedia menginvestasikan dana sebesar 350 juta dolar Amerika kepada Traveloka.

BukaLapak

BukaLapak lahir ditahun yang sama dengan Go-Jek, yakni pada tahun 2010, oleh Achmad Zaky. Dengan pendanaan dari Elang Mahkota Teknologi atau EMTEK yang dirahasiakan jumlahnya, CEO Achmad Zaky mengumumkan bergabungnya BukaLapak ke dalam deretan startup unicorn.

Wah, cukup menjanjikan juga ya dunia digital masa kini. So, jika kamu merupakan bagian dari motorik startup atau hanya sebatas user saja, sekarang sudah saatnya untuk meningkatkan dan mendukung aktivitas digital ekonomi demi peningkatan devisa negara ya, Jobhuners!

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun