Pasang Loker

Joe Adimara: Berkarya Sembari Menghasilkan Impact Bagi Sekitar

Berawal dari seringnya diajak keluarga untuk mengunjungi pedalaman di beberapa daerah Indonesia, Joe Adimara atau yang akrab disapa Joe mulai giat untuk memotret. Hasil fotonya yang dihasilkan dari sisi lain tempat pedalaman yang ia kunjungi, mulai ia tunjukan pada teman-temanya yang sama-sama duduk di bangku SMP denganya. Sebelumnya Joe sempat berkarier sebagai cementing engineer, kini Joe memilih untuk fokus menjadi travel fotografer, serta menjadi content creator  dan creative director @exploreindonesia. Bagaimana cerita karir Joe? Yuk, simak Jobhuners!

Seperti apa sih pekerjaan yang Joe jalani sekarang?

Saat ini saya fokus bekerja sebagai travel photographer, kemudian menjadi creative director-nya @exploreindonesia juga.

Bagaimana awal perjalanan Joe menjadi seorang fotografer sekaligus content creator?

Pertama, di fotografi saya paling suka genre landscape atau nature. Waktu SMP sering diajak jalan bersama keluarga untuk menyambangi keluarga yang ada di pedalaman, tepatnya di beberapa daerah di Indonesia. Nah, dari situ saya mulai suka memotret sisi lain tempat tersebut. Setelah memotret, saya ceritakan pada teman-teman sekolah atau teman-teman sekitar. Mereka tertarik dan akhirnya mengunjungi tempat itu. Dari situ saya mulai suka fotografi, terlebih di landscape. Kalau sebagai content creator, baru 2 tahun berjalan dan lebih ke bidang fotografinya untuk mengisi kategori di foto.

Apa pekerjaan Joe sebelumnya?

Saya dulu bekerja sebagai Cementing Engineer di salah satu perusahaan minyak asing yang ada di Balikpapan.

Mengapa tertarik untuk bekerja di bidang ini?

Karena di bidang seni, kita nggak hanya bisa menghasilkan sesuatu untuk diri sendiri, tapi kita bisa berbagi dengan orang lain dan orang sekitar juga. Selain itu, seni bersifat bebas dan tak terikat, serta kita bisa menuangkan apapun ide, kreativitas, dan tenaga kita untuk menghasilkan karya yang bisa dinikmati diri sendiri maupun orang lain.

Apa saja suka duka bekerja di bidang ini?

Sukanya banyak. Mengenal banyak orang di Indonesia maupun di luar negeri, dan kita bisa sharing kehidupan, kultur, dan budaya masing-masing dari orang-orang yang kita temui di bidang travel fotografi yang sekarang saya geluti. Dukanya, untuk di travel fotografi, kita akan banyak bekerja di alam, dan alam nggak bisa kita prediksi. Dukanya ketika disitu ekspektasi kita ga sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan kita bayangkan. Akhirnya, mau nggak mau kita harus kembali lagi ke tempat itu sih.

Apa pengalaman paling memorable selama bekerja di bidang ini?

Mungkin di travel photography. Tahun 2016, saat itu ke Lumajang dengan teman saya, sama-sama fotografer outdoor. Nah di situ kita explore beberapa air terjun Lumajang, dan ternyata sekarang ada social impact setelah kita datang ke sana untuk membuat konten di sana. Impactnya ternyata luar biasa. Jujug-an di Jawa Timur sekarang tidak hanya Bromo dan Ijen, tapi Lumajang menjadi prioritas mereka, yaitu ada Air Terjun Kapas Biru dan Air Terjun Tumpak Sewu. Di situ, kita bisa membantu secara nggak langsung kehidupan perekonomian warga sekitar. Dan yang tidak disangka, kita bisa banyak menghasilkan impact yang positif di sana.

Apakah selama ini ada role model untuk feed di Instagram?

Ya memang saya bikinkan, ada satu aplikasi untuk membuat konten seperti apa yang kita mau. Namanya aplikasi itu, UNUM. Nah disitu kita bisa ngonsep seperti apa  upload-an kita. Seperti apa yang kita mau, kita bisa melihat gambaran sebelumnya lalu kita susun di situ foto-foto yang mau kita upload dengan sesuai konten yang ada.

Terkait @exploreindoensia, apa saja yang dikerjakan oleh Joe sebagai Creative Director?

Sebagai creative director, saya sendiri banyak berpikir apa saja program-program baru yang akan dibuat, agar nggak monoton itu-itu saja. Lalu juga terlibat dalam pembuatan konten foto maupun di video untuk alur output yang kita bikin untuk satu konten.

Sebagai content creator sekaligus creative director, bagaimana konten Instagram yang menarik menurut Joe?

Menurut saya, yang menarik itu pada satu segmen dalam satu bidang, entah itu di satu genre atau ciri khas yang Instagramer miliki. Jadi, disitu lah keahlianya di bidang apa akan terlihat.

Definisi fotografi menurut Joe itu seperti apa?

Fotografi menurut saya adalah seni melukis cahaya dengan bidang equipment sebuah kamera, yang setting-nya menangkap suatu hal yang harus menyertakan adanya sebuah cahaya, sehingga kita bisa menghasilkan beberapa image atau foto yang sesuai dengan apa yang kita konsep dan yang kita mau.

Apa perbedaan fotografer dan content creator , serta bagaimana foto yang menarik menurut Joe?

Menurut saya, fotografer itu lebih ke bidang satu pekerjaan, yaitu hanya pada fotonya. Bagaimana membuat konsep satu foto dan bagaimana mengolah agar bisa mendapatkan suatu foto yang mereka inginkan. Sedangkan untuk content creator itu lebih luas. Bisa content writer, penulis konten, vidoegrafer, orang yang membuat konten video, fotografer pun disebut dalam content creator itu sendiri. Bagi saya, foto yang menarik ialah foto yang bercerita atau satu foto yang bisa menggambarkan suatu alur cerita.

Mengenai motivator, Joe paling terinspirasi dengan Instagram milik siapa? Apakah selama ini ada role model saat mengelola feeds Instagram?

Mungkin, di luar ada @maxrivephotography, yang fokus pada segmen mountaineer  dengan sentuhan original foto dan sentuhan lain pada editing-nya. Kemudian untuk gaya lifestyle outdoor, saya suka fotografinya @alexstrhol. Dan untuk gaya travel bisa melihat fotografi karya @stevemccurryofficial.

Apakah ada saran dan tips untuk pembaca Jobhun yang ingin menggeluti bidang yang sama seperti Joe?

Sarannya, dalam menggeluti bidang seni di bidang apapun, kita harus melakukan beberapa proses, yang mungkin itu bisa bikin kita menyerah. Tapi di situ, kita harus dituntut menentukan apa niat kita awal bergelut di bidang seni itu sendiri. Tipsnya, belajar dan terus belajar. Ketika sudah banyak orang yang mengetahui kita, niat kita tetep belajar dan terus belajar, berproses dengan apa yang ada dan berikan hal-hal baru, apa yang kamu mau. Nggak hanya itu saja, cari juga referensi-referensi dari offline maupun online. Untuk offline, kita bisa mengikuti komunitas, mengikuti seminar atau talkshow. Sedangkan untuk online banyak banget yang bisa didapatkan karena di dunia digital ini, untuk mendapatkan ilmu di seni sangat terbuka lebar

Apakah ada tips dan trik ala Joe untuk para Instagrafer pemula yang juga ingin mengelola feeds Instagram-nya dengan menarik?

Tentukan segmenmu ingin di bidang apa. Kemudian cari ciri khas agar banyak orang yang bisa mengenalmu pada bidang tersebut, bahkan dengan karaktermu itu sendiri.

Itu tadi cerita karir ala Joe Adimara. Joe berhasil bekerja sesuai minat yang digemari sambil menghasilkan dampak positif kepada sesama lewat hasil fotografinya. Buat para Jobhuners yang ingin berkarier seperti Joe, jangan lupa untuk belajar dan selalu belajar seperti pesan Joe di atas. Keep spirit, Jobhuners!

Penulis: Ririn Nur Hapsari

Editor: Cynthia Cecilia

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun