Pasang Loker

Ketahui dan Pahami Pro Kontra Tenaga Kerja Asing

Isu terkait TKA (Tenaga Kerja Asing) di Indonesia mendapatkan tanggapan pro kontra dari berbagai pihak, terlebih ketika Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Kementrian Tenaga Kerja sendiri telah mencatat bahwa jumlah TKA di Indonesia mencapai 126 ribu per 2017. Mayoritas pekerja berasal dari Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura.

INFOGRAFIK_03_MEI_2018

Membuka kesempatan investasi dan lapangan pekerjaan

Seperti yang dikutip dari Kompas.com, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, mengungkapkan bahwa Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tidak membebaskan pekerja asing untuk masuk begitu saja, melainkan untuk menyederhanakan prosedur dan birokrasi, sehingga prosesnya bisa berjalan lebih mudah dan cepat. Kebijakan tersebut juga bertujuan untuk mengundang investasi asing serta mendongkrak kemudahan berbisnis di Indoensia agar semakin kompetitif. Lewat investasi yang masuk ke Indonesia, maka lapangan pekerjaan baru juga akan terbuka.

Sebelumnya, Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden pun menilai bahwa masuknya tenaga kerja asing memang tidak bisa dihindari. Jika prosesnya dipersulit, maka investasi akan jatuh ke negara lain. Ia juga menambahkan bahwa jumlah TKA di Indonesia masih kalah dengan jumlah TKI di negara lain. Pada periode Januari-Agustus 2017, BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), telah berhasil menempatkan 148.285 TKI yang tersebar di kawasan Asia-Pasifik, Amerika, Timur Tengah, dan Eropa.

Menimbulkan gesekan sosial

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang Kulit, Indra Munaswar, menganggap bahwa Perpres Nomor 20 tahun 2018 bertentangan dengan Undang Undang (UU) Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pendapat yang senada juga dilontarkan oleh Ketua Komite III DPR RI Fahira.

Fahira menambahkan, kebijakan baru tersebut dianggap tidak sensitif dan responsif terhadap kondisi masyarakat dengan jumlah pengangguran yang tidak sedikit. Baginya, membandingkan jumlah TKA di Indonesia dengan TKI di luar negeri sangatlah tidak relevan. Selain karena angka pengangguran yang rendah, negara-negara tersebut memang sedang membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia. Jika pemerintah tidak hati-hati, masalah ini bisa menimbulkan gesekan sosial yang serius.

Ungkapan pendapat juga disebutkan oleh Ketua Umum KPBI (Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia), Ilhamsyah. Dikutip dari Tirto.id, ia mengungkapkan bahwa hadirnya TKA bukan lah sebuah ancaman bagi para buruh di Indonesia. Namun, hal ini juga merupakan tugas pemerintah Indonesia agar ke depannya harus bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri serta tidak terus-menerus bergantung pada investasi dengan cara menasionalisasi sumber daya alam dan menasionalisasi para perusahaan BUMN.

Nah, lalu apa nih tanggapan kamu tentang tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia? Setuju atau tidak, kamu harus tetap menyiapkan diri untuk menghadapi persaingan global. Tingkatkan terus kompetensi dirimu ya, Jobhuners!

(Artikel ini ditulis oleh Cindy Faradhila)

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun