Laurensia Irma: Bekerja di Startup Itu Harus Pandai Beradaptasi

Perkembangan startup di Indonesia terus meningkat. Laurensia Irma atau yang akrab dipanggil Irma ini melihat bahwa potensi pengembangan startup memang besar seiring dengan penetrasi internet yang juga makin meluas. Sebagai pekerja di dunia startup, perempuan yang hendak melanjutkan studi S2 ke inggris ini menyebutkan soal pentingnya beradaptasi, mengingat banyaknya perubahan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Nah, lalu seperti apa cerita karier Irma di bidang ini? Yuk, simak!

irma_karier

Pekerjaan apa saja yang pernah Irma jalani sejauh ini?

Sepanjang kuliah, aku pernah magang di 3M Indonesia sebagai marketing communication, dan pernah juga sebagai corporate communication di Mercedes Benz Indonesia. In earlier of 2015, I was in charge for Foody Indonesia. Foody ini perusahaan startup Vietnam yang fokus pada direktori kuliner, aku adalah orang pertama yang dipekerjakan agar startup ini bisa tembus pasar Indonesia. Itu cukup menantang sih, karena aku harus mengatur semua hal operasional dari nol. Pelajaran paling berharga selama di Foody adalah aku jadi belajar banyak tentang diri sendiri, dengan cara yang lebih mendalam. Dan juga bisa belajar menjadi pemimpin yang lebih baik setiap hari .

Lalu apa pekerjaan Irma sekarang?

Sekarang aku bekerja di Grab Indonesia, di bagian business operations. Pada dasarnya pekerjaanku ini project-based. Kita ditugaskan dalam masalah atau proyek yang membutuhkan bantuan dalam urusan strategis dan operasi. Ini baru berjalan 4 bulan, tapi aku sudah membantu berbagai proyek, seperti GrabFood dan sekarang ini Asian Games 2018.

Menurut Irma, apa modal utama yang harus dimiliki untuk bekerja di bidang ini?

Menurutku, modal yang harus dimiliki kalau mau kerja di startup adalah agility. Karena namanya juga startup, berarti masih baru merintis, maka tentu akan ada banyak hal yang belum pasti dan banyak perubahan (biasanya mendadak) agar bisnis bisa bertahan. Agility, kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat dan lincah memang sangat diperlukan agar startup kita juga tidak ketinggalan momentum. As most of startup players say perfectly, timing is crucial. I think this is indeed relevant. 

Apa tantangan dan enaknya menggeluti pekerjaan ini? 

Tantangannya adalah strategic and creative thinking is a must! Kita harus selalu gali ide-ide solutif supaya bisa menyelesaikan masalah atau mengembangkan proses yang sudah ada. Terkait ini, aku sendiri pun masih terus belajar. Enaknya? Karena aku kerja project-based dan berhubungan dengan banyak divisi, aku jadi punya kesempatan untuk ngobrol dengan banyak orang baru lintas divisi. Selain itu, karena cakupannya juga lumayan luas, aku jadi berkesempatan untuk belajar di beberapa field, yang tentu sangat berguna untuk memperluas pengetahuan aku.

Seperti apa sih kultur kerja di tempatmu sekarang?

Ada salah satu prinsip Grab yang menurutku kental banget, yakni “Your Problem is My Problem”. Di sini, kita punya budaya kolaborasi, ownership bersama yang tinggi terhadap masalah tertentu. Kolaborasi ini membuat kita saling bantu jika ada kendala, karena kita selalu fokus pada goal besar. Karena kita satu tim, kita harus bisa selesaikan masalah-masalah yang menghambat untuk mencapai goal besar tersebut.

Sebelumnya, apa yang membuat kamu tertarik untuk bekerja di startup?

Lucunya, dulu selesai kuliah, aku nggak mau kerja di startup karena menurut cerita teman-teman yang sudah bekerja di startup, kerjanya lumayan menguras tenaga. Tapi setelah aku terjun di Foody, sebagai startup pertama tempat aku bekerja, aku merasakan sendiri bahwa cuma di startup, aku bisa memberi kontribusi yang nyata untuk bisnis. Struktur organisasi di startup itu cenderung pendek, jadi kita bisa berurusan langsung dengan management level dan bisa eksekusi juga. Kesempatan ini yang mungkin nggak akan aku dapatkan jika bekerja di established company.

Menurut kamu, seberapa besar peran startup, terutama di bidang transportasi di Indonesia?

Penting banget! Menurutku, transportasi itu bisa disebut sebagai kebutuhan primer, karena kita nggak akan bisa mobilisasi dengan mudah untuk explore kebutuhan lainnya tanpa transportasi. Contohnya aja, adik-adik kita di pelosok yang jarak dari rumah ke sekolah saja sudah belasan kilometer, ditambah  dnegan nggak adanya transportasi yang memadai, ya lama-lama akan menggerus semangat mereka untuk bersekolah juga. Di sini dibutuhkan breakthrough action supaya transportasi yang sudah dibangun oleh pemerintah bisa mudah diakses untuk seluruh rakyat Indonesia.

Lalu, bagaimana pendapat kamu soal potensi pengembangan startup di negara kita? 

Menurutku, potensinya besar banget. Jumlah market yang sangat besar, ditambah dengan penetrasi internet yang sudah 50%, dan penggunaan smartphone hingga 103 juta di 2017 (sumber: Emarketer), maka nggak heran kalau Indonesia saat ini dilirik oleh investor-investor besar dari seluruh dunia. Menurutku, masih ada hampir 50% market yang belum tersentuh internet dan sangat potensial untuk dilirik.

Siapa nih role model Laurensia selama ini?

I would say, Sheryl Sandberg, COO Facebook. Sebagai salah satu tokoh perempuan terkemuka, beliau berani untuk ‘gamble‘ dengan bekerja di bidang digital, seperti Google dan Facebook, dari yang sebelumnya bekerja di US Department of Treasury. Kontras banget sih lingkungan pekerjaannya. Tapi kemudian beliau berhasil untuk bertahan di male-dominated industry tersebut, bahkan di bidang digital yang baru untuk beliau. Dia juga selalu mendorong perempuan untuk berani memimpin, sebuah value yang aku juga setujui betul.

Foody-Photo

Apakah ada keinginan yang ingin dicapai dalam waktu dekat? 

Pastinya semoga studi S2-ku di Inggris bisa selesai dengan lancar, dan setelah itu mau bikin startup sendiri di bidang inkubator. Doakan lancar ya!

Bagi saran dan tips untuk mereka yang ingin terjun ke bidang yang sama seperti Irma dong.!

Kalau mau kerja di startup, pastikan dulu kalau kamu memang nyaman dengan model kerja yang selalu berubah-ubah. Selain itu, butuh juga kemampuan untuk multitasking and not complaining! Soalnya, pada dasarnya startup memang mau berkembang cepat dengan sumber daya terbatas. Saranku, ambil ini sebagai kesempatan belajar dan explore diri sendiri.

Nah, apa kamu sudah siap dengan tantangannya, Jobhuners? bekerja di startup memang memiliki kriterianya sendiri. Selain harus mampu untuk cepat beradaptasi dan mental yang kuat, Irma juga menambahkan perlunya kemampuan multitasking. Tapi apapun pekerjaannya, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati maka tantangan apapun akan bisa teratasi.

Penulis: Cindy Faradhila

Editor: Cynthia Cecilia

cynthcecilia

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

You may also like...

Popular Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *