Pasang Loker

Lia Puji Lestari: Awalnya Bisnis Sendiri, Kini Menjadi Mentor Bisnis Orang Lain

Lia nekat terjun menjadi pebisnis online di tahun 2013, ketika digital marketing belum banyak dilirik di Indonesia. Setelah memaksa diri untuk terus belajar mengenai strategi pemasaran online untuk usahanya itu, perempuan berusia 28 tahun ini pun mampu mempertahankan Borneo Be, bisnis di bidang fesyen yang digelutinya hingga sekarang. Tidak hanya itu, rasa tidak pernah puas dan terus belajar juga membawanya menjadi digital marketer handal sehingga kini ia bisa menjadi mentor bagi para pebisnis pemula. Seperti apa karir Lia? Yuk, simak!

LIA_PUJI

Apa pekerjaan pertama Lia setelah lulus kuliah?

Saya sempat bekerja pada bagian marketing di sebuah perusahaan investasi, namun terpaksa keluar karena tidak betah dengan sistem kerjanya. Setelah itu, saya nekat menerjunkan diri untuk melakukan bisnis di bidang fesyen, bisnis yang masih saya jalankan sampai hari ini.

Sejak kapan dan bagaimana awalnya bisa menekuni bidang ini? Apa yang membuat Lia tertarik menjadi digital marketer?

Saya terjun ke dunia digital marketing sejak 2013, lebih tepatnya sejak pertama kali saya membuka bisnis online milik sendiri. Dari situ awal mulanya saya memaksa diri untuk belajar bagaimana memasarkan produk secara online. Akhirnya saya pun mengenal Facebook Ads, juga ragam strategi pemasaran online. Menurut saya, internet  sangat menarik untuk dipelajari. Perubahan yang begitu cepat menuntut kita untuk terus belajar hal baru. Internet juga sangat memudahkan pekerjaan kita, yang awalnya serba offline, kini bisa jauh lebih mudah dan menguntungkan dengan sistem online. Inilah alasan kenapa saya tertarik untuk menyelami lebih jauh tentang internet, khususnya digital marketing.

Sekarang Lia bekerja di mana dan seperti apa sih pekerjaan yang Lia jalani?

Selain menjalankan bisnis di bidang fesyen, saya juga bekerja sebagai mentor untuk perusahaan pelatihan bisnis online yang berpusat di Jakarta. Tugas saya membantu teman-teman, para pebisnis pemula untuk memasarkan produk mereka secara online.

Apa saja suka duka bekerja di bidang ini?

Bekerja sebagai mentor membantu saya untuk memperluas networking. Saya pun akhirnya memiliki komunitas yang beranggotakan para pebisnis pemula, pegiat startup, bahkan pebisnis yang sudah sukses.  Lewat pekerjaan ini, ilmu yang saya miliki juga terus bertambah. Sementara dukanya, saya harus ekstra sabar saat menghadapi para pebisnis pemula yang mudah baper karena dagangan nggak laku atau modal mereka yang habis.

Apa arti pekerjaan ini untuk Lia?

Sebagai pebisnis sekaligus mentor, keduanya penting untuk saya. Pertama karena menjadi pebisnis memang passion. Kedua, lewat pekerjaan sebagai mentor, saya pun akhirnya bisa memberdayakan orang lain sekaligus membantu orang lain untuk mengembangkan bisnis mereka.

Apa pengalaman paling memorable selama berkarir di bidang ini?

Ketika saya bertemu dengan orang-orang yang mengatakan bahwa saya merupakan inspirasi mereka, terlebih karena bisnis yang saya jalankan sejak usia muda. Juga saat saya mendapat testimoni positif dari teman-teman member  yang akhirnya berhasil memasarkan produk mereka, bahkan bisa mendapatkan omset yang besar.

Lia juga mendirikan Borneo Be kan? Bagaimana awalnya menemukan ide tersebut?

Iya, Borneo Be adalah bisnis di bidang aksesoris yang saya jalankan hingga sekarang. Ide awalnya itu sederhana. Saat itu saya bertemu dengan pengrajin manik-manik di Jawa Timur. Mereka mengeluh karena pertumbuhan usaha yang dijalankan turun. Dari situlah saya menemukan peluang bisnis yang sekaligus bisa menjadi solusi untuk warga setempat, dan pada akhirnya menuntun saya untuk menciptakan brand Borneo Be.

Menurut Lia, apa kunci sukses untuk mengembangkan bisnis di era seperti sekarang ini?

Harus terus belajar dan mau mengikuti perubahan. Di era ini, perubahan cepat sekali terjadi. Hal ini yang menjadi alasan mengapa kita harus berani beradaptasi dengan semua itu. Kalau tidak, kita pasti akan kalah saing dan tertinggal.

Selain menekuni bidang ini, apa lagi kesibukan Lia sekarang? Apakah ada goals yang hendak dicapai dalam waktu dekat?  

Saat ini saya sedang merencanakan usaha baru, sebuah bisnis yang bekerjasama dengan warga lokal di Indonesia tengah. Rencananya sih berkaitan dengan travelling. Diharapkan bisa jadi one stop holiday service, supaya orang-orang yang ingin berlibur tidak lagi bingung ketika mencari penginapan dan kebutuhn lainnya. Layanan ini juga diharapkan bisa lebih menghemat waktu dan tenaga. Sejauh ini, ini yang menjadi goals saya dalam waktu dekat.

Siapa role model Lia selama ini dan apa alasannya memilih dia?

Rico Huang. Meski dia jauh lebih muda dari saya, menurut saya, dia memiliki banyak ilmu. Selain itu, dia juga tipikal yang mau terus belajar. Dia senang memberi motivasi kepada orang lain untuk terus maju. Kebetulan dia juga merupakan atasan saya di perusahaan, dan dia sangat mendukung bisnis yang saya jalankan.

Apakah ada saran dan tips untuk para pembaca Jobhun yang ingin menggeluti bidang ini?

Harus terus belajar dan jangan pernah merasa puas dengan apa yang sudah dicapai. Kita hidup di era yang serba cepat, teknologi selalu berkembang, dan kebutuhan manusia pun terus berubah. Kita harus terus meng-upgrade ilmu agar mampu mengikuti perubahan tersebut. Kalau kita tidak mau terus berkembang, siap-siap saja untuk tertinggal dan kalah dengan para pesaing.

Nah, tidak cepat puas dengan hasil yang dicapai akan menuntunmu untuk terus belajar. Di era saat ini, sangat penting pula untuk terus mengikuti perkembangan serta beradaptasi dengan perubahan. Jadi, siapin diri dan jangan sampai ketinggalan supaya kamu tidak kalah saing ya, Jobhuners!

(Artikel ini ditulis oleh Cindy Faradhila)

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun