Pasang Loker

Mengapa Kita Suka Menunda-nunda Pekerjaan? Ini Alasannya!

Jobhuners, apakah kamu selama ini suka menunda kegiatan yang sudah direncanakan atau dijadwalkan, untuk melakukan kegiatan yang kurang penting? Misalnya tidak langsung mengerjakan tugas sampai mendekati deadline atau bahkan menunggu hingga atasan menanyakannya padamu? Kalau iya, maka kamu sama seperti 20% populasi yang lainnya di dunia.

Kebiasaan seperti ini membuat kalian bisa disebut sebagai penunda-nunda atau yang dalam bahasa Inggris disebut procrastinator. Kalau kalian merasa tidak suka menunda-nunda, bisa jadi kalian memang tidak suka menunda-nunda, atau kalian hanya menyangkal bahwa kalian melakukannya seperti hasil penelitian dari Harriott dan Ferrari (1996) yang mengatakan bahwa dari total populasi di Amerika, 75% di antaranya penunda-nunda, 20% adalah pelaku penunda-nunda kronis, dan 5% sisanya adalah orang yang suka menunda-nunda, tetapi menyangkal kebiasannya ini.

Wah, kalau melihat penelitian mereka ini kayaknya semua orang ternyata suka menunda-nunda ya? Kira-kita kenapa sih kita suka menunda-nunda pekerjaan? Dan apa saja fakta menarik lainnya tentang kebiasaan menunda-nunda? Nih, Jobhun sudah merangkumnya untukmu!

  • Dryden dan Gordon (1993) mengidentifikasi ada tiga penyebab menunda-nunda yaitu kecemasan, tingkat frustrasi rendah dan toleransi serta pemberontakan.
  • Salah satu alasan orang suka menunda-nunda adalah terlalu banyak aktivitas yang sama harus dilakukan dalam satu kali duduk
  • Terlepas dari rentang usia seseorang, menonton tv atau film dan menggunakan media sosial adalah dua hal penyebab menunda-nunda yang paling populer, sedang belanja dan membaca secara konsisten menjadi yang paling tidak populer
  • Berdasarkan beberapa penelitian, saat ini jumlah orang yang suka menunda-nunda bertambah hingga empat kali lipat dibandingkan 30 tahun yang lalu
  • Pada tahun 1978, 5% dari populasi mengaku sebagai penunda yang kronis dibandingkan dengan sekitar 26% dari populasi saat ini
  • Pies Steel, seorang profesor sumber daya manusia di Haskayne School of Business University of Calgary, menyatakan bahwa 95% dari populasi kadang-kadang menunda-nunda dan 20% di antaranya menjadi pelanggar kronis
  • Statistik menunjukkan bahwa 40% orang pernah mengalami kerugian finansial karena kebiasaan menunda-nunda
  • 1 dari 5 orang sangat suka menunda-nunda sampai membahayakan pekerjaan, kredit, hubungan, dan bahkan kesehatan mereka
  • Menurut Kanus (1993), orang yang menunda-nunda mengalami keterlambatan dalam dua hal yaitu pengembangan dan pemeliharaan diri
  • Sebuah penelitian selama 10 tahun menunjukkan bahwa penundaan di kalangan orang Amerika terus meningkat, membuat orang lebih miskin, lebih gemuk, dan tidak bahagia

Wah, ternyata kebiasaan suka menunda-nunda ini membawa banyak dampak negatif ya, Jobhuners! Sebenarnya kita bisa mulai mencoba mengurangi kebiasaan ini dengan membuat rancangan kegiatan harian, lho. Dengan membuat itu, kita bisa menentukan apa yang akan kita lakukan setiap jamnya dan meminimalisir melakukan hal-hal yang tidak penting. Bagaimana setelah ini kalian masih mau menunda-nunda nggak?

Sumber: Diolah dari berbagai sumber

About Author

Highly interested in communication, media, and political studies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *