Pasang Loker

Mengenal Glossophobia dan Cara Mengatasinya

Jobhuners, sudah menjadi hal lumrah jika hampir setiap manusia memiliki kemampuan bicara. Tapi, bagaimana dengan kemampuan bicara di depan umum? Dilansir dari briantracy.com, glossophobia atau ketakutan seseorang terhadap bicara di depan umum, memiliki peringkat lebih tinggi daripada ketakutan seseorang akan kematian. Fakta ini membuktikan, ketakutan berbicara di depan umum merupakan hal nyata yang mungkin banyak dari kita masih mengalaminnya.

Namun, terlepas dari fakta tersebut, kemampuan ini benar-benar dibutuhkan saat kita terjun ke dalam dunia kerja. Presentasi di depan client, atau sekedar mengungkapkan pendapat saat rapat dengan rekan kerja adalah beberapa contoh keadaan di mana kita harus mengeluarkan keberanian untuk bicara di depan umum. Kita tidak bisa selamanya menolak hanya karena kita takut. Jika tidak begitu, kehidupan dunia kerja kita akan terganggu dan kita malah tertinggal dengan orang lain. Jadi, bagaimana cara untuk menghalau ketakutan seseorang terhadap situasi bicara di depan umum? Simak tips-nya!

Kurangi berpikir tentang penolakan

“Bagaimana jika mereka menertawakan saya?” , “Bagaimana jika nanti tidak ada seorang-pun yang mendengarkan saya?”, dan “bagaimana jika..” lainnya, adalah pikiran-pikiran negatif yang kerap menhampiri saat seseorang hendak berbicara di depan umum. Yakinkan diri sendiri bahwa audience yang nantinya ada di depan kamu adalah orang-orang yang ingin mendengarkan kamu karena sebuah alasan. Berpikir negatif tentang penolakan hanya akan membuat kita panik hingga akhirnya melupakan hal-hal yang sudah kita persiapkan sebelumnya.

Menganggap gugup sebagai hal normal

Ada beberapa orang yang menunjukkan reaksi khas saat mereka gugup. Tangan atau bibir gemetar, muncul keringat berlebih, atau mungkin menjadi tidak bisa diam alias terus bergerak-gerak. Ini adalah hal normal, dan banyak orang juga mengalami hal serupa. Kita boleh saja memiliki gerak-gerik khas saat kita gugup. Tapi, jangan biarkan hal ini membuat kita berpikir bahwa kita aneh, dan akhirnya akan mempengaruhi penampilan kita saat bicara di depan umum. Persiapkan materi dengan matang, dan berlatihlah dengan rutin. Persiapan dan materi membuat kita fokus sehingga rasa tegang kita akan teralihkan secara alami.

Mengenali audience

Saat berbicara di depan umum, pastilah ada audience yang akan mendengarkan kita. Adalah hal penting bagi seorang pembicara untuk mempelajari bagaimana karakteristik audience mereka sebisa mungkin. Hal ini, nantinya akan bermanfaat untuk membantu kita mempersiapkan kata-kata yang pas saat merangkai materi pembicaraan. Tidak hanya kata-kata dalam pesan saja, tapi juga tingkat informasi serta gaya penyampaian saat kita bicara di depan mereka nantinya.

Berlatih di depan orang lain

Supaya memiliki gambaran situasi sesungguhnya di lapangan, kamu bisa mencoba untuk berbicara di depan orang-orang terdekatmu. Carilah orang terdekat yang sekiranya setipe dengan audience kamu nantinya. Sebut saja audience kamu adalah orang yang lebih muda dari kamu, maka kamu bisa meminta bantuan adik kecil kamu untuk mendengarkan materi kamu. Mintalah saran jujur dari mereka agar kamu bisa semakin berkembang, dan tidak ‘kagok’ saat berada di dalam situasi yang sebenarnya.

Memilih materi yang memang membuatmu tertarik

Yang nantinya akan berbicara di depan umum adalah kamu. Jadi, piihlah subjek yang benar-benar menagkap hasrat ketertarikanmu. Pilih materi yang menurutmu ingin kamu share dengan orang lain. Yang bisa membuatmu bisa membicarakan hal itu dengan sepenuh hati. Kenapa harus memilih suatu materi yang membuat kita tertarik? Ini karena, di saat kamu membicarakan tentang sesuatu yang menarik perhatianmu, secara tidak sadar, kamu akan  membicarakan hal itu dengan nyaman serta penuh rasa kepercayaan diri. Bukankah ini bagus?

Semua hal memang butuh proses. Begitu pula dengan kamu Jobhuners. Semoga, tips-tips di atas dapat mengurangi ketakutan kamu akan situasi, dimana kamu harus berbicara di depan orang banyak.

About Author

Masih Berkegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *