Pasang Loker

Muhammad Amirul Ihsan: Programmer yang Menjajal Dunia Bisnis

Sudah memiliki pekerjaan tetap, tidak membuat seorang Muhammad Amirul Ihsan berdiam diri. Ia ingin membuat sesuatu yang tidak hanya menguntungkan baginya, namun juga bisa bermanfaat bagi banyak orang. Seperti apa kisah Amirul ini? Yuk kita simak, Jobhuners!

Apa pekerjaan Amirul saat ini?

Web Developer, trainer, dan creator Kawan Koding.

Kapan Amirul mulai merintis Kawan Koding ini?

Saya mulai Kawan Koding kalau dihitung dari beli domain-nya, itu sekitar 17 Agustus 2016. Sengaja ditepatkan dengan hari kemerdekaan. Awalnya Kawan Koding hanya project iseng untuk sharing pengetahuan saja, tapi setahun kemudian, tepatnya November 2017 saya memutuskan resign dari semua pekerjaan saya untuk mencoba mengembangkan Kawan Koding ini.

Apa pertimbangan Amirul waktu itu untuk resign dan fokus ke Kawan Koding?

Pertimbangan saya karena rasa puas yang saya dapatkan ketika mendapatkan banyak tanggapan positif dari penonton di channel YouTube Kawan Koding, dan keyakinan jika kita bisa merubah hidup seseorang, maka orang lain tidak akan keberatan membayarkan “beberapa” pundi rupiahnya untuk apa yang kita berikan.

Apa pekerjaan Amirul sebelum memulai Kawan Koding?

Awalnya saya menjadi programmer selama 2,5 tahun, lalu menjadi Dev Manager dan freelance remote di perusahaan Malaysia.

Apa alasan awal Amirul memilih untuk menekuni bidang ini?

Dulu tertarik karena waktu SMA suka download game atau aplikasi di website waptrick.com, kemudian ada sebuah tautan “create your wapsite”. Wapsite itu sebutan untuk website yang khusus HP sih setau saya waktu itu. Dari sana saya mulai kenal HTML, kemudian saya meng-install beberapa CMS yang sudah dimodifikasi untuk forum atau media sosial. Terkadang saya juga memodifikasi sedikit untuk wording-nya saja. Itu semua lewat HP, sehingga saat koneksi buruk, dimana saya telah mengedit banyak, pas save nggak mau, biasanya yang sudah diedit sudah tadi malah hilang. Dan ribetnya kan ngetiknya di HP waktu itu. Dari kejadian tersebut, akhirnya saya memutuskan agar saat kuliah masuk ke jurusan Informatika, padahal awalnya kebayang akan kuliah di Matematika/Fisika.

Menurut Amirul apa modal utama untuk bisa menjalani pekerjaan ini?

Modalnya? Branding dan berani ambil risiko sih. Setelah perhitungan matang-matang, saya memberanikan diri untuk resign.

Terkait Kawan Koding, apa saja sih yang dikerjakan?

Selama ini untuk Kawan Koding lebih banyak membuat video tutorial, tapi akhir-akhir ini juga memproduksi tulisan dan podcast untuk menambah wawasan kawan-kawan yang ingin tau tentang dunia developer ini.

Selain di Kawan Koding, apa kesibukan Amirul lainnya?

Untuk saat ini, saya lebih menerima tawaran kerjaan yang sifatnya menjadi speaker dan trainer. Untuk pekerjaan coding biasanya saya berikan kepada teman.

Menurut Amirul apa suka duka bekerja di bidang ini?

Dukanya sudah pasti duitnya nggak pasti, nggak ada uang tetap bulanan. Sukanya bisa berbagi ilmu dan mendapatkan uang. Eh dukanya kemarin ada yang nanyain, “Kalo nggak gajian hidupnya gimana? Nikah gimana?”, intinya kemarin sudah saya jelasin, tapi beberapa orang masih meragukan kalau dari pekerjaan ini saya bisa hidup.

Amirul sendiri punya role model ngga sih?

Role model untuk programming ada, sekarang beliau jadi Tech Expert di BBM, namanya Andy Librian. Beliau keren, detail dalam teknis dan implementasi best practice dalam sisi development software. Selain itu, orangnya juga low profile, senang berbagi ilmu, namun belum begitu terekspos. Beliau juga mentor saya di bidang programming.

Selama ini apa pengalaman berkesan Amirul selama di dunia Teknik Informatika dan merintis Kawan Koding?

Untuk pengalaman selama berkarier dulu, mungkin waktu ikut Ideabox dengan startup dari kantor saya dulu, Masjidia. Di Ideabox banyak belajar tentang startup, pitching, dan bisa melihat ide-ide keren dari orang lain, walaupun sebenernya saya orang yang nggak begitu antusias dengan startup-nya sendiri, tapi kalau kerja dan ikut membangunnya saya suka. Untuk Kawan Koding, mungkin baru terjadi beberapa minggu lalu, tepatnya 7 Desember 2018. Saya jadi tamu, di kuliah tamu di kampus saya dulu, Unesa, dan melihat perkembangan mahasiswanya yang sekarang sudah banyak aktif di dunia luar kampus, misal dengan startup, itu menyenangkan sekali. Karena selama ini, saya sudah beberapa kali ke kampus lain, tapi almamater saya sendiri malah belum pernah.

Jadi Amirul lebih suka pada apa yang dikerjakan di startup-nya daripada manajemen startup-nya sendiri?

Iya, makanya saya juga anggap Kawan Koding ini bukan startup, tapi bisnis kecil yang dari awal, targetnya profitable sejak awal, atau sebut saja website yang bisa menghasilkan uang.

Apa target hidup Amirul untuk jangka pendek dan panjang?

Menikah, lalu mati hahaha. Apalagi ya? Targetnya sih Kawan Koding lebih berkembang lagi dari konten-kontennya untuk 2019, platform sudah dicicil sekarang.

Apa saran dan tips untuk orang-orang yang ingin menekuni bidang yang sama seperti Amirul?

Untuk yang ingin memulai apapun, baik karier, bisnis, atau startup, hal yang paling penting adalah eksekusi, jangan terlalu banyak tanya tanpa aksi. Aksi – Gagal – Coba Lagi. Semua kegagalan itu punya value. Jadi jangan takut gagal. Berani ambil risiko.

Inspiratif sekali ya Jobhuners kisah dari Amirul ini. Meski rintangan yang harus dihadapi tidak mudah, namun ia tetap memilih untuk menjalankan bisnis yang menurutnya bisa bermanfaat, tidak hanya bagi dirinya, namun juga orang lain. Karena dengan menjadi bermanfaat, kita tidak hanya memperkaya harta, tapi juga jiwa.

Penulis: Siti Aisyah Rahmatillah

Editor: Cynthia Cecilia

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun