Pasang Loker

Panduan Mencapai Work-Life Balance yang Bisa Kamu Coba

Jobhuners, apakah kamu pernah mendengar istilah work-life balance? Work-life balance alias ‘keseimbangan kehidupan kerja’ merujuk pada sebuah frasa yang menggambarkan kondisi seimbang antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Bahasa mudahnya, work-life balance adalah kondisi seseorang yang bisa memanajemen waktunya sehingga antara kewajiban bekerja dengan memenuhi segala kebutuhan pribadi (seperti beristirahat dan bersosialiasi di lingkungan tempat tinggal) memiliki porsi yang sama.

1

Work-life balance menjadi sebuah hal yang sangat ideal untuk dicapai. Mengapa? Banyak sekali kasus pekerja yang terlalu fokus pada karier hingga mengorbankan kebutuhan pribadi. Mungkin sebagian dari mereka tidak merasa apa-apa karena selama ini berorientasi mengejar karier terbaik. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa mencapai work-life balance ternyata dapat memengaruhi kehidupan karier kita. Seseorang yang memiliki keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi cenderung memiliki produktivitas kerja yang lebih baik juga etos kerja yang lebih berkualitas.

Jika memang work-life balance adalah sesuatu hal yang penting untuk dicapai, mengapa dewasa saat ini – terutama para pekerja – sebagian besar tidak memiliki hal tersebut?

Perlu kita akui bahwa sistem kerja di Indonesia masih didominasi oleh hal-hal yang (dikira) dapat meningkatkan produktivitas, tetapi justru malah bisa ‘merusak’ pekerja dan produktivitasnya secara perlahan, seperti: kerja shift, tuntutan untuk bisa mengerjakan semua pekerjaan (multitasking), sampai agenda lembur bahkan harus masuk kantor di akhir pekan. Banyak pekerja yang sulit mencapai work-life balance karena faktor dari kantor mereka.

Sebegini sulitnya kah mencapai work-life balance ketika berkarya di Indonesia? Sebenarnya nggak juga kok, Jobhuners. Ada tips dan trik yang bisa diterapkan kalau kamu mau mencapai hal itu. Hanya saja, siapkan mental dulu karena tips dan trik ini merupakan alternatif yang hanya bisa dilakukan kamu, bukan mengharapkan adanya perubahan dari kantor. Siap?

Menjadi karyawan ­teng-go supaya punya waktu untuk diri sendiri

Namanya pekerjaan tidak akan ada habisnya. Lembur hari ini untuk menyelesaikan tugas besok, eh ternyata besok ada tugas baru. Begitu seterusnya. Hal seperti ini adalah rutinitas yang tidak ada habisnya. Menuruti datangnya pekerjaan untuk segera diselesaikan adalah keputusan buruk untuk diri sendiri. Makanya memang jadi karyawan teng-go adalah keputusan bagus kalau kamu ingin punya me-time. Cap karyawan teng-go tak selamanya berarti kamu pemalas, lho. Bahkan sebenarnya kamu bersikap disiplin dan tegas karena kamu tahu mana waktu untuk bekerja dan untuk pribadi. Asal, selama jam kantor berlangsung kamu juga produktif dalam bekerja.

Sisa pekerjaan diselesaikan esok hari

Bagian ini sulit sekali diterapkan karena selalu memberikan beban tersendiri bagi beberapa dari kita yang terbiasa untuk meninggalkan kantor dalam kondisi bebas tugas. Iya atau tidak? Tidak tahan dengan beban pekerjaan yang belum selesai, akhirnya kamu memutuskan untuk lembur demi membebaskan tugasmu esok hari. Atau, kamu mengambil keputusan untuk membawa pekerjaan itu pulang dan diselesaikan di rumah. Duh, kalau begini, jadi karyawan teng-go juga nggak ada efeknya. Ketika kamu pulang, sebenarnya sudah menjadi hakmu untuk beristirahat dan “bebas tugas” dari pekerjaan kantor. Nikmatilah itu. Kamu berhak memiliki waktu sendiri untuk istirahat atau berkumpul dengan teman maupun keluarga. Jangan kecewakan rekan atau famili kita hanya karena kita sibuk bekerja.

Tidak perlu selalu ‘sempurna’ dalam setiap pekerjaan

Sebagian dari kita merupakan orang-orang perfeksionis yang selalu ingin segalanya sempurna. Kalau hasil pekerjaan kita kurang betul sedikit saja, pasti ada perasaan jengah dan tergelitik untuk memperbaikinya. Hey, tidak ada yang sempurna di dunia ini selain Tuhan! Hehe. Maksudnya, kerjakan dan selesaikan pekerjaanmu dengan benar dan tepat. Tak perlu selalu sempurna. Mengapa? Hal itu hanya akan membuatmu tidak bisa fokus pada hal-hal di luar pekerjaan, bahkan untuk memerhatikan dirimu sendiri saja kamu tidak sempat. Padahal, kalau badanmu sudah protes dengan kebiasaan perfeksionis yang selalu kamu terapkan selama kerja – sampai jatuh sakit – lalu apa gunanya segala kesempurnaan yang ingin kamu capai dipekerjaanmu selama ini?

Menikmati momen istirahat, bersantai, dan kencan

Selagi punya waktu luang, nikmatilah itu semua. Gunakan kesempatan ini untuk beristirahat, melakukan aktivitas me-time yang mungkin selama ini tertunda, berkumpul dan bersantai bersama keluarga, atau bahkan pergi kencan dengan pasangan yang selama ini sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing. Tidak perlu punya rasa bersalah karena sedikit bersantai dan cuek terhadap tanggung jawab pekerjaan. Relax! Semua ada waktunya. Setelah waktu beristirahatmu selesai, kamu akan kembali pada rutinitas yang mengharuskanmu fokus untuk pekerjaan. Kalau kamu tidak punya waktu luang untuk beristirahat dan memerhatikan diri sendiri, yang ada pekerjaanmu tidak lagi produktif dan kamu justru menjadi stress dengan dinamika di kantor. Tidak mau kan seperti itu?

Mengunjungi tempat-tempat baru yang ada di sekitar kantor atau tempat tinggal

Bosan tidak sih kalau ke kantor melewati rute jalan yang selalu sama? Atau kalau setelah jam kantor selesai pasti langsung pulang dengan harapan bisa mandi dan tidur? Kalau kamu tidak merasa bosan dengan hal ini, bisa jadi kamu tipe orang yang rentan untuk tidak mau berubah dan menolak perubahan. Kalau sudah begini, efeknya tentu saja kamu akan terjebak pada rutinitas yang begitu-begitu saja. Hmm..

Jadi, coba deh sesekali melakukan hal yang ada di luar kebiasaanmu. Misalnya melewati jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang kantor. Kemudian coba untuk jangan langsung pulang ketika jam kantor selesai, melainkan mampir ke restoran atau kafe yang (katanya) sedang jadi hits di area kantor. Santai-santai sebentar dengan rekan kerja untuk bersosialisasi dan tidak sekadar membicarakan hal-hal yang hubungannya dengan pekerjaan sepanjang waktu. Kamu akan merasakan betapa nikmatnya memiliki waktu untuk diisi dengan hal-hal di luar rutinitasmu.

Menjaga kesehatan tubuh dan mental

Kamu perlu meluangkan waktu untuk berolahraga. Memang terdengar klise, namun memang pengaruhnya terbukti lho. Olahraga bisa membuat tubuhmu tetap sehat dan bugar. Implikasi pada jaringan dan organ dalam tubuh akan memiliki kinerja yang lebih baik, dapat meningkatkan imunitas, sampai meremajakan otot.

Tercapai tidaknya work-life balance dalam hidupmu sebenarnya merupakan dari keputusanmu. Untuk mampu melakukan semua tips dan trik yang sudah diberikan tadi, butuh komitmen kuat dari dirimu sendiri. Gunanya apa? Tentu supaya bisa konsisten melakukannya sepanjang waktu. Seiring dengan berjalannya waktu, akan selalu ada godaan untukmu meruntuhkan kebiasaan baik yang menyeimbangkan kehidupan kerja dan pribadi. Tahan dan tidaknya dirimu terhadap godaan itu tentu hanya kamu yang tahu. Tetap semangat, Jobhuners!

Penulis: Dhalia Ndaru Herlusiatri Rahayu

Editor: Cynthia Cecilia

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *