Pasang Loker

Perbedaan Translator dan Interpreter yang Perlu Diketahui

Jobhuners, kalian tahu nggak kalau profesi translator dan interpreter itu berbeda? Secara umum keduanya memang memiliki peran yang sama, yakni menerjemahkan bahasa satu ke bahasa lainnya. Nah, tapi ada perbedaannya lho. Supaya tidak salah, yuk simak apa saja sih perbedaannya.

1

Translator adalah penerjemah, namun produk yang dihasilkan berupa tulisan di atas sebuah media. Tugas seorang translator ialah melakukan transfer teks dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran, dengan waktu yang lebih fleksibel.

Interpreter atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai juru bahasa adalah seorang penerjemah bahasa yang mengalihkan bahasa lisan dari bahasa satu ke bahasa yang lain secara langsung (orally) dalam waktu yang sama atau “on the spot“ (saat itu juga).

Translator dan interpreter memang memiliki kesamaan dalam hal menerjemahkan, namun perbedaannya terletak pada saat proses menerjemahkan. Seorang translator biasanya memiliki waktu kerja yang dapat disesuaikan sendiri. Translator identik dengan terjemahan yang berbentuk tulisan, contoh seperti novel, makalah, jurnal, tugas akhir, film, dan masih banyak lainnya, yang memerlukan waktu lumayan lama.

Berbeda dengan seorang translator, seorang penerjemah lisan atau interpreter bertugas menerjemahkan secara lisan atau langsung dengan ucapan mereka tanpa perlu menulisnya. Karena prosesnya dilakukan secara lisan, maka interpreter biasanya lebih memerlukan konsentrasi tinggi karena waktu untuk proses menerjemahkan sangatlah pendek. Penerjemah lisan harus bisa mendengar perkataan dari seorang narasumber. Pada saat yang bersamaan mereka akan memproses terjemahannya, lalu mereka akan langsung mengucapkan artinya.

Terlepas dari perbedaan peran dari translator dan interpreter, berprofesi menjadi juru bahasa merupakan sebuah pekerjaan yang menarik dan cukup menjanjikan dengan penghasilan yang lebih dari lumayan. Apa saja sih keuntungan menjalankan profesi ini?

Menyenangkan dan menantang

Berprofesi sebagai juru bahasa tentunya memiliki kepuasan karena kita bisa terhubung dengan banyak hal baru, bahkan orang-orang baru juga.

Penghasilan yang lumayan

Banyak yang mempertanyakan, apakah penghasilan interpreter ini cukup layak? Karena terkadang sifatnya freelance. Untuk beberapa bahasa yang sulit, misalnya Rusia, Mandarin, atau Swahili, tarifnya bisa mencapai Rp 8-10 juta sehari untuk 8 jam kerja. Kalau bahasa Inggris antara Rp 2,5 juta-Rp 6 juta sehari.

Berbeda dengan seprang interpreter, seorang translator mendapat perhitungan yang berbeda-beda. Pekerjaan bisa dihitung dari jumlah halaman, jumlah kata, jumlah karakter yang akan di terjemahkan, serta tingkat kesulitan bahasa yang akan digunakan. Untuk harga bisa 175.000 – 250.000 per lembar. Tapi jika bekerja di sebuah perusahaan atau agensi, umumnya akan mendapatkan pendapatan sekitar Rp 7 juta per bulan.

Bagaimana Jobhuners, apakah kamu  tertarik untuk menjadi seorang translator atau interpreter? Menjadi seorang yang ahli di bidang translator atau interpreter tentunya mewajibkan kamu untuk menguasai bahasa sumber dan bahasa sasaran ya.

About Author

Building my startups, Jobhun. Also managing DILo Surabaya coworking space. I also leading my communities, Facebook Developer Circles Surabaya and Tech In Asia City Chapter Surabaya.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami