Pasang Loker

Putri Agustina: Buktikan Mimpi dari Kehebatan Misi Sosial

Jobhuners, yuk berkenalan dengan Putri Agustina, satu lagi generasi produktif yang turut berpartisipasi dalam menjalankan aksi positif. Perjalanannya dimulai dengan banyak mengikuti program kepemudaan di luar negeri, menjadi relawan dari berbagai kegiatan sosial, kemudian bergelut dalam bidang developer.

CERITA_KARIER_PUTRI

Selain bisa menambah pengalaman dalam berbagai penanganan misi sosial, Putri mengungkapkan bahwa ia juga mendapatkan banyak keuntungan dari berbagai aksi sosial yang pernah diikutinya.  Putri berhasil menginisiasi “Abroad You(th) Book Project”, sebuah proyek buku kolaborasi tentang kisah para pemuda perwakilan Indonesia dalam program internasional di luar negeri. Lalu kira-kira bagaimana sih perjalanan karir alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta ini? So, biar tak semakin penasaran, yuk simak!

Apa profesi yang sedang digeluti saat ini?

Sekarang saya mungkin lebih dikenal sebagai penulis karena sudah 1,5 tahun ini mengeksekusi Abroad You(th) Book Project dengan produk berupa seri buku antologi kisah anak muda Indonesia yang pernah mengikuti program kepemudaan di luar negeri, seperti exchange, forum diplomasi, volunteering, dan lain-lain. Saya menginisiasinya karena saya memiliki passion di bidang youth development. Bisa dibilang ini adalah wadah bagi saya untuk belajar menjadi seorang social entrepreneur. Akan tetapi di balik proses menjalani proyek tersebut, saya juga sempat bekerja untuk dua korporasi. Deskripsi pekerjaannya memang tidak lepas dari dunia tulis menulis dan penjualan, seperti corporate secretary, sales administrator, editor, bahkan ghost writer.

Apakah pekerjaan saat ini adalah pekerjaan pertama yang didapatkan selepas lulus kuliah? Jika tidak, apa pekerjaan pertama Putri setelah lulus kuliah?

Pekerjaan saat ini bukanlah yang pertama selepas lulus kuliah. Sekitar sebulan setelah lulus, saya mengikuti seleksi paid-volunteer di Komnas Perempuan, lalu diterima untuk kontrak satu tahun kerja sebagai petugas unit pengaduan dan rujukan perempuan korban kekerasan berbasis gender. Memilih kesempatan ini karena ingin mengamalkan ilmu yang telah didapatkan dari G(irls)20 Summit di Rusia 2013 silam yang merupakan program pemberdayaan perempuan di sektor sosial-ekonomi.

Apa hal menarik tentang Putri yang belum banyak diketahui orang?

Sebenarnya, latar belakang pendidikan saya adalah keguruan. Kalau lurus-lurus saja setelah lulus, maka kualifikasi saya sesuai untuk menjadi guru di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan pemasaran atau manajemen bisnis. Menurut saya, bekal perpaduan antara ilmu kependidikan dan pemasaran yang telah saya jalani di perguruan tinggi meski dipisahkan tetap dapat saya gunakan dalam menunjang profesi saat ini.

Apa arti pekerjaan ini untuk Putri?

Bagi saya, menulis adalah salah satu cara berbagi. Apalagi kalau tulisannya dibukukan, maka akan abadi dari generasi ke generasi.

Apa yang membuat Putri tertarik menekuni bidang ini?

Karena saya sudah pernah ke luar negeri untuk ikut program kepemudaan sebanyak tiga kali, saya merasa diri ini berkembang secara personal dan profesional setelah mengikutinya. Untuk itu, saya yakin bahwa anak muda Indonesia lain perlu merasakan pengalaman tersebut. Sejujurnya buku merupakan alat yang lumayan ‘challenging’ secara bisnis, tapi saya juga berpikir untuk meningkatkan kembali pamor buku supaya terus dibaca oleh kalangan muda.

Putri adalah founder ID Volunteering Hub kan? Bisa dijelaskan secara singkat, sebenarnya apa itu?

Indonesia Volunteering Hub (IVH)/idvolunteering merupakan inisiatif pascaprogram G(irls)20 Summit 2013 yang saya ikuti, dimana saat ini telah mengalami pivot dan menjadi channel media sosial khusus informasi lowongan relawan, acara sosial, dan galang dana di Indonesia. Saya yang memiliki konsepnya, kemudian dan sahabat saya bernama Cevi Agis yang mengatur hal-hal bersifat IT di sana. IVH gencar mempromosikan bahwa dengan menjadi relawan maka anak muda Indonesia bisa mengembangkan diri mereka sekaligus terlibat dalam perbaikan masalah sosial di negara ini.

Mengapa Putri mendirikan itu?

Sama seperti proyek buku di atas, karena passion saya di bidang youth development. Dulu selama kuliah, saya dan Agis sering mengikuti kegiatan kesukarelawanan yang membuat kami merasa lebih berkembang dan peduli terhadap sesama. Oleh karena itu, saya ingin teman-teman lain mendapatkan pengalaman volunteering dengan cara memberi jalan berupa informasi yang aktual dan mudah diakses lewat IVH.

Apa suka-duka menggeluti bidang ini?

Banyak sih, apalagi mendirikan ini dari nol. Yang paling mendalam, yaitu sulit menentukan revenue streaming di awal-awal. Jadi, sudah banyak merogoh uang pribadi co-founder. Namun, sekarang kami lebih sering tersenyum karena IVH sudah semakin dikenal banyak orang dengan bukti jumlah fans organik yang terus meningkat.

Siapa role model Putri selama ini? Dan apa alasan memilihnya sebagai role model?

Kalau role model ada beberapa. Tetapi yang paling menginspirasi diri ini untuk selalu meningkatkan intelektualitas, nasionalisme, dan semangat berkarya adalah Bapak B.J. Habibie.

Seberapa besar pengaruh role model bagi perjalanan karier Putri?

Cukup besar karena godaan menjadi apatis atau mementingkan diri sendiri tentu selalu ada, baik dari internal maupun eksternal. Mental kita bisa lemah dan fisik kita bisa lelah selama perjalanan jatuh bangun merintis sebuah inisiatif. Karena sering terngiang motivasi dari Bapak B.J. Habibie tentang menjadi bermanfaat bagi bangsa dan negara, maka komitmen diri ini untuk membangun generasi muda Indonesia lebih berdaya terus menyala.

Apa pengalaman paling memorable sepanjang karir Putri?

Bisa berkolaborasi tulisan dengan 72 pemuda Indonesia dari berbagai daerah yang hanya kurang dari 50%nya pernah bertemu muka dengan saya. Berkat era digital dan personal branding saya sepertinya.

Selain yang Putri tekuni sekarang, apa kesibukan Putri lainnya?

Sedang menyiapkan aplikasi untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana

Apa goals Putri dalam waktu dekat?

Fokus dalam pembuatan kurikulum pendidikan latihan bagi pembeli buku Abroad You(th) dan publik karena saat ini semua serinya sudah diluncurkan. Terdapat layanan pascajual berupa online dan offline workshop, seperti bahasa Inggris, esai, wawancara, FGD (Focus Group Discussion), presentasi, dan sebagainya.

Langkah apa yang sudah mulai dipersiapkan Putri dalam mencapai setiap target-targetnya?

Workshop yang online telah berjalan beberapa kali, sehingga sudah mulai melihat antusiasme peserta dan metode yang paling efektif. Saat ini juga sedang mengajukan kolaborasi ke berbagai pihak untuk menjadi partner dalam rangkaian agenda yang offline.

Apakah ada saran dan tips untuk mereka yang ingin terjun ke bidang yang sama seperti Putri?

Ambil peran yang sangat mungkin bisa kita lakukan, lalu temukan rekan yang bisa membantu brainstorming ide dan menjadikannya aksi nyata.

Wah, ternyata pintu karier dapat dimulai dengan menjadi volunteer juga ya, Jobhuners. Seperti apa yang sudah dibuktikan oleh Putri Agustina tersebut. Ingat, yang terpenting selalu berikan niatan yang terbaik, fokus terhadap apa yang sedang kamu lakukan, dan harus pintar mencari kesempatan untuk dapat ikut berperan dalam memberikan aksi nyata pada negara.

(Artikel ini ditulis oleh Azizah Nuraini)

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *