Pasang Loker

Stella Azasya: Selalu Luangkan Waktu Untuk Menulis

Hobi yang dibayar rasanya nyata untuk Stella. Perempuan berusia 23 tahun ini sudah menekuni dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku SMP. Mengaku senang dengan bidang satu ini, Stella merasa pekerjaannya sebagai penulis merupakan salah satu hal terbaik yang bisa ia dapatkan. Meski sempat merasakan bekerja sebagai akuntan, kini ia bekerja sebagai penulis full time di salah satu media online ternama di Indonesia. Seperti apa kisah karier Stella? Yuk, simak!

Apa pekerjaan pertama Stella setelah lulus kuliah?

Sebelum menjadi penulis, aku pernah kerja kantoran. Pekerjaan pertamaku menjadi akuntan di salah satu kantor pelayaran.

Sejak kapan dan bagaimana awalnya bisa menekuni bidang ini? Apa yang membuat Stella tertarik menjadi penulis?

Kalau menulis sih udah dari SMP, tapi alirannya lebih ke fiksi. Baru mulai menulis non-fiksi saat kuliah. Dosenku yang memberi masukan, kayaknya aku cocok kerja di media. Akhirnya, aku pikir-pikir kenapa nggak dicoba. Sementara itu, hal yang menarik dari menjadi penulis adalah ketika nulis kita jadi bisa mencurahkan semua yang kita rasakan tanpa perlu bercerita ke orang lain. Soalnya aku nggak terlalu suka banyak ngomong, jadi menulis ini memang tepat banget buat aku.

Sekarang Stella bekerja di mana dan seperti apa pekerjaan yang Stella jalani itu? 

Aku bekerja di IDN Media sebagai Creative Writer. Setiap hari aku menulis di kolom lifestyle. Kalau nggak lagi liputan atau wawancara, ya, mostly di kantor sih.

Apa arti pekerjaan ini untuk Stella? 

Means the world! Haha. Aku adalah tipe orang yang gila kerja, jadi justru akan nggak tenang kalau nggak ada yang dikerjain. Dan menulis adalah hal yang aku suka, bikin ketergantungan banget.

Pernah tidak tulisanmu ditolak untuk diterbitkan? Jika iya, seperti apa ceritanya?

Puji Tuhan belum pernah. Hanya ada revisi tapi nggak sampai ditolak gitu.

Berapa lama waktu yang Stella butuhkan untuk menulis dalam sehari? 

Aku bisa nulis saat pagi atau malam sebelum tidur. Entah itu cerpen, puisi, atau artikel pun selalu aku sempatkan waktu untuk menulis. Jadi tidak bisa dihitung pasti berapa total jam yang diperlukan untuk menulis dalam sehari.

Apa yang membedakan tulisan Stella dengan orang lain?

Dalam menulis, aku biasanya blak-blakan. Kebetulan banyak juga yang bilang kalau tulisanku seperti itu, frontal. Agak ekstrem untuk mereka yang nggak terbiasa baca tulisan-tulisanku. Kalau yang sering baca pasti udah tahu.

IMG-20180228-WA0002

Bagaimana cara Stella menghadapi kebuntuan saat menulis? 

Biasanya dengan tidur, sih. Bisa juga dengan pergi ke supermarket sebentar untuk beli es. Setelah itu pasti bisa menulis lagi.

Apakah ada proses tertentu untuk menemukan inspirasi saat hendak menulis? 

Biasanya aku akan mencari inspirasi dari teman-teman atau dari komentar pembaca di artikelku yang sudah terbit.

Bagaimana tanggapan mengenai komentar ‘jelek’ pada tulisan Stella sendiri? 

Karena aku orangnya cuek, jadi nggak terlalu peduli dengan komentar yang niatnya memang mau ngatain. Tapi kalau ada komentar kasar yang niatnya baik, aku pasti like komentarnya pakai akun pribadi.

Apa saja suka duka bekerja di bidang ini? 

Mungkin, dukanya adalah ketika harus perang sama diri sendiri karena aku orangnya keras banget. Saat memiliki target, hal tersebut selalu aku pikirin dan akhirnya stres sendiri. Itu memang sifat yang nggak bisa dihilangkan, hehe. Sementara sukanya, ya aku suka banget sama dunia tulis menulis, jadi pekerjaan ini memang pas banget sama hati aku.

Apa pengalaman paling memorable selama berkarir di bidang ini? 

Buat aku, semua hal tentang pekerjaan yang aku jalani ini menyenangkan. Misalnya ketika pergi wawancara, liputan, bahkan ketika harus ke banyak kampus untuk sharing terkait tulis-menulis. Semuanya berkesan banget.

Selain menekuni bidang ini, apa lagi kesibukan Stella sekarang? Apakah ada goals yang hendak dicapai dalam waktu dekat?   

Puji Tuhan, sekarang sedang mengurus penerbitan buku pertama. Aku juga sibuk berkegiatan dan mengurus gereja. Selain pekerjaan, baru dua kesibukan itu yang paling penting sekarang. Sementara goalsnya, ya semoga bukunya bisa segera terbit tanpa masalah yang berarti.

Siapa role model Stella selama ini dan apa alasan memilih dia? 

Role model aku adalah Charllote Bronte, penulis sastra klasik abad 18-an. Kenapa suka dia? Karena tulisannya sederhana tapi ngena, dan long lasting. Meskipun sudah ratusan tahun, karyanya tetap enak dibaca dan dinikmati.

Apakah ada saran atau tips untuk mereka yang ingin menggeluti bidang yang sama dengan Stella?

Tipsnya adalah harus pintar-pintar mengatur keinginan dan target yang hendak dicapai. Jangan gampang bosan, mengeluh, dan menyerah. Harus bisa tahan banting ketika ada kesulitan apapun. Kalau sedikit-sedikit sudah mengeluh, bidang apapun pasti nggak akan cocok. Oh ya, jangan lupa konsisten juga ya.

Nah, kerja keras memang selalu membuahkan hasil. Seperti kata Stella, jangan mudah mengeluh, apalagi sampai menyerah. Selalu semangat dan berusaha untuk mencapai apa yang kita inginkan. Semangat terus, Jobhuners!

(Artikel ini ditulis oleh Cindy Faradhila)

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *