Pasang Loker

The Pursuit of Happiness: Secuil Fase Kehidupan yang Menggetarkan Hati

Hidup manusia memiliki banyak fase. Kadang kita ada di dalam fase pencarian jati diri, fase jatuh berkali-kali, hingga fase yang paling orang-orang idamkan, yakni fase kesuksesan. Setiap orang, termasuk Jobhuners memiliki fase kehidupannya masing-masing. Mungkin saat ini ada beberapa dari kita yang sedang dalam fase kesuksesan, atau malah sebaliknya. Film “The Pursuit of Happiness” akan menunjukkan kepada kita secuil dari beberapa fase kehidupan yang dialami sang tokoh utama, Chris Gardner. Film yang berkisah tentang true story ini diangkat dari buku yang ditulis oleh Chris Gardner sendiri dengan judul yang sama. Film ini menceritakan biografi seorang Chris Gardner yang mengalami beberapa fase hidup berharga, hingga akhirnya sukses mendirikan firma broker saham Gardner Rich & Co yang merupakan buah atas hasil usaha kerasnya sendiri.

Sinopsis singkat

1981, Chris Gardner (Will Smith) yang sudah menghabiskan seluruh tabungannya untuk investasi alat kesehatan mesin pemindai tulang portable, akhirnya tersadarkan bahwa mesin ini tidak laku karena dianggap mahal oleh para dokter. Di lain sisi, tagihan sewa rumah dan biaya daycare anaknya, Christoper (Jaden Smith), telah menumpuk, hingga akhirnya sang istri (Thandie Newton) harus bekerja selama 14 jam per hari untuk membantu mengatasi masalah keuangan mereka. Karena tidak kuat, istri Chris akhirnya meninggalkan Chris untuk bekerja di New York City dan ingin membawa serta anak mereka satu-satunya. Chris bersikukuh ingin Christoper hidup dengannya, sehingga menolak hal ini. Kepergian istrinya membuat hidup Chris tidak makin membaik, alias malah menyedihkan. Uang tabungan disita, diusir karena tidak mampu membayar uang sewa rumah, serta tidak memiliki penghasilan cukup dari alat kesehatan miliknya. Chris merana, menderita, dan dilanda dilema.

Suatu ketika, Chris bertemu seorang pialang saham yang dinilainya tampak bahagia karena selalu tersenyum lebar. Chris membujuk seorang pialang saham ini untuk mempekerjakannya di perusahaan dimana ia bekerja. Atas segala usahanya, Chris diterima sebagai pegawai magang non-gaji di perusahaan Dean Witter Reynold. Jika ia berhasil menyelesaikan program magang sebagai peserta terbaik, maka Chris akan direkrut untuk bekerja langsung di perusahaan tersebut. Inilah fase dimana hidup Chris dipertaruhkan. Membesarkan anaknya dengan keadaan tunawisma sambil bekerja untuk merajut impian masa depannya yang masih abu-abu dan penuh misteri.

Film yang memang bergenre drama ini sarat akan keharuan dan makna kehidupan. Chris mengalami beberapa fase dalam hidupnya. “fase naik bis”, saat ia harus berkeliling menawarkan alat kesehatan yang dijualnya ke antar rumah sakit sambil menaiki bis; “fase masa belajar” saat ia mulai menjadi peserta magang di Dean Witter, serta fase-fase lainnya yang sederhana namun menciptakan impact besar bagi Chris. Chris juga mengalami fase dimana ia benar-benar ada di titik terendah dalam hidup. Ia tidak punya uang, harus membagi waktu antara pendidikan magangnya dan mengurus anaknya, serta tidak memiliki tempat tinggal. Mimpi besar Chris yang ingin menjadi seorang pialang saham berbanding lurus dengan kasih sayang tak terhingga pada anaknya, menuntut Chris untuk mau tidak mau menjalankan keduanya dengan susah payah.

Adegan-adegan dalam film sukses membuat hati bergetar, hingga akhirnya larut dalam drama super sad yang disuguhkan. Akting Will Smith yang memang sudah tidak diragukan, tetap berjalan seirama dengan Jaden Smith yang juga berhasil memerankan peran Christoper yang polos, walaupun film ini merupakan debut pertamanya.

Jobhuners, jika saat ini kamu sedang mengalami titik terendah dalam hidup, jangan pernah lelah untuk berpikir bahwa semua itu akan segera berlalu. Fase kehidupan pasti berubah dan memiliki masa waktu tersendiri. Seorang Chris sudah membuktikan bahwa ia mampu survive menjalani fase-fase kehidupan yang datang padanya. Kamu juga pasti bisa Jobhuners!

About Author

Masih Berkegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun