Pasang Loker

The Social Network, Kisah Perjalanan Mark Zuckerberg Membangun Facebook

Jobhuners, siapa yang saat ini masih sering menggunakan Facebook? Mungkin walau saat ini kamu tidak menggunakan Facebook se-intens dulu, namun kamu tetap menggunakan produk-produk Facebook lainnya seperti WhatsApp dan Instagram kan? Bisa dibilang, masa 2008 merupakan sebuah permulaan media sosial ini menjadi sangat eksis di dunia. Banyak orang menggunakan Facebook untuk sekedar mencari teman, menjalin relasi, atau malah berbisnis. Namun apakah kamu pernah berpikir, bagaimana sih seorang Mark Zuckerberg membangun Facebook? Alasan apa yang membuat CEO Facebook ini akhirnya membuat media sosial ini? Lalu apa saja sih rintangan yang harus dihadapi Mark saat membangun Facebook? Semuanya diceritakan di dalam film “The Social Network” ini, Jobhuners. Kamu bisa mengetahui bagaimana Mark membangun dan memperjuangkan Facebook, sejak masa ia duduk di bangku kuliah.

David Fincher, sang sutradara, menceritakan perjalanan Mark Zuckerberg secara detail. Apa benar bahwa Facebook adalah hasil ide curian yang diambil dari teman kampus Mark? The Social Network menceritakan seorang laki-laki yang bernama Mark Zuckerberg, yang merupakan seorang mahasiswa sangat jenius di Harvard University. Awal cerita dimulai ketika Mark patah hati lantaran wanita yang disukai telah menolak cintanya. Oleh karena itu, untuk mengobati sakit hati tersebut, ia membuat sebuah website yang diberi nama “FaceMash”, dimana website ini berfungsi sebagai ajang membandingkan kecantikan wajah wanita-wanita yang ada dikampusnya. Dari keisengannya itu, Mark akhirnya dikenal banyak orang.

Kemudian beberapa waktu kemudian, Mark diajak oleh seniornya untuk bergabung ke dalam sebuah tim. Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss, mengajak Mark untuk membuat website bernama “ConnectU” yang menghubungkan semua orang yang berada di Harvard University agar berkomunikasi dengan mudah.

Beberapa waktu kemudian, ternyata Mark diam-diam membuat sendiri website dengan ide tersebut. Dengan dibantu teman dekatnya, Eduardo Saverin, dalam bidang finansial, Mark mendapatkan modal sebesar $1.000 dari Eduardo, dengan perjanjian pembagian saham yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Mark memang mencuri ide yang dipaparkan oleh timnya itu, namun itu hanya sekedar ide, bahkan Mark juga telah membuat inovasi pada ide tersebut. Mark yang berhasil mengeksekusi ide tersebut, sedangkan timnya hanya diam duduk dan menunggu.

Setelah sekian lama membuat website tersebut, akhirnya website ini siap launch dengan nama “TheFacebook”. Beberapa saat kemudian, Mark mendapati timnya yang marah besar kepadanya setelah mengetahui bahwa ide dari tim tersebut telah dicuri. Akhirnya Mark harus masuk ke pengadilan karena dianggap telah mencuri hak intelektual timnya.

Tidak hanya itu saja, lalu muncul masalah-masalah lainnya, termasuk dengan kehadiran Sean Parker yang membuat nama “TheFacebook” berubah menjadi “Facebook” saja. Setelah itu, Eduardo Saverin, Co-founder dari Facebook juga melakukan tuntutan kepada Mark karena masalah kepemilikan saham. Namun semua masalah-masalah yang muncul berhasil diselesaikan oleh Mark. Akhirnya Mark Zuckerberg pun berhasil mengembangkan Facebook menjadi sangat besar seperti saat ini.

Dari film ini kita bisa belajar bahwa hal terpenting yang harus kita lakukan ialah tidak sekedar membuat sebuah ide saja, namun juga harus berhasil mengeksekusi ide tersebut sampai berhasil. Seseorang bebas mempunyai ide yang luar biasa hebatnya, namun seseorang yang bisa mengeksekusi ide tersebut lah yang akan menjadi pemenang. Jadi, untuk Jobhuners yang mempunyai ide, segera eksekusi ide tersebut ya supaya bisa menjadi kenyataan.

About Author

Saya adalah seorang mahasiswi semester 5 di sebuah perguruan tinggi STIKOM Surabaya yang sedang mencoba untuk menjajaki karir sebagai Penulis Content dan Penulis Code Program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun