Pasang Loker

5 Tantangan Bekerja Freelance yang Perlu Kamu Pahami

Bekerja lepas, tidak terikat pada satu perusahaan tertentu atau yang lebih dikenal dengan sebutan freelance kini makin diminati. Menurut data BPS, setidaknya 5.89 juta orang usia produktif di Indonesia bekerja secara bebas di berbagai bidang pekerjaan. Sedangkan menurut data yang dikeluarkan Sribulancer  per Mei 2019, di bidang desain dan multimedia saja, ada sebanyak 55 ribu pekerja lepas yang mengerjakan proyek freelance. Menjadi freelancer ini memang makin populer, terutama di kalangan anak muda. Bahkan dilansir dari majalah Forbes, generasi millenials diprediksi tidak akan betah bekerja dengan model nine to five seperti yang umum saat ini pada tahun 2030 nanti.

Bekerja freelance memang terdengar menyenangkan. Hal utama yang paling sering diunggulkan adalah adanya fleksibilitas waktu maupun tempat. Bekerja freelance berarti bisa bekerja di mana saja, baik sambil nyantai di rumah atau bisa juga sambil ngopi di cafe. Selain itu, berbeda dengan para pekerja umum yang harus tiba di kantor pukul 8 pagi, para freelancer tidak perlu takut datang terlambat karena tidak memiliki jam kerja pasti. Namun layaknya mata uang, bekerja freelance juga punya dua sisi. Bukan hanya sisi kelebihan yang terbilang menarik, tapi ada juga sisi tantangan yang harus siap dihadapi.

Pekerjaan tidak menentu

Meski menjadi freelancer berarti dapat memilih pekerjaan yang beragam, bukan berarti pekerjaan tersebut selalu ada. Kamu belum tentu mendapatkan pekerjaan yang rutin setiap harinya. Bahkan, ada kalanya kamu tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali. Inilah mengapa sebagai freelancer, kamu harus pandai dalam melihat peluang agar pekerjaan bisa senantiasa ada dan kebutuhan tetap terpenuhi.

Penghasilan tidak stabil

Jika pekerjaan yang kamu terima tidak menentu, maka tentu saja hal ini berpengaruh terhadap penghasilan yang kamu dapatkan. Berbeda dengan pekerja konvensional yang menerima gaji rutin tiap bulannya, freelancer akan mendapatkan penghasilan bergantung pada proyek yang telah ia selesaikan. Ini menyebabkan penghasilan freelancer tidak selalu stabil. Dengan demikian, ini berarti kamu juga harus pandai dalam mengatur keuangan.

Bisa bekerja lebih dari 8 jam

Bekerja freelance berarti tidak terpatok pada jadwal nine to five yang umum dilakukan. Namun jangan salah, menjadi freelancer berarti harus siap untuk bekerja lebih dari jam kerja pada umumnya. Jam kerja fleksibel membuatmu memiliki pilihan untuk mengatur jadwal kerja yang tepat hingga peekrjaan selesai. Jika tidak pandai mengatur waktu atau tidak disiplin, maka kamu bisa begadang berhari-hari untuk menyelesaikan tugas yang kepentok deadline.

Tidak ada asuransi kesehatan

Bekerja di sebuah perusahaan biasanya pasti mendapatkan jaminan kesehatan seperti asuransi kesehatan. Jika kamu bekerja freelance, artinya kamu tidak benar-benar terikat dengan suatu perusahaan manapun, sehingga harus siap-siap untuk menanggung asuransimu sendiri. Kamu harus bisa mengorganisir jadwal dan memikirkan kesehatan diri sendiri.

Risiko tertipu oleh tawaran

Mendapatkan tawaran bagus di awal kadang bisa berujung mengenaskan karena seringkali pemberi pekerjaan tidak sesuai dengan kesepakatan. Ia tiba-tiba tidak menghubungimu lagi setelah pekerjaan selesai dikerjakan dan dikirim. Hal tersebut bisa saja terjadi pada freelancer karena memang tidak ada yang pasti di internet. Selain itu, hal ini juga bisa terjadi karena sebelumnya kamu tidak memiliki ikatan kontrak yang jelas dan mengikat. Maka dari itu, jangan mudah percaya ketika mendapatkan tawaran di internet. Pastikan terlebih dahulu sebelum kamu menerimanya.

Tertarik menjadi freelancer, Jobhuners? Bekerja freelance adalah satu opsi yang menarik di jaman sekarang. Terlebih, bagi anak muda yang memang dinamis dan suka tantangan. Namun, ada baiknya tetap dipikirkan dengan matang terlebih dahulu sebelum kamu memutuskan untuk beralih dan mencoba menjadi freelancer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami