Pasang Loker

Aditya Anugrah Pratama, Menjadi UI/UX Bukan Karena Sedang “Tren”

Jobhuners, beberapa waktu terakhir, profesi UI/UX Designer memang sedang naik daun. Tidak bisa dipungkiri, profesi yang satu ini memang sedang dibutuhkan oleh banyak perusahaan, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki produk digital. Lalu menjanjikan nggak sih sebenarnya pekerjaan ini? Nah, coba kita kulik lebih jauh mengenai perjalanan karier Aditya Anugrah Pratama yuk, seorang UI/UX Designer yang juga merangkap sebagai content writer ini.

Apa pekerjaan Adit saat ini?

Aku saat ini bekerja sebagai UI/UX Designer sekaligus merangkap sebagai content writer di Qta’aruf. Selain itu, aku juga menjadi web programmer di PPTI Stikom Surabaya.

Kapan Adit mulai bekerja sebagai UI/UX di Qta’aruf?

Aku mulai bekerja sebagai UI/UX Designer pada akhir tahun 2016 sampai sekarang.

Mengapa Adit tertarik untuk menekuni bidang ini?

Karena menurut aku, jika kita bisa membantu orang lain melalui desain, maka hal ini bisa menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Aku suka desain, lalu bagaimana desain yang aku buat ini bisa bermanfaat untuk orang lain juga. Akhirnya jatuhlah aku ke bidang UI/UX Design ini.

Sebelum terjun di bidang ini, apa pekerjaan Adit terdahulu?

Kalau pekerjaan terdahulu belum ada. Tapi kalau kesibukan waktu dulu ada, sebagai Creative Designer. Beberapa tugas dari profesi tersebut antara lain membuat icon, logo, poster, pokoknya hal-hal yang identik dengan percetakan.

Menurut Adit, apa modal utama untuk menjalani pekerjaan ini?

Awalnya suka dulu. Kemudian harus niat.

Bagaimana awal cerita Adit bisa mengenal dunia UI/UX Design?

Aku basic-nya itu anak komputer jaringan. Sampai suatu ketika, ada satu teman jurusan mutimedia ngomong ke aku, kalau aplikasi yang aku buat jelek. Padahal semua aplikasi yang aku buat fungsinya jalan, dimana jaringan modelnya lancar. Akhirnya aku penasaran, mengapa temanku itu sampai bilang begitu. Ternyata jawabannya, karena tampilan aplikasi yang aku buat jelek. Orang tidak akan peduli dengan fungsi dari aplikasimu kalau tampilannya jelek. Awal mula dimulai dari situ, tapi waktu itu aku belum mengenal UI/UX. Singkat cerita waktu aku kuliah, aku main-main ke komunitas yang ada di Surabaya.  Dari komunitas itu akhirnya aku mengetahui kalau yang aku cari selama ini adalah UI/UX Design. Akhirnya aku memutuskan untuk terjun di situ.

Adit belajar UI/UX Design dari mana?

Aku belajar UI/UX itu secara otodidak. Alasan pertama karena aku nggak mengambil jurusan itu saat kuliah. Pada dasarnya, aku adalah anak jaringan komputer saat sekolah, kemudian lanjut berkuliah di jurusan sistem informasi. Setelah itu baru mendalami UI/UX Design. Jadi aku belajar secara otodidak di YouTube, komunitas, maupun melalui program “Gerakan Nasional 1000 Startup Digital”.

Selain aktif di Qta’aruf, apa kesibukan Adit lainnya?

Pertama aku aktif di Qta’aruf, kedua di PPTI Stikom Surabaya. Sisanya aku aktif di komunitas-komunitas, seperti Arek Desain Suroboyo atau Kreavi. Aku bantu-bantu mereka saat membuat acara-acara.

Dalam menjalani bidang ini, apa Adit mempunyai role model tersendiri?

Role model aku itu Simmon Pack, dia merupakan founder kedua dari aplikasi Medium. Tapi ada yang bikin aku lebih tertarik lagi di bidang UI/UX, yaitu Borris Hassian. Aku ketemu dia dua kali saat berada di program “Gerakan Nasional 1000 Startup Digital”. Sekarang Borris bekerja sebagai UX Design-nya Google di wilayah Asia. Menariknya, Borris berasal dari Indonesia. Alasan aku menjadikan dia role model karena pola pikirnya, contohnya “Sebuah desain akan percuma kalau tidak bisa membantu orang lain, walau bagus sekalipun.”.

Apa hal yang paling berkesan selama Adit menekuni bidang ini?

Yang paling berkesan itu pada saat menyadari ternyata sesuatu yang terlihat mudah, sejatinya tidak terlihat mudah. Contoh aplikasi Qta’aruf yang kedua kan belum launch. Hanya aku sudah sempat memberikan demo kepada user, kemudian sempat aku validasi juga dengan cara bertemu dengan pengguna secara langsung. Mereka bilang ke aku kalau aplikasi Qta’aruf tampilannya sudah bagus dan keren. Aplikasi yang aku buat itu sampai membuat user buru-buru ingin mencoba aplikasi ini, biar cepat dapat jodoh katanya. Terus aku menyimpulkan kalau dengan tampilan yang sesuai kebutuhan dan keinginan user, ternyata kita bisa membuat user sampai merasa seperti ini ya. Intinya, pengguna sampai sebegitunya ingin aplikasi ini segera launch, hanya gara-gara desain saja.

Apa target jangka pendek dan jangka panjang yang ingin Adit capai?

Untuk jangka pendek, saat ini aku sedang mencoba membangun networking lebih luas lagi, baik relasi di bidang desain atau developer. Intinya ingin lebih banyak belajar dan memperluas jaringan sih. Sedangkan untuk jangka panjangnya, aku ingin mengabdi lagi ke Qta’aruf sampai memiliki UI/UX Design yang bagus. Sampai orang itu bisa nikah karena aplikasi Qta’aruf.

Apakah ada saran dan tips untuk mereka yang mungkin ingin terjun ke bidang yang sama seperti Adit?

Pastikan dulu mengapa ingin terjun ke UI/UX Design. Ingat, jangan hanya karena mengikuti tren. Memang saat ini UI/UX Design sedang populer, padahal UI/UX yang aku tahu itu sebenarnya sudah mulai sejak tahun 2013. Namun baru tahun 2016 aku benar-benar terjun ke bidang ini. Setelah itu, tahun 2017 hingga saat ini UI/UX Design jadi booming banget.

Nah, jadi gimana Jobhuners? Kamu ingin menjajal bidang UI/UX Design ini juga? Buat Jobhuners yang memang ingin berkarier sebagai UI/UX Designer juga, segera pikirkan apa sih yang membuat kalian ingin berkarier di bidang ini? Kemudian pelajari dengan tekun, tak lupa juga mencari relasi sebanyak-banyaknya agar bisa mendapatkan berbagai peluang bagus.

About Author

Saya adalah seorang mahasiswi semester 5 di sebuah perguruan tinggi STIKOM Surabaya yang sedang mencoba untuk menjajaki karir sebagai Penulis Content dan Penulis Code Program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun