Pasang Loker

Akhyari Hananto: Berangkat dari Passion dan Berani Eksekusi Ide

GNFI (Good News From Indonesia) adalah salah satu situs berita populer yang memuat kabar-kabar baik dan positif seputar Indonesia, dan Akhayari Hananto atau yang akrab dipanggil Ary adalah founder sekaligus editor in chief dari website ini. Meski diakuinya bahwa ia tidak memiliki background menulis maupun desain secara khusus, passion serta keberanian untuk mengeksekusi ide adalah dorongan yang membuat Ary tertarik menekuni bidang ini. Berkat karya-karyanya tersebut, pada 2011 Ary dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di Indonesia dalam YWN 100 yang digelar majalah Marketeer. Seperti apa kisah perjalanan dan pengalaman karier Ary? Yuk, simak berikut ini.

Apa pekerjaan Akhyari saat ini dan sejak kapan mulai bekerja di bidang tersebut?

Saat ini, selain mengelola GNFI dan Seasia.co, saya juga menulis untuk beberapa media di dalam dan luar negeri, terkait wisata, internasional, dan lingkungan hidup. Saya juga mendesain infografis dan grafis untuk beberapa proyek di Surabaya.

Apa yang membuat Akhyari tertarik untuk menekuni bidang ini?

Passion. Saya tak pernah belajar menulis maupun design grafis secara khusus, tapi saya suka mencurahkan apa yang ada dalam pikiran saya ke dalam bentuk tulisan dan visual. Ternyata, ‘curahan pikiran’ tersebut mendapat perhatian dari banyak orang. Akhirnya saya teruskan, sampai sekarang.

Sebelum terjun di bidang ini, apa pekerjaan Akhyari terdahulu?

Sebelumnya saya bekerja di berbagai sektor. Perbankan (Bank Permata dan Asian Development Bank), Pendidikan (di Univ. Islam Indonesia – Jogja), dan LSM (di Muslim Aid UK).

Dengan berbagai pengalaman pekerjaan yang sudah dijalani, apakah background akademis Akhyari cukup sesuai untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan tersebut?

Awalnya agak canggung juga karena saya yang tidak punya background menulis harus menulis tiap hari, terkadang 2-3 artikel. Tapi semakin lama, saya makin mengetahui polanya. Bahwa pada dasarnya, semua orang bisa menulis. Hanya gayanya saja yang berbeda-beda. Kebetulan cara menulis saya sederhana sehingga mudah dipahami banyak orang. Fast forward, kemampuan menulis yang dibarengi dengan kemampuan membuat skrip untuk produk-produk visual (video, infografis, dan lainnya) ini memang perlu dipelajari lagi. Satu hal yang tak boleh tak dimiliki adalah kemauan untuk terus belajar dan membaca.

Menurut Akhyari, apa sih modal utama untuk menjalani pekerjaan ini?

Modal utama untuk menjalani pekerjaan ini adalah kemauan untuk mengeksekusi ide-ide kita. Ide saja sama sekali nggak cukup, harus dieksekusi, dan ini baru langkah awal. Langkah selanjutnya adalah harus konsisten dan terus belajar memperbaiki serta mengembangkan diri (evaluasi dan determinasi).

Apa saja tanggung jawab dalam pekerjaan ini?

Di GNFI, tanggung jawab profesional memang sama dengan pekerjaan-pekerjaan lain. Ada deadline, ada (Key Performance Indicator), ada target yang harus dicapai, dan lain-lain. Yang lebih menarik adalah adanya tanggung jawab moral, bahwa setiap saat, kita dituntut untuk memberikan kabar baik bagi audience, mencerahkan mereka, menjawab keingintahuan mereka, dan menjadi oase di antara berita-berita negatif dan kurang bermanfaat di sekitar kita.

Bagaimana Akhyari menemukan ide untuk mebuat konten?

Ide menulis berasal dari banyak moment. Kebanyakan setelah saya membaca artikel-artikel dari luar negeri, dan kemudian saya cari padanannnya di Indonesia. Ternyata menarik. Momen lain misalnya, saya sedang sholat di masjid, lalu terlintas pertanyaan soal masjid-masjid tertua di Indonesia. Momen saya lagi ngapain, ketemu siapa, bertemu apa, atau membaca apa bisa menjadi ide menulis.

Pernah mengalami buntu ide? Bagaimana Akhyari mengatasinya?

Sering, hahahaha. Meski tetap harus ada tulisan yang di-publish, biasanya kualitasnya nggak bagus. Saya selalu membaca artikel-artikel dari luar negeri yang menarik, terutama artikel sejarah dan geopolitik ketika ide-ide menulis mulai kering.

Selain menekuni pekerjaan ini, apa kesibukan Akhyari lainnya?

Selain jawaban untuk pertanyaan pertama tadi, saya juga aktif melakukan mentoring, sharing, dan workshop terkait banyak hal, ke berbagai acara di kampus-kampus seluruh indonesia. Mulai dari membicarakan media sosial, industry 4.0, marketing 4.0, ekonomi, ekonomi digital, diplomasi, dan lain-lain.

Wah, dengan beragam kegiatan tersebut, bagaimana Akhyari mengatur waktu? Apakah ada tips khusus?

Ketika melihat begitu banyak agenda, jadwal, dan tugas…. saya ngeri juga. Apakah saya bisa melaksanakan semuanya? Namun ketika sudah dijalani, saya baru sadar bahwa pada dasarnya semua orang (mungkin) punya kemampuan multitasking dan punya kemampuan untuk ‘meng-absorb; sebanyak mungkin pekerjaan berbeda-beda dalam rentang waktu tertentu. Saya sudah membuktikannya sendiri.

Apa suka duka bekerja di bidang ini?

Sukanya tentu banyak, salah satunya karena jadi mengenal banyak orang, memahami informasi dan mencernanya, dan traveling. Dukanya, banyaknya ‘keyboard warrior’, yakni orang-orang di media sosial yang pekerjaan sehari-harinya mem-bully orang lain. GNFI tak jarang juga di-bully. Duka yang lain, seringnya traveling sehingga sering meninggalkan keluarga.

Dalam menjalankan bidang ini, apa Akhyari memiliki role model tersendiri?

Hmm, pertanyaan menarik. Ada beberapa orang, namun mungkin yang paling tepat adalah pak Dahlan Iskan. Selain punya kemampuan dan kapasitas bekerja, pak Dahlan mempunyai kecintaan yang murni akan Indonesia dan masa depannya. Beliau juga aktif bekerja dalam kondisi apapun, termasuk di kala sakit.

Apa hal yang paling berkesan selama Akhyari menekuni karier?

Saya pernah dinobatkan menjadi netizen paling berpengaruh di Indonesia pada 2011 oleh majalah Marketeers setelah banyak yang follow akun saya, termasuk presiden dan para menteri. Ini adalah kebanggaan tersendiri karena pada dasarnya, kita bukan pemain besar, kita kecil, tapi pembacanya orang-orang besar hehe.

Apa target jangka pendek dan panjang yang ingin Akhyari capai dalam karier?

Target jangka pendeknya adalah ingin pembaca GNFI makin besar, makin banyak, dan makin luas demografinya. Saat ini, banyak pembaca kami adalah anak-anak muda. Ke depannya, siapa tau, tua, muda, besar, kecil, akan menjadi audience GNFI. Sedangkan jangka panjangnya, mimpinya adalah membuat gerakan-gerakan seperti GNFI ini menjadi gerakan mainstream di kalangan anak muda. Ini agar semakin banyak hal positif yang dikabarkan dan disebarluaskan.

Apakah ada saran dan tips untuk mereka yang ingin terjun ke bidang yang sama seperti Akhyari?

Apapun ide kamu saat ini, eksekusi ide tersebut. beranilah melangkah. Sekali sudah melangkah, semua akan terasa lebih ringan dan mudah. Selain itu, istiqomah dalam berbuat baik.

Dengan kemauan untuk terus belajar serta keberaniannya dalam mengeksekusi ide, Akhyari bisa sampai pada posisinya sekarang. Jadi, jika kamu masih ragu untuk mulai mewujudkan apa yang ada dalam pikiranmu, coba pikirkan lagi. Siapa tahu hal tersebut akan menjadi langkah awalmu untuk sukses nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami