Pasang Loker

Algadri Muhammad, Menjalani Profesi Video Journalist yang Siap Multitasking

Algadri Muhammad, Menjalani Profesi Video Journalist yang Siap Multitasking

Jobhuners, tentu kalian sudah akrab dengan karier sebagai jurnalis atau reporter. Nah, bagaimana dengan Video Journalist? Apakah sudah pernah mendengar? Melalui wawancara dengan Algadri Muhammad, Jurnalis NET TV yang akrab disapa Aga, Jobhun mendapat kesempatan untuk mengulik profesi Video Journalist yang telah dijalaninya sejak tahun 2017. Yuk, simak cerita karier dari Aga!

1. Halo, Aga! Cerita dong tentang profesi Video Journalist, seperti apa tugas dan kesibukan sehari-hari dalam bekerja?

Halo, Jobhun! Video Journalist atau biasa disebut VJ adalah profesi yang memadukan beberapa posisi, yaitu sebagai reporter, camera person, bahkan editor. Profesi ini pertama kali dikenal di Amerika Serikat dan Inggris hingga akhirnya dikenal di Indonesia sejak tahun 2000an.

Dalam meliput sebuah berita atau peristiwa, seorang VJ bertanggungjawab untuk mengambil gambar serta membuat naskah liputan. Nggak jarang, seorang VJ juga merangkap sebagai editor untuk menyunting gambar sesuai dengan naskah yang telah dibuat. Bisa dibilang, VJ adalah jurnalis serba bisa. 

Saya sendiri telah bekerja sebagai seorang VJ sejak awal 2017 lalu. Dalam bekerja, saya berada di bawah koordinator liputan yang bertugas untuk membuat agenda atau rencana liputan dan membaginya ke tim liputan. Agenda-agenda ini yang kemudian saya liput bersama tim liputan lainnya. Dalam bertugas, saya nggak melulu bertugas sendiri sebagai VJ. Terkadang, saya ditugaskan menjadi seorang reporter maupun seorang camera person.

2. Bagaimana jadwal kerja seorang Video Journalist?

Nggak seperti pekerja pada umumnya yang bekerja pada hari Senin-Jumat dari pagi hingga sore hari. Jam kerja dan hari kerja seorang VJ berbeda-beda tergantung dari jadwal yang ditentukan. Shift kerja seorang VJ biasanya dibagi ke dalam tiga waktu, antara lain shift pagi, siang, dan malam. Jadi, seorang VJ nggak selalu memulai kerjanya pada pagi hari. Hari libur seorang VJ pun turut diatur sehingga ada kalanya seorang VJ harus bertugas pada akhir pekan maupun hari besar nasional.

3. Berkaitan dengan pandemi COVID-19 ini, apa perbedaan yang Aga rasakan dalam bekerja semenjak working from home sampai menghadapi new normal?

Algadri Muhammad, Menjalani Profesi Video Journalist yang Siap Multitasking

Nah, selama pandemi, jadwal work from home pun diatur. Dalam 1 minggu kerja, ada 2 hari di mana saya dijadwalkan bekerja di rumah. Saat bekerja di rumah, saya biasanya menulis artikel untuk kebutuhan portal online. Sisanya saya tetap meliput berita seperti biasa, tapi tentu dengan menerapkan protokol kesehatan. Untuk mendukung liputan selama pandemi, saya dibekali kantor dengan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, serta hand sanitizer. Bedanya sekarang saat penerapan new normal, saya masuk kerja seperti biasa dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.​​

4. Menurut Aga, apa skill dan pengalaman yang mendukung untuk bisa berkarier sebagai Video Journalist? Apakah background pendidikan juga berpengaruh?

Banyak media yang nggak memiliki kriteria khusus latar belakang pendidikan serta pengalaman sebagai jurnalis. Jadi, pekerjaan sebagai jurnalis atau VJ khususnya sangat terbuka bagi teman-teman yang baru saja lulus kuliah. Bagi lulusan baru, kita diberi kesempatan untuk belajar tentang bidang kerja yang akan kita jalani, khususnya belajar mengenai teknik pengambilan gambar dan pembuatan naskah berita. Hanya saja, ada baiknya kita memiliki pengetahuan dasar tentang apa yang akan kita kerjakan untuk memudahkan kita beradaptasi dengan pekerjaan sebagai VJ.

5. Bagaimana portofolio yang bisa digunakan ketika melamar posisi ini?

Media atau perusahaan tempat kita melamar posisi sebagai VJ sangat senang ketika kita sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai teknik pengambilan gambar ataupun membuat naskah berita. Hal ini bisa teman-teman buktikan dengan melampirkan karya-karya terbaik yang pernah dibuat sebelumnya. Nilai tambah lagi jika teman-teman punya kemampuan yang menunjang pekerjaan sebagai VJ, misal kemampuan mengoperasikan drone.  

6. Bagaimana keseruan dan tantangan yang dialami selama menjalani profesi ini?

Buat saya, VJ itu profesi yang menantang karena harus bisa cepat beradaptasi dengan semua kondisi. VJ adalah pekerjaan yang sangat dinamis karena seringkali dihadapkan dengan peristiwa yang tidak terduga, mulai dari kerusuhan hingga bencana alam. Peristiwa yang pernah saya liput misalnya bencana alam di Palu, Donggala, Sigi, dan kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei tahun 2019. Selain itu, profesi ini memberi saya kesempatan untuk mengenal banyak budaya dan kebiasaan, serta keindahan alam di berbagai wilayah di Indonesia.

7. Bagaimana ceritanya hingga akhirnya bisa berkarier sebagai Video Journalist?

Dulu, saya suka nonton acara-acara dokumenter yang tayang di stasiun televisi pada saat itu. Berawal dari situ, saya punya keinginan buat jadi jurnalis. Kemudian, saya mulai belajar mengoperasikan kamera dan dasar-dasar fotografi dengan mengikuti komunitas fotografi pada saat saya kuliah. Setelah lulus kuliah, saya bekerja sebagai fotografer lepas selama kurang lebih 6 bulan hingga akhirnya saya masuk sebagai video journalist pada tahun 2017 hingga sekarang.

8. Apa arti profesi ini bagi Aga? Lalu, apa harapan yang ingin dicapai dalam berkarier?

Buat saya, VJ itu pekerjaan yang memiliki tanggung jawab moral sebab VJ bertugas memberikan informasi demi kepentingan masyarakat. Ke depan, saya berharap saya bisa bikin liputan mendalam yang punya dampak besar buat banyak orang. 

9. Apa saran dari Aga untuk Jobhuners yang tertarik untuk berkarier sebagai Video Journalist?

Mungkin terkesan klise, tapi menurut saya kalau punya keinginan untuk jadi VJ ya harus mencintai profesi ini. Nggak seperti profesi lain, bisa dibilang profesi ini nggak kenal istilah “tanggal merah” ataupun akhir pekan karena seringkali kita kerja di saat yang lain libur. Magang di media, baik cetak, elektronik, maupun online bisa jadi salah satu cara temen-temen buat belajar adaptasi dengan kultur kerja profesi ini. Nggak jarang juga lho, mereka merekrut anak magang jadi karyawan. Semangat!

Siapa nih, yang mulai tertarik untuk menjadi Video Journalist seperti Aga? Seperti kata Aga, profesi ini tidak mematok kriteria dari segi latar belakang pendidikan. Nah, kamu bisa mulai mendalami ilmu tentang jurnalistik, fotografi atau videografi, lalu kumpulkan portofolio-nya ya!

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami