Pasang Loker

“American Factory”: Peleburan Dua Budaya Kerja antara Amerika dan Tiongkok

The most important thing is not how much money we earn.
– Cao Dewing CEO Fuyau, Inc.

American Factory merupakan sebuah film dokumenter yang bercerita tentang bagaimana sebuah perusahaan asal Tiongkok mengambil alih sebuah pabrik kosong bekas General Motors yang sudah tutup di Ohio.

Pada Desember 2008, GM (General Motors), menutup pabrik-pabriknya di Moraine, Ohio. Sebanyak 2.400 orang kehilangan pekerjaannya. Tetapi seorang miliarder asal Tiongkok yang dipanggil “The Chairman” bernama Cao Dewing, membuka sebuah kantor cabang untuk perusahaan manufaktur kaca mobil pertama kali di Amerika. Perusahaan tersebut bernama Fuyao, Inc memberikan “suntikan” investasi sebesar 500 juta dollar yang membuat harapan dari tenaga kerja di Ohio bangkit. Dalam Dokumenter ini, kita bisa melihat perbedaan etos kerja dari pekerja asal Tiongkok dan Amerika.

Film Dokumenter ini berhasil mendapatkan beberapa awards seperti Piala Oscar untuk kategori Best Documentary Feature dalam Academy Awards, USA 2020. Les Blank Award untuk kategori Feature Length Documentary dalam Ashland Independent Film Festival 2019. Cinema Eye Honors Award untuk kategori Outstanding Achievement in Nonfiction Feature Filmmaking serta Outstanding Achievement in Direction pada Cinema Eye Honors Awards, US 2020. Critics’ Choice Documentary Award untuk kategori Best Political Documentary serta Best Director pada Critic’s Choice Documentary Awards 2019.

Dalam dokumenter ini kita akan melihat “bentrok” antara budaya pekerja di Amerika dan Tiongkok. Di sisi lain, Amerika memiliki kebebasan dalam bekerja dan mempunyai serikat pekerja dalam setiap perusahaan. Sedangkan Tiongkok, dalam hal ini Fuyao, Inc menilai bahwa serikat pekerja nggak penting dan malah mengurangi efisiensi pegawai dalam produktivitas perusahaan.

Setelah mendengar pernyataan tersebut Cao Dewing dalam rapat bersama direksinya di Ohio menyatakan dengan tegas bahwa Fuyau, Inc nggak akan pernah mau membuka atau mengembangkan serikat kerja. Serikat kerja dianggap sebagai masalah yang akan mempengaruhi efisensi dalam bekerja karena akan memengaruhi produktivitas. Bahkan Cao Dewing akan menutup pabriknya di Ohio jika serikat kerja terbentuk.

Dalam dokumenter ini kita akan mendapatkan informasi menarik seperti pekerja Tiongkok yang menganggap bahwa pekerja Amerika terlalu santai dalam bekerja, nggak memenuhi standar yang mereka tentukan, terlalu banyak waktu libur, hingga penuntut serta pengeluh. Bahkan satu pekerja Tiongkok dapat mengerjakan pekerjaan yang dilakukan oleh dua pekerja Amerika.

Pekerja Tiongkok sengaja didatangkan dari jauh, agar mereka tidak terganggu masalah keluarga atau hal-hal lainnya yang mengakibatkan mereka mengambil cuti. Mereka bahkan hanya libur seminggu sekali dan pulang kampung setahun sekali.

Situs rating film Rottentomatoes memberikan skor 8.39/10, sedangkan penilaian penonton film ini mendapatkan rating sebesar 3.75/5. Bentrokan budaya merupakan inti dari film dokumenter ini, yang menggambarkan secara gamblang perbedaan budaya kerja antara Tiongkok serta Amerika. Nggak hanya itu saja, dokumenter ini juga menggambarkan bagaimana mereka menjadi satu keluarga serta menjalin hubungan baik antara satu sama lain.

Nah, buat Jobhuners yang tertarik memahami bagaimana budaya kerja antara Tiongkok dan Amerika, serta ingin mendapatkan pengetahuan baru dalam etos kerja yang baik, film dokumenter ini akan cocok untuk ditonton. Selamat menonton!

About Author

Mahasiswa jurusan Sistem Informasi Bisnis dari salah satu kampus swasta di Indonesia yang sedang magang di Jobhun sebagai Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami