Pasang Loker

Archy Sinatrya: Desain Bagaikan Perspektif dan Prinsip Hidup

Jobhuners, kenalan yuk dengan Archy Sinatrya. Ia merupakan salah satu anak muda di Kota Surabaya yang sangat passionate dalam dunia desain. Awalnya ia memang hanya ingin coba-coba saja, namun ternyata dunia desain menjadi karier utamanya saat ini. Lulusan Desain Komunikasi Visual ITS Surabaya ini merupakan seorang suami dari presenter cantik NET TV, yakni Nita liana. Ia mengaku sering menciptakan berbagai desain simpel yang unik namun menarik. Penasaran dengan Archy? Simak interview Jobhun dengan Archy berikut ini ya.

ARCHYs

Apa alasan seorang Archy memilih kuliah seni?

Awalnya sih semi-semi kecelakaan ya, soalnya waktu SMA aku pengen banget kuliah arsitek, malah nggak ada sama sekali bayangan untuk kuliah desain. Karena waktu itu arsitek jadi tujuan utama, mangkanya aku jadikan pilihan pertama saat tes masuk kuliah. Di pilihan kedua baru desain, aku nggak tertarik dengan jurusan lain. Tapi yang punya hidup punya rencana lain, arsiteknya bablas dan akhirnya aku masuk jurusan desain komunikasi visual di ITS.

Apakah arti seni dan desain di hidup Archy?

Desain menurutku adalah perspektif dan prinsip hidup, soalnya setelah kuliah 5 tahun (molor, hehe) caraku ngeliat dunia jadi beda. Semuanya harus well designed, baik dalam hal berkarya maupun menjalani hidup. Dalam berkarya, estetika dan problem solving harus jalan bareng. Suka menggerutu sendiri kalau liat hal-hal yang berkaitan sama komunikasi visual namun nggak terdesain dengan apik. Misal lagi nyetir lihat billboard di jalan, atau lagi makan di kafe terus lihat desain menunya yang kurang yoi. Kuliah di desain secara otomatis menambah preferensi personal dalam memandang suatu pesan yang tertuang secara visual, kita akan melihat sesuatu lebih jeli ketimbang orang-orang yang basic-nya non desain.

Setelah mendalami ilmu desain, apa pekerjaan pertama Archy di bidang ini?

Pekerjaan pertamaku setelah lulus kuliah adalah jadi cover illustrator sekaligus layouter sebuah free magazine yang kontennya tentang Surabaya, di bawah direction dari salah satu perusahaan kontraktor di Indonesia. Sekitar 3 bulan setelah kerja sebagai illustrator dan layouter itu aku akhirnya bikin studio sendiri bareng 3 temanku yang sama-sama kerja di perusahaan itu.

Karakter desain seperti apakah yang “Archy banget”?

Aku lebih suka desain yang minimalis, neat, bersih. Karena menurutku desain seperti itu yang bikin output desain kita lebih to the point. Secara pesan bisa tersampaikan dengan baik, secara estetika juga masih dapet banget. Tapi dalam pengaplikasiannya, aku nggak terlalu idealis untuk selalu menerapkan desain minimal ke tiap output desainku, karena memang desain sifatnya dua arah, antara desainer dan klien yang saling berkomunikasi untuk menghasilkan output yang sesuai.

geek-02

Adakah role model dari setiap desain Archy?

Role model pastinya ada,  karena kita desainer juga awalnya belajar dari melihat karya-karya para desainer terdahulu ataupun desainer yang sudah top. Beberapa desainer keren yang menginspirasi contohnya kayak Eric Wijaya dari Thinking Room, Danis Sie dari Sciencewerk, Ernanda Putra dari Makna Creative. Ada juga desainer lokal Surabaya yang juga jadi panutan. Dalam penerapan desain, aku lebih cenderung untuk pake karakter personalku daripada ikut style orang lain.

Bagaimana cara jitu seorang Archy untuk memunculkan berbagai ide baru?

Dulu sebelum nikah sih kalau pengen cari ide tinggal jalan aja sendirian kemana begitu, melihat orang-orang, lingkungan sekitar, terus juga searching di internet. Sekarang kalau lagi buntu ya ditinggal dulu kerjaannya terus ngobrol-ngobrol sama istri, nanti akan muncul-muncul sendiri idenya hehe.

Bagaimana seorang desainer bisa memiiki ciri khasnya sendiri? Sehingga dapat mudah diingat bagi setiap penikmatnya.

Ciri khas sebenernya bisa didapat dari pengalaman masing-masing desainer, jam terbang, proyek-proyek inisiatif gitu. Misal aku suka sama poster-poster yang minimalis, yang main tipografi, akhirnya aku membuat poster yang sesuai sama preferensiku itu, lama kelamaan penggunaan minimal desain akan tertuang di media selain poster, misal ke logo desain, company profile, dll. Nah itu yang nanti bisa jadi ciri khas masing-masing.

Apa saja pengalaman yang paling memorable bagi Archy di bidang desain?

Wah banyak, kayak dulu pas masih kuliah pernah bikin spanduk buat salah satu orang kampus. Terus bayarannya cuma bisa dipake untuk beli rokok 2 pak hahaha, itupun kerjainnya sama temen, jadi rokoknya masing-masing 1 pak hahaha. Bisa bikin studio sendiri dengan modal sendiri juga jadi pengalaman yang berkesan buat aku. Terus baru-baru ini di tahun 2017 aku dapat penghargaan best artwork di acara Geekfest 2017 yang penyerahannya dilakuin sama bu Risma sendiri. Banyak sih, hampir semua memorable, urip as graphic designer itu menyenangkan.

Bagaimana tanggapan Archy mengenai para desainer pemula yang masih sering comot template untuk redesign? Apa mereka akan dianggap plagiat? Atau bahkan nggak bisa dianggap sebagai seorang desainer?

Buat aku itu permasalahan masing-masing desainer ya, kalau mau comot-comot template buat desain yang nantinya bakal kamu klaim sebagai desainmu, ya siap-siap saja dapat image buruk dari khalayak. Kita desainer tahu lho karakteristik template yang diambil di free source itu kayak gimana, jadi no tipu-tipu kalau sama kita hehe. Tapi kita juga nggak bisa bilang, “desainku ini original lho, aku bikin dari nol”. No. Karena sekarang ini nggak ada hal yang benar-benar original, semuanya sudah pernah dilakukan dan diciptakan sebelum kita menyadarinya. Cara paling oke untuk masalah ini adalah tunjukkan proses desainmu, dengan begitu orang lain nggak akan meragukan kemampuan ataupun output desainmu.

h

Mengenai haters, apakah pernah ada orang yang mengcopy-paste karya atau ide Archy? Atau bahkan mengkalaim hasil karya Archy. Jika pernah ada, bagaimana cara Archy menanggapi hal seperti ini?

Ah pernah nih, ada orang random pernah jiplak logo dari studio bikinanku sama teman-teman. Kebetulan logonya aku yang bikin, trus aku upload logonya di Instagram pribadi, 2 bulan kemudian aku dapat direct message dari temen yang nunjukkin kalau ada akun yang ngepost logo mirip banget sama logo bikinanku di Instagram, mirip plek. Langsung aku message dia, minta klarifikasi baik-baik kenapa kok postingan dia mirip banget sama logo bikinanku. Tapi dia ngggak respon, akhirnya 2 hari setelah aku message, postingannya dihapus hehe. Kelar masalah.

Tips untuk para followers Jobhun yang juga ingin mendalami ilmu ini, kira-kira skill apa saja yang harus dimiliki untuk dapat mengembangkan passion ini?

Yang jelas basic-nya drawing sih untuk awal-awal, karena drawing itu persyaratan untuk tes masuk desain. Abis itu seriusin saja, tetap semangat, banyak liat referensi karena dari situ taste visual individu bakalan kebentuk.

Nah, seru banget ya ternyata background dari seorang Archy ini. Banyak hal-hal menarik yang bisa kamu jadikan panutan juga. Yang penting rajin-rajinlah mendalami dan menjelajahi apapun yang ingin kamu pelajari. Bukan nggak mungkin kalau nantinya hal itu juga yang akan mengantarkanmu pada pintu-pintu kesuksesan yang tak terduga.

Artikel ditulis oleh Azizah Nuraini

About Author

A writer | CEO @jobhun & @passionprojectlab
Director @startupgrindxsub | PR @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun