Pasang Loker

Cerita Kezia Marina tentang Profesi Sekretaris yang Banyak Membantu Orang

Cerita Kezia Marina tentang Profesi Sekretaris yang Banyak Membantu Orang

Siapa sih, yang nggak familiar dengan profesi Sekretaris? Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian tinggi karena berhubungan dengan tugas sehari-hari para direksi perusahaan. Tetapi, benarkah tugas seorang sekretaris hanya berkaitan dengan tugas administratif yang bisa dikerjakan banyak orang? Apakah ada keterampilan lain yang dibutuhkan untuk bisa menjadi sekretaris? Baca yuk, sudut pandang dari Kezia Marina, seorang sekretaris yang berkarier di salah satu perusahaan BUMN. Kezia telah berbagi cerita dengan Jobhun mulai dari kesehariannya sebagai sekretaris, sampai pandangannya tentang karier.

1. Hai, Kezia. Cerita dong tentang keseharian Kezia sebagai sekretaris! Seperti apa tugas sehari-hari yang harus dikerjakan?

Halo, Jobhun! Sehari-hari, pekerjaanku adalah membantu atasanku yang menjabat sebagai salah satu Vice President dalam hal-hal administratif yang bersifat detail. Aku bertanggungjawab atas segala hal yang diperlukan untuk memudahkan beliau dalam melakukan pekerjaannya. Cakupannya meliputi daily scheduling, mengurus surat dan dokumen masuk dan keluar, menghadiri dan membuat catatan rapat, menerima tamu, menyiapkan perjalanan bisnis, dan lain-lain. Di luar pekerjaan kesekretariatan, aku juga dipercayakan tanggung jawab untuk mengelola anggaran operasional divisi dan membuat laporan harian produksi.

2. Menurut Kezia, apa hal yang kebanyakan orang tidak tahu tentang pekerjaan ini? Bagaimana realitanya?

Sejak aku kuliah, banyak orang yang bertanya, “Jurusan sekretari? Memangnya ada, ya?” atau, “Memangnya sekretaris harus kuliah, ya?”, karena banyak yang masih menganggap pekerjaan seorang sekretaris adalah jenis pekerjaan yang dapat dilakukan semua orang, dan sifatnya mudah. Namun, tidak selalu. Menurutku, seorang sekretaris yang baik harus mampu menyediakan apa yang dibutuhkan atasannya sebelum diminta. Baik itu bersifat barang, informasi, maupun bantuan-bantuan lainnya. ​​​​​​Oleh karena itu, selain wajib memiliki keterampilan administratif, aku harus memiliki people skill yang sangat baik, karena ketika aku memahami kebiasaan dan preferensi atasanku, akan lebih mudah bagiku untuk melakukan pekerjaanku sehari-hari. Selain itu, seorang sekretaris secara langsung juga menjadi representatif dari atasannya dan banyak berhadapan dengan orang lain, baik pihak internal maupun eksternal. Ketika aku berhasil memiliki kesan dan hubungan yang baik dengan orang-orang, maka atasanku akan cenderung memiliki citra yang baik pula.

3. Apa yang Kezia sukai dari profesi ini? Selain itu, apa tantangan yang Kezia hadapi dalam berkarier?

I love helping people. Ketika aku mengetahui bahwa aku telah melakukan sesuatu bagi orang lain dan mereka merasa terbantu, di situlah aku merasa sangat bahagia. Oleh karena itu, aku selalu ingin memberikan yang terbaik, bahkan lebih, setiap aku sedang melakukan pekerjaanku sehari-hari. Selain itu, dengan menjadi seorang sekretaris, aku memiliki kesempatan untuk bekerja di berbagai macam bidang usaha; perminyakan, mode, ekspor-impor, perbankan, dan lainnya.Kalau tantangan dalam berkarier sebagai seorang sekretaris, sebenarnya banyak orang yang mampu menjadi sekretaris walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan sekretari. Hal ini menuntut aku untuk terus mengembangkan potensi dan performa kerjaku, serta mempelajari banyak hal-hal di luar bidang kesekretarisan agar aku memiliki perbedaan yang menonjol dan akhirnya mampu bersaing.

4. Menurut Kezia, apa keterampilan atau pengalaman terdahulu yang mendukung Kezia hingga bisa mendapat posisi ini?

Selain telah menjajaki pendidikan kesekretarisan di salah satu akademi kesekretarisan terbaik di Indonesia, sebelumnya aku telah memiliki pengalaman di profesi yang sama di salah satu perusahan multinasional yang bergerak di bidang otomotif. Di sana, aku membantu di divisi yang memiliki anggota 24 orang pekerja, dan tiga di antaranya adalah pekerja ekspatriat. Aku banyak belajar tentang seperti apa menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya, bertemu dengan berbagai macam jenis kepribadian yang berbeda, dan mengerjakan banyak sekali hal-hal baru yang tentunya bersifat administratif dan kesekretarisan.

5. Bagaimana pandangan Kezia tentang pekerjaan pertama? Apa yang menjadi pertimbangan Kezia saat memulai karier? 

Menurutku, pekerjaan pertama adalah pintu pertama dari banyak sekali pintu lain yang akan kita buka selanjutnya. Dunia kerja sangat berbeda dengan masa-masa sekolah dan perkuliahan, karena di saat kita berkutat di dunia pendidikan, kita selalu punya waktu untuk belajar sebelum ujian. Saat menjalani hari-hari kerja, seringkali kita harus segera mengambil keputusan atas situasi yang belum pernah kita hadapi sebelumnya. Namun, alih-alih dijadikan beban, aku selalu merasa setiap “pertama” adalah saranaku untuk belajar. Pekerjaan pertama, kesalahan pertama, apresiasi pertama, dan lainnya. Setiap hal akan memberikan kita pelajaran baru sebagai alat kita untuk mengembangkan diri, yang akhirnya akan memberikan kita kesempatan untuk membuka pintu-pintu lainnya di masa depan.

6. Apa target yang ingin dicapai Kezia dalam berkarier?

Di dalam posisi atau jabatan apapun, di perusahaan manapun, dan untuk siapapun, target pertama dan utamaku adalah melakukan seluruh pekerjaanku dengan hati, sehingga setiap hasilnya adalah yang terbaik yang dapat kuberikan. Selain itu, aku ingin berkarier sambil selalu belajar hal baru, dalam bidang apapun itu. Dengan memperkaya potensi diri, aku juga memiliki kesempatan lebih besar untuk bersaing, memiliki jenjang karier yang lebih baik, bahkan terjun ke posisi atau jabatan lainnya, dengan tetap menjadi berkat untuk orang lain.

7. Apa saran dari Kezia untuk Jobhuners yang ingin berkarier di bidang yang sama seperti Kezia?

Tanamkan prinsip bahwa dalam bekerja, lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Dengan begitu, kita akan lebih semangat, lebih berperforma baik, dan lebih tulus dalam bekerja. Karena siapa sih yang enggan memberikan yang terbaik untuk Tuhan? Untuk Jobhuners yang ingin berkarier sebagai sekretaris, di manapun nantinya Jobhuners bekerja, pelajari semua hal sebanyak-banyaknya, khususnya hal-hal yang menyangkut proses bisnis dan pola pengembangan. Kalau ada kesempatan ikut pelatihan, seminar, atau sertifikasi, jangan disia-siakan karena banyak sekali ilmu-ilmu baru yang bisa kita dapatkan untuk memperkaya diri kita dengan potensi dan peluang-peluang baru di kemudian hari. Yang terakhir dan nggak kalah penting, sejak aku masih duduk di bangku sekolah hingga saat ini, buku agenda dan pena adalah sahabatku! Catat segala sesuatu. Pekerjaan yang harus selesai hari ini, pekerjaan yang masih butuh koordinasi dengan pihak lain sehingga nggak bisa selesai hari ini, hal-hal yang harus dibeli untuk atasan atau inventori kantor, nasihat-nasihat atasanmu, pokoknya nggak ada hal-hal yang terlalu sederhana untuk dicatat. Selain sebagai sarana pengingat supaya Jobhuners nggak gampang lupa, percaya deh, banyak hal yang akan berubah menjadi lebih baik. Semangat!

Ternyata tugas seorang sekretaris nggak terbatas di sisi administratif saja ya, Jobhuners! Selain membutuhkan ketelitian, ternyata people skill, insiatif, serta wawasan yang luas juga menjadi poin penting agar bisa berkarier sebagai sekretaris. Seperti kata Kezia, memang banyak yang bisa menjadi sekretaris, namun hal ini justru menjadi tantangan untuk terus mengembangkan keterampilan dan ilmu agar bisa bersaing dengan banyaknya kandidat yang ada.

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami