Cerita Samuel Ray, HR Manager yang Suka Sharing Lewat Medsos dan Buku

Nama Samuel Ray mulai dikenal publik sejak ia giat membagikan konten yang berkaitan dengan karier di media sosial. Ia merupakan seorang profesional HR yang telah berkarier di berbagai perusahaan penyedia keuangan di Indonesia. Pengalamannya selama tujuh tahun di bidang HR membawanya mengenal bidang recruitment, talent and development, learning, dan project management. Saat ini Samuel juga rutin berbagi pengalaman pribadinya seputar dunia kerja, mulai dari sulitnya mencari kerja, bagaimana menavigasi politik kantor, dan lika liku kehidupan urban lainnya. Simak yuk hasil interview tim Jobhun dengan Samuel berikut ini!

1. Halo, Samuel! Apa kabar? Boleh cerita tentang apa saja kesibukan Samuel saat ini?

Hai, Jobhun! Kabar baik. Sekarang masih sibuk sebagai HR Manager di salah satu multinational bank di Jakarta, sehari-hari ngantor Senin sampai Jumat. Selain itu juga masih meluangkan waktu setidaknya seminggu tiga kali untuk ngobrol di Instagram dan Twitter @srl789, sharing tentang karier dengan teman-teman. Biasanya malam sepulang dari kantor saya luangkan waktu menulis untuk diposting di Instagram atau sekedar untuk kesenangan, yang juga bisa jadi materi untuk buku saya.

2. Mengapa Samuel tertarik berkarier di bidang Human Resource?

Awalnya saya tertarik dengan dunia pendidikan. Saat masih kuliah saya aktif mengikuti kegiatan-kegiatan seperti volunteer mengajar, sharing, training. Dari sana saya ingin bekerja kantoran yang bisa membantu orang lain untuk berkembang, sehingga terpikir untuk menjadi HR. Setelah mulai bekerja, ternyata nggak seratus persen sesuai dengan ekspektasi awal, tetapi memang untuk sesuatu yang kita mau tekuni, kita harus berinvestasi waktu untuk hal tersebut.

3. Samuel ini kan bisa dikatakan sudah sukses berkarier sebagai HR, mengapa tertarik untuk mulai menjadi content creator juga? Bagaimana awal mulanya?

Nah, awalnya saya diajak sharing oleh Andrea Gunawan (@catwomanizer), teman saya yang lebih dulu menjadi content creator. Dia sering ditanya soal karier, sementara saat itu dia sudah nggak berkarier. Jadi yang awalnya saya pakai Instagram hanya untuk pribadi, kemudian dia suggest untuk sharing lalu dia repost. Karena saya memang menikmati kegiatan sharing, dan juga banyak mendapat apresiasi dan berbagai macam respon dari netizen tentang konten yang saya buat. Saat itu sekitar April 2019, memang belum banyak yang sharing seputar karier dari sudut pandang HRD. Setelah itu, saya semakin sering sharing di Instagram, podcast, YouTube, dan juga di forum-forum.

4. Setelah mulai ‘nyemplung’ di dunia content creative, menurut Kak Samuel, bagaimana keseruannya?

Keseruannya bisa membuka pikiran akan banyak hal. Dari sharing di Instagram, saya sering dapat DM dari followers, jadi bisa tahu point of view orang lain. Ternyata ada orang yang seperti itu, company yang seperti itu. Jadi dari kegiatan sharing di Instagram dan interaksi dengan followers, saya juga bisa belajar dan memperkaya wawasan. Makanya di buku “Lagi Probation” saya juga ingin ada interaksi dengan pembaca, jadi ada bagian-bagian yang pembaca bisa sharing point of view mereka, mereka bisa foto halaman tersebut, upload di Instagram story, tag akun saya sehingga bisa sharing lagi.

5. Lalu, seperti apa tantangan dalam menjalani karier di bidang kreatif maupun corporate?

Tantangannya ya membagi waktu antara dunia maya, keluarga, dan kantor. Selain itu, tantangan saat membuat konten yang cukup sensitif seperti membahas gaji atau undang-undang. Jadi apapun yang saya posting menjadi tanggung jawab moral juga, apakah memang benar dan berfaedah untuk orang lain. Karena hal-hal seperti itu berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Jadi di akhir postingan saya selalu tulis, apapun yang kamu baca harus dipikirkan kembali, karena saya ingin mengedukasi followers untuk tetap kritis dengan apa yang ada di media sosial.

6. Apa goals yang masih ingin dicapai Kak Samuel dalam berkarier?

Untuk goals jangka panjang, saya selalu bilang saya ingin menjadi Direktur HR, atau mungkin konsultan HR. Untuk jangka pendek, saya ingin fokus dengan karier saat ini, baik secara posisi maupun penghasilan. Dan pastinya ingin tetap bikin posting di Instagram dan sharing dengan banyak orang.

7. Apa saran dari Kak Samuel untuk Jobhuners yang masih mencari atau baru mulai menjajaki karier?

Jangan terlalu banyak mikir, jangan takut salah. Proses mencari kerja itu bisa diibaratkan dengan kencan. Artinya masa-masa baru kenal itu kamu alami saat proses interview. Ketika gagal, bukan berarti itu salahmu atau ada something wrong dengan dirimu. Kalau nggak berhasil, masih ada kencan lain, cewek atau cowok lain, sampai dapat yang cocok. Jadi jangan terlalu banyak kritisi diri sendiri, perbanyak jam terbang, cari terus, pasti ketemu jodoh yang cocok.

Bagaimana, Jobhuners? Cukup banyak insight yang bisa kita dapatkan ya dari cerita Samuel Ray di atas. Agar kamu bisa selalu update dengan berbagai konten dari Samuel yang berkaitan dengan dunia kerja dan karier, kamu bisa mengikuti Instagram Samuel berikut ini.

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami