Pasang Loker

Cynthia Cecilia: Bangun Startup yang Memiliki Impact Bagi Masyarakat

Jobhuners, kalau biasanya Jobhun banyak mengulas perjalanan karir para expert, kali ini Jobhun akan mengangkat perjalanan karir founder Jobhun sendiri, yakni Cynthia Cecilia. Wanita berusia 23 tahun ini memulai karirnya menjadi seorang penulis. Namun sekarang ia juga mendirikan startup business yang sedang hype belakangan ini. Tak hanya itu saja, Cynthia juga banyak mengispirasi lho. Ia sering menjadi narasumber dalam beberapa acara talkshow dan workshop. So, mari simak hasil interview Jobhun dengan Cynthia yuk.

CYN

  1. Bagaimana awal mula Cynthia terjun ke bidang penulisan? Apakah berawal dari hobi atau memang memiliki impian dan target sendiri?

Sejak kecil, saya memang sudah memiliki passion dalam bidang kepenulisan. Bisa dibilang dari SD sudah ada kecintaan dalam bidang ini. Bahkan waktu kecil saya sering membuat koran mini sendiri, lalu saya bagikan ke keluarga. Tujuannya sih biar mereka baca tulisan saya hehehe. Saya juga suka mengurus majalah dinding sekolah, sejak SD. Namun jika berbicara impian atau target  sendiri tentu ada. Dulu saya sangat mendambakan profesi yang bergelut di bidang jurnalistik. Saya ingin menjadi wartawan karena ayah saya pernah bekerja di salah satu media nasional. Namun setelah semakin dewasa, saya sadar bahwa saya ini termasuk penulis yang idealis. Saya hanya suka menulis topik-topik yang memang saya suka atau tertarik. Jadi saya akhirnya berpikir kalau saya tidak cocok bekerja menjadi seorang penulis yang terikat pada media tertentu. Saya lebih merasa bahagia menjadi penulis lepas, dimana saya bisa menulis dan berkarya dengan taste saya sendiri. Jadi untuk saat ini saya lebih fokus menulis secara lepas, baik untuk klien maupun media tertentu, tentunya dengan topik yang memang saya tertarik. Sembari menjalankan bisnis-bisnis saya sekarang.

  1. Apa yang terbayang saat pertama kali mulai menekuni bidang kepenulisan ini?

Menyenangkan, melegakan, dan membahagiakan. Menyenangkan karena saya bisa berkarya melalui sebuah tulisan. Melegakan karena saya bisa menuangkan pikiran dan opini saya ke dalam bentuk tulisan tersebut. Dan membahagiakan karena saya bisa berbagai informasi sekaligus menginspirasi orang lain melalui tulisan. Ditambah lagi saya bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari hobi ini hehehe, tentu sangat membahagiakan saat hobi kita dibayar.

  1. Langkah apa yang Cynthia ambil supaya bisa mengembangkan passion dan skill menulis ini?

Menurut saya sih langkah terbaik dan tercepat ialah dengan menulis, menulis, dan menulis. Menurut saya kebanyakan teori justru malah semakin membuat kita bingung. Kita memang harus tetap memahami teori, tapi harus diseimbangi dengan praktek langsung. Bisa latihan menulis dari hal-hal kecil kok. Misal menulis sebuah review film atau buku di Instagram Story, itu saja sudah bisa menjadi latihan lho. Selain itu, banyak membaca juga sangat penting. Membaca apa saja. Sebab melalui membaca, kita bisa memahami style penulis lain juga. Hal ini bisa menambah wawasan menulis kita juga.

  1. Apakah selama ini ada guru menulis tersendiri yang membimbing langkah Cynthia hingga sejauh ini? Atau Cynthia hanya belajar sendiri dari berbagai referensi?

Saya banyak belajar sendiri nih. Pada dasarnya saya suka belajar sendiri, daripada harus belajar dalam bangku pendidikan formal. Namun saya juga mendapat ilmu menulis dari bangku kuliah, karena saya berkuliah di jurusan jurnalistik. Saya juga senang jika ada orang yang memberi masukan, misal tulisan saya diedit oleh editor, atau klien saya meminta revisi karena saya memang membuat kesalahan penulisan. Dari situ saya juga banyak belajar menulis yang lebih baik lagi dan mudah dipahami oleh semua orang.

  1. Bagaimana awal mula Cynthia bisa memulai pekerjaan di bidang ini? Melihat Cynthia sampai saat ini masih terus aktif menjadi seorang full time dan freelancer writer, baik content writer maupun copy writer.

Kalau ditanya kapan memulai, sebenarnya saya sudah memulai sejak SMA untuk mengambil berbagai job kepenulisan. Diawali dengan magang di sebuah koran lokal di Yogyakarta. Kemudian menulis di beberapa media online sebagai ajang latihan dan mengumpulkan portfolio, awalnya tanpa dibayar. Setelah itu saya mulai mencari berbagai peluang dan kesempatan. Percayalah, masa-masa awal memang sulit. Jadi tidak ada sesuatu yang instan bisa kita dapatkan begitu saja. Tidak ada yang melirik tulisan saya di awal-awal. Saya pun menyadari bahwa saya masih seorang newbie saat itu. Sehingga saya perlu membangun personal branding diri, sekaligus mengumpulkan portfolio terlebih dahulu. Awalnya saya menggunakan konsep jemput bola dulu, alias saya yang menawarkan jasa ke klien. Saya memanfaatkan berbagai platform pencari jasa kepenulisan. Akhirnya, banyak klien yang merasa puas dengan tulisan saya. Dari situ lah, job menulis selalu datang sendiri hingga saat ini.

IMG_4395

  1. Apa sih tantangan terberat yang Cynthia hadapi pertama kali saat menggeluti bidang ini? Lalu bagaimana cara Cynthia mengatasi hal tersebut, kemudian bertahan dari semua kompetitor lainnya?

Tantangan terberatnya saat mengalami writer’s block, padahal proyek yang lagi masuk banyak banget. Jadi dikejar deadline terus. Cara untuk mengatasinya tentu mencari hiburan atau inspirasi supaya mood untuk menulis bisa menggebu-gebu lagi. Kalau saya biasanya cari hiburan dengan cara menonton film, membaca majalah, membaca buku, atau mendengarkan musik. Lalu harus punya prioritas, mana tulisan yang harus dibuat duluan.

  1. Apa saja keuntungan yang berhasil Cynthia raih sampai sejauh ini?

Kalau dari menulis sendiri tentu sudah banyak. Saya sempat menjuarai lomba menulis yang diadakan oleh ASUS. Kemudian penghasilan saya sebagian besar memang dari menulis. Networking saya pun bertambah karena mendapat banyak klien. Selain itu, keuntungan lain yang bisa saya dapat ialah saya bisa membuat agensi kreatif yang menawarkan solusi digital marketing untuk perusahaan-perusahaan. Salah satu jasa yang ditawarkan di sana ialah writing service.

  1. Saat ini Cynthia juga sedang aktif menjalani segudang aktivitas sebagai Marcomm full time di sebuah perusahaan, bahkan Cynthia juga merupakan seorang startup founder. Membuat startup bernama Jobhun, kemudian agensi kreatif bernama Passion Project Lab. Bagaimana awal mula Cynthia terjun ke pekerjaan ini?

Selain menulis, saya juga sangat menyukai bisnis. Mungkin karena keluarga saya basic-nya kebanyakan bisnis, jadi dari kecil saya sudah suka jualan macam-macam. Mulai dari makanan, alat tulis, sampai buat bioskop mini di rumah juga. Jadi kedepannya saya memang ingin menjadi pebisnis, bukan karyawan di sebuah perusahaan besar. Namun bisnis yang memang sesuai dengan passion saya. Supaya saya lebih enjoy menjalaninya. Akhirnya jadilah Jobhun dan Passion Project Lab. Jobhun sendiri merupakan startup yang membantu perkembangan karir masyarakat. Sedangkan Passion Project Lab itu bisnis yang menggunakan kreativitas dan feel saya dalam berkarya. Agensi kreatif yang harapannya bisa memenuhi kebutuhan para klien di bidang digital marketing.

  1. Mengapa Cynthia mulai tertarik untuk terjun ke dunia startup? Apa yang melatarbelakangi ide ini muncul?

Startup memang lagi hype, ya. Tapi sebenarnya saya buat startup bukan hanya karena ikut-ikutan pengen punya startup. Bahkan dulu awal membuat Jobhun, saya nggak terlalu paham dunia startup. Hanya saya melihat dunia startup ini jadi tertarik karena jenis bisnsi ini berkembang sangat cepat. Startup juga mampu menjadi solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat. Jadi bukan sekedar bisnis biasa yang mencetak profit sebesar-besarnya. Di sini saya jadi tertarik membuat something yang bisa berguna juga untuk masyarakat, jadi bukan bisnis biasa.

  1. Mengapa Cynthia lebih memilih membuat platform tentang karir seperti Jobhun ini?

Saya mencari ide startup itu juga nggak ngawur dan untuk keren-kerenan saja. Saya melihat kebutuhan di masyarakat, bahkan masalah di masyarakat juga. Saya melihat masih banyak orang yang bingung saat hendak memulai berkarir. Saya pun dulu merasakan bagaimana rasanya berjalan sendiri tanpa arahan. Saat ini perkembangan teknologi memberikan dampak luar biasa ke manusia. Apapun jadi lebih mudah. Kalau dulu cari kerja itu harus repot mencari di koran atau melihat poster-poster yang ditempel di dinding, sekarang semua itu bisa lebih mudah karena adanya teknologi. Kemudian dulu kita pasti bingung mau konsultasi karir ke siapa. Sekarang semuanya bisa dipermudah dengan adanya teknologi. Semua hal terkait karir akan terbantu dengan adanya Jobhun ini. Harapannya begitu.

  1. Bagaimana solusi dari Cynthia untuk bisa terus mengembangkan Jobhun? Terlebih saat ini startup semakin bertumbuh pesat. Tentu yang diharapkan sebuah startup bisa memberikan impact dan value kepada para penggunanya. Langkah seperti apa yang harus diambil oleh Jobhun?

Tentu Jobhun harus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman dan keinginan konsumen. Percuma saja kalau sebuah startup tidak memerhatikan keinginan konsumennya.

  1. Bagaimana time management yang dilakukan Cynthia dalam menjalani segudang aktivitas ini? Terlebih lagi saat ini Cynthia masih kuliah juga jurusan Ilmu Komunikasi.

Saya selalu menerapkan prinsip “jangan pernah menunda sesuatu”. Kalau ditunda, nanti malah semakin berat rasanya. Done is better than perfect sih kalau bagi saya, tapi tetap jangan asal-asalan, dan berikan yang terbaik. Kemudian saya harus memiliki skala prioritas dalam menentukan mana pekerjaan yang harus didulukan. Selama ini saya juga mengerahkan kemampuan multitasking saya untuk membagi waktu antara kerja full time, freelance, bangun startup, dan kuliah. Saya harus tahu kapan saya benar-benar harus fokus, kemudian kapan saya harus menghemat tenaga dan pikiran. Misalnya pekerjaan yang tidak terlalu berat, saya tidak akan terlalu banyak membuang tenaga dan pikiran.

IMG_2373

  1. Apakah selama ini ada target yang ingin dicapai?

Target tentu selalu ada. Saya ingin membuat buku. Topiknya masih dirahasiakan ya. Saya juga berharap startup saya bisa berkembang lebih besar lagi. Semakin banyak digunakan oleh masyarakat, dan tentunya memiliki impact bagi mereka.

  1. Bagaimana ceritanya Cynthia bisa menjadi leader beberapa komunitas startup juga?

Saya menjadi leader itu di Tech In Asia Community Surabaya. Sedangkan untuk Facebook Developer Circles Surabaya, saya menjadi pengurus, tapi bukan leader. Saya memang aktif tergabung di beberapa komunitas startup, jadi tidak menolak saat ditawari menjadi pengurus maupun leader. Saya suka berkomunitas, bertemu banyak orang, dan sharing.

  1. Dari berbagai pengalaman yang telah dimiliki, mana momen memorable yang dialami oleh Cynthia?

Momen menarik yang dimiliki tentu sangat banyak. Namun yang paling memorable saat saya dipercaya beberapa kali menjadi pembicara dengan topik kepenulisan maupun startup. Baik acara skala kecil maupun besar, saya sangat bahagia bisa diberi kepercayaan tersebut.

  1. Coba berikan tips dan trik untuk para Jobhuners yang mungkin terinspirasi dengan career story Cynthia, terlebih bagi mereka yang ingin mengikuti jejak keberhasilan Cynthia.

Kalau dari saya sih, pesannya hanya “mencoba, mencoba, dan mencoba”. Apapun impiannya, percuma kalau kita tidak berani mencoba dan melangkah. Gagal tidak masalah, setidaknya kita akan tahu dimana kesalahan kita. Saya termasuk orang yang lebih berani mengambil risiko, daripada diam di tempat tidak mencoba karena mencari posisi aman. Saya pikir hal ini lah yang membuat saya bisa sampai di titik yang sekarang.

Wah, perjalanan karir yang patut diacungi jempol ya untuk salah satu generasi muda Indonesia yang tak hanya pemimpi besar, namun juga peduli dengan kemajuan Indonesia. Jadi mulai sekarang jangan pernah ragu untuk memberi kontribusi pada masyarakat melalui passion yang kamu miliki ya, Jobhuners. Utamakan selalu mencoba, mencoba, dan mencoba seperti pesan Cynthia, supaya kamu semakin mampu mengembangkan dan memaksimalkan potensimu.

(Artikel ini ditulis oleh Azizah Nuraini)

About Author

Building my startups, Jobhun. Also managing DILo Surabaya coworking space. I also leading my communities, Facebook Developer Circles Surabaya and Tech In Asia City Chapter Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami