Mengenal Introvert, Sekaligus Tips Agar Introvert Nyaman Bekerja

Introvert dan ekstrovert merupakan topik yang sering dibicarakan akhir-akhir ini. Banyak orang mengindetifikasikan dirinya entah sebagai seorang ekstrovert yang suka keramaian, atau bisa juga sebaliknya yakni Introvert. Introvert? Biasanya diberi label suka menyendiri dan suka bekerja dalam kesunyian. Benarkah?

Menurut urbandictionary.com, seorang introvert –kebalikan ekstrovert– lebih suka menghabiskan waktu sendiri, untuk recharge batin mereka setelah berinteraksi dengan orang banyak atau setelah menjadi pusat perhatian. Menjadi seorang Introvert adalah hal normal karena memang otak mereka merespon dopamine, berbeda dengan otak seorang ekstrovert. Akhir-akhir ini, banyak setting workplace yang ‘tanpa sadar’ didesain lebih ke ranah ektrovert yang  membutuhkan semua orang bicara di depan umum saat meeting atau sekadar sesi brainstroming. Lalu bagaimana nasib orang-orang yang introvert?

Introvert tentu sangat mampu untuk bekerja efektif dan nyaman di dunia kerja ekstrovert yang mungkin begitu open. Dilansir dari themuse.com,  Susan Cain dalam bukunya Quiet: The Power of Introverts membagikan beberapa tips-nya. Simak beberapa penjelasan di bawah ini.

Temukan pekerjaan yang pas dengan kebutuhan

Susan menyatakan bahwa kunci terbesar untuk sukses –untuk semua personality– adalah menemukan posisi yang pas dengan kebutuhanmu. Seorang introvert bisa memilih pekerjaan yang memungkinkan mereka bekerja ­secara mandiri dengan lingkungan yang tenang. Bagaimana dengan pekerjaan masa kini yang hampir semua dikerjakan dalam tim? Tim yang bekerja dengan peran pasti lebih cocok untuk Introvert. Mereka kurang cocok masuk ke dalam tim yang menuntut banyak brainstorming yang membutuhkan banyak interaksi bersama.

Sisipkan waktu khusus untuk dirimu sendiri

Apapun pekerjaan yang dilakukan, kamu bisa berusaha untuk menyisipkan waktu khusus bagi dirimu sendiri di antara waktu-waktu yang sibuk. Bekerja di ruang terbuka yang mungkin kurang introverted-friendly bisa menghabiskan energi seorang Introvert. Susan menyarankan untuk ‘beristirahat sejenak’ yang bisa dilakukan dengan banyak cara seperti keluar ruangan untuk mencari udara segar, ke kamar mandi, atau makan siang di luar kantor dimana kamu bisa sendirian.

Mengatur komitmen sosial

Ini dia yang mungkin paling sulit, Jobhuners. Mengatur kehidupan sosial dengan rekan kerja yang biasa terjadi di luar jam kerja. Susan menyebutkan, tidak perlu terlalu merasa bersalah setelah berkata tidak dalam ajakan rekan kerja. Ini lebih baik daripada kewalahan dan kelelahan setelahnya karena terpaksa. Pilihlah waktu yang tepat kapan baiknya menerima ajakan atau melepaskannya. Kamu juga tidak perlu berbicara pada semua orang saat mengikuti sebuah kegiatan. Sukses membuat percakapan dengan beberapa orang sudah termasuk kesuksesan untuk seorang Introvert.

Jangan malu dengan kemampuanmu

Susan menulis, seorang introvert adalah orang yang gigih, rajin, serta fokus dalam bekerja. Jadi berilah mereka masalah untuk dipecahkan karena mereka tentu akan bekerja keras untuk menyelesaikannya. Kamu yang introvert harus keluar dari zona nyaman dan tidak perlu malu dalam menunjukan skill yang dimiliki. Carilah skill yang benar-benar kamu banget, dan jangan ragu untuk memperlihatkannya dengan tetap jadi dirimu sendiri.

Setiap karakter memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing tidak terkecuali seorang introvert. Introvert punya perspektif yang tentu jauh berbeda dari orang ekstrovert, namun mereka tetap bisa kok bekerja secara berdampingan. Jobhuners, apakah kamu termasuk salah satu dari sekian banyak introvert? Bersyukurlah. Menurut Wharton Study, seorang Introvert sangat baik dalam menjadi seorang leader lho. Ini karena kemampuan delegate mereka yang cukup sukses.

About Author

Masih Berkegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami