Pasang Loker

Faktor Apa sih yang Membuat Millenials Betah Bekerja di Kantor?

Faktor yang Membuat Millenials Betah Bekerja

Saat ini jumlah angkatan kerja pada perusahaan umumnya didominasi oleh milenial. Keberadaan milenial pada perusahaan seringkali direspon sebagai berkah maupun cobaan. Pegawai milenial yang mempunyai karakteristik cepat tanggap, kreatif, dan pandai berimprovisasi dianggap sebagai cobaan karena identik dengan turnover yang dapat merugikan perusahaan. Milenial seringkali berganti pekerjaan karena mempunyai standar khusus dalam memilih suatu perusahaan. Berikut merupakan ulasan dari Deloitte yang menjelaskan faktor-faktor yang bisa membuat milenial betah bekerja di kantor.

 

Apresiasi

Millenial cenderung bertahan dan betah bekerja di sebuah perusahaan yang dapat menghargai dan memberikan apresiasi terhadap hasil kerjanya. Sebanyak 87% milenial berpendapat bahwa pertumbuhan dan karier di tempat kerja sangat penting. Bahkan mereka ingin menjadi bagian dari sesuatu yang penting dalam pekerjaan. Mereka mempunyai sebuah kepercayaan bahwa kehidupan dan pekerjaan haruslah memiliki makna. 

Suasana Kantor

Milenial menyukai suasana kantor yang menyenangkan dan kolaboratif, bukan yang otoriter dan hirarkis. Mereka ingin tempat kerja di mana mereka bisa berkembang secara personal maupun profesional.

Fleksibilitas

Fleksibilitas waktu dan tempat kerja merupakan faktor ketiga yang dapat membuat milenial betah bekerja. Mereka ingin bekerja bebas tanpa aturan dan standar kerja dari manajemen perusahaan. Mereka mengedepankan outcome-based daripada harus bekerja rutin tapi nggak produktif. 

Komunikasi yang fleksibel

Milenial yang dimanjakan dengan kemudahan teknologi cenderung ingin berkomunikasi dengan cara paling fleksibel. Mereka menganggap saat ini meeting nggak perlu dilakukan dalam sebuah ruangan yang diisi oleh seluruh karyawan, mereka bisa melakukan meeting dimanapun asalkan terkoneksi dengan internet dan terhubung satu sama lain.

Pelatihan atau Training

Tempat nomor lima yang membuat Milenial betah bekerja diduduki oleh pelatihan atau training secara profesional. Milenial mempunyai ambisi untuk menjadi entrepreneur yang memerlukan berbagai jenis keterampilan yang bisa menunjang mereka untuk menjadi seorang entrepreneur. Kemampuan yang dibutuhkan oleh milenial bermacam-macam, mulai dari human resource management, digital marketing, bisnis, dan lain – lain. 

Bidang yang Sesuai

Milenial cenderung bekerja mengikuti passion (Bidang yang sesuai). Mereka ingin dalam bekerja mempunyai arti dan makna. Nggak sekadar hanya dalam dunia pekerjaan, tapi dalam hidup juga. Bekerja mengikuti passion dapat memberi arti dalam hidup daripada harus mengerjakan sesuatu yang nggak mereka sukai.

Fasilitas Kantor

Fasilitas kantor yang nyaman dan menyesuaikan dengan penggunanya dapat meningkatkan produktivitas dari karyawan. Bahkan sudah banyak dari perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Telkomsel menerapkan hal ini. Saat ini ruang kerja nggak  terbatas oleh kubikel-kubikel, tapi ruang kerja bebas yang nyaman.

Renumerasi

Remunerasi adalah pemberian hadiah atau imbalan atas pekerjaan yang telah dilakukan. Seperti yang dikatakan oleh nomor 1, milenial ingin diapresiasi saat bekerja dan ingin merasa bahwa dia telah melakukan pekerjaan yang penting. Selain itu, remunerasi juga dapat membuat karyawan lebih giat dalam bekerja.

About Author

Content Writer of Surabaya Soul Society and Jobhun Intership Batch 7.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami