Film “Julie & Julia”: Ketika Takdir Dipertemukan dengan Masakan

“Bon Apetite”

Obsesi adalah sebuah hal menarik yang lumrah dialami oleh manusia. Obsesi yang mengarah ke arah negatif mungkin bisa menjerumuskan. Namun, bagaimana dengan obsesi yang terlalu positif, hingga akhirnya bisa menuntun pada kesuksesan diri sendiri? Obesesi Julie Powell terhadap Julia Child dalam film “Julie & Julia” mungkin bisa menjelaskannya. Film yang menceritakan kehidupan dua tokoh utama, Julie dan Julia ini tayang di pertengahan 2009. Diadaptasi dari dua buku yakni “My Life in France” oleh Alex Prud’homme dan “Julie & Julia 365 Days, 524 Recipes, 1 Tiny Apartment Kitchen” oleh Julie Powell, kisah yang diceritakan dalam Film Julie & Julia adalah kisah nyata. Film ini juga merupakan film terakhir dari sang penulis naskah dan sutradara, Nora Ephron sebelum meninggal pada 2012.

Sinopsis singkat

Pada tahun 2002, Julie Powell (Amy Adams), seorang pekerja call center yang merasa pekerjaanya tidak berharga dan membosankan karena harus mendengar komplain dari banyak orang setiap harinya, memiliki obsesi khusus pada Julia Child (Meryl Streep), penulis buku “Mastering the Art of French Cooking”. Di sisi lain pada 1949, Julia Child pindah ke Paris untuk mengikuti suaminya, Paul Child (Stanley Tucci) yang merupakan seorang diplomat. Julia mengikuti kelas di Le Cordon Bleu untuk belajar memasak makanan Perancis.

Karena merasa teman-temannya lebih berhasil darinya, Julie di tahun 2002 memutuskan untuk melakukan hobi serta mengikuti obsesinya dengan memasak 524 resep yang ada pada buku “Julia Child” dalam waktu 1 tahun, dan menulisnya dalam sebuah blog atas usulan dari suaminya Eric (Chris Mesina). Kembali ke tahun 1949, Julia Child yang tidak berhasil dalam kelas mengajar miliknya, memutuskan untuk menulis buku yang berisi resep masakan Perancis dalam cetakan Bahasa Inggris bersama kedua teman Perancis-nya.

Julie dan Julia. Keduanya disatukan oleh takdir memasak yang sama-sama mengubah hidup mereka ke depannya.

Pesan bermakna film

Film yang memiliki alur maju mundur ini memang terasa membingungkan di awal. Penulis sempat bingung setting latar dimana karakter Julie dan Julia hidup. Ternyata mereka memang hidup di tahun yang berbeda, yakni 1949 dan 2002 (berdasarkan setting waktu di film). Meskipun memiliki kisah yang hampir mirip, karakter Julia di sini memang terasa lebih kuat dan unik, walaupun dari segi kisah, karakter Julie jauh lebih menarik. Keduanya sama-sama suka memasak dan ingin membagikannya dengan orang lain lewat cara yang berbeda. Film yang memang terinspirasi dari kisah nyata ini juga terasa lebih real karena kejadian yang ada di film memang benar terjadi. Obsesi Julie kepada Julia Child adalah asli. Keduanya sama-sama memiliki bakat memasak yang oke. Dan yang pasti, mereka memiliki suami yang kelewat baik dan supportive.

Pesan bermakna di film? Sudah pasti.

Pertama, cari hal yang kamu senangi, dan hiduplah dengan hal itu. Kalimat ini sebenarnya cukup klise, tapi memang film ini membuktikan bahwa kalimat tersebut memang nyata adanya. Julie yang sehari-hari bekerja dalam bilik untuk mendengar komplain orang lain merasa senang saat pulang ke rumah untuk memasak. Dengan memasak, ia mampu menulis blog tentang pengalamanya. Begitu pula dengan Julia yang berpikir untuk bisa memasak masakan Perancis walaupun dia adalah orang Amerika yang diberi label tidak bisa memasak. Dengan kegigihannya, ia juga mampu menulis buku resep dalam Bahasa Inggris untuk bisa dibaca orang yang suka memasak tapi tidak bisa Bahasa Perancis.

Kedua, cobaan pasti akan datang, tapi tetaplah gigih pada jalur yang kamu tetapkan. Julia mengalami penolakan dari penerbit tentang bukunya, dan Julie mengalami kegagalan berkali-kali saat memasak. Hal ini membuat mereka hampir menyerah kepada tujuan yang ingin mereka capai. Namun berkat dukungan dari suami mereka yang baik hati, dan tentunya kegigihan mereka sendiri, mereka akhirnya berhasil survive.

Terakhir, jangan lupakan orang-orang terdekatmu saat kamu berhasil. Seperti yang sebelumnya dibahas, kedua karakter ini sama-sama memiliki suami yang oke dan supportive sekali. Mereka berperan besar dalam kesuksesan kedua tokoh ini. Namun ada suatu momen dimana kedua tokoh ini memiliki sedikit masalah dengan sang suami. Orang yang selalu ada di saat kita susah itu adalah kategori jarang. Maka dari itu, saat kita sudah menemukan orangnya, haruslah kita jaga baik-baik. Bagaimana Jobhuners, kamu siap menonton film ini?

About Author

Masih Berkegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami