Hana Clarinda: UX Designer Itu Menjembatani Sisi Teknologi, Bisnis, dan Desain

Hana Clarinda: UX Designer Menjembatani 3 Hal

Jobhuners, apakah kamu tahu kalau UX Designer adalah salah satu pekerjaan yang bisa menerima lulusan dari semua jurusan? Apalagi saat ini banyak perusahaan-perusahaan startup yang membutuhkan posisi ini. Siapa tahu, lewat posisi ini kamu bisa mendapat peluang terbaik untuk memulai karier. Lalu, seperti apa tugas-tugas yang harus dikerjakan? Yuk, simak cerita Hana Clarinda yang bekerja sebagai UX Designer di salah satu startup unicorn Indonesia.

Halo, apa kabar Hana? Gimana, nih, kesibukan Hana selama work from home? Apa saja pekerjaan yang sedang dikerjakan?

Hai! Kabarku baik. Sejauh ini WFH cukup lancar sih karena semua diskusi dan kolaborasi tetap berjalan, bedanya sekarang semua di-conduct lewat online alih-alih meeting tatap muka, hehe. 

Apa saja sih tugas-tugas yang harus dikerjakan seorang UX Designer?

Seru-seru sih, dan tiap case itu metode nya bisa berbeda. Tapi secara general, kerjaan sebagai UX Designer ini dari tahap awal mendalami project-nya. Lalu define objective-nya dan goals-nya. Dilanjut dengan melakukan research baik ke user maupun secondary research; lalu tentunya setelah mendapat informasi dan mengolah hasil research, akan dilanjut ke wireframing dan desain. Lalu ada tahap validasi, di mana desain ini akan kita coba tes/observe ke target pengguna kita untuk mendapat feedback. Setelahnya, baru deh kita tinjau lagi. Biasanya sih, gak menutup kemungkinan kita akan banyak melakukan iterasi dan perubahan berdasar hasil research, sebelum akhirnya dikembangkan oleh engineer. Oh iya, proses ini sangat reversible kok, jadi bisa banget mengulang-ulang metode ataupun balik ke tahap-tahap yang sebelumnya.

Apa kualifikasi yang harus dimiliki seorang UX Designer? Apa saja skill-skill khusus yang harus dikuasai?

Banyak dibutuhin softskills juga. Empati; memposisikan diri kita sebagai user, komunikasi; karena harus kolaborasi dengan developer, presentasi ke stakeholder, interview ke user. Dalam menjadi UX Designer juga harus mempunyai pola pikir yang data-driven dan research-driven, untuk memastikan kalau kita menjawab permasalahan yang tepat. Terus, yang jelas, wireframing dan prototyping, sih. Untuk memastikan kalau desain kita bisa dikomunikasikan dan dites ke target pengguna kita.

Menurut Hana, bagaimana kesempatan berkarier sebagai UX Designer untuk milenial?

Zaman sekarang teknologi berkembang secara pesat, demand UX Designer itu cukup besar. banyak banget lingkup yang bisa dipelajari karena UI/UX Design ini scope-nya besar banget. Makin ke sini, makin banyak media untuk belajar UX Design juga, lho. Untuk jadi UX Designer itu belum ada jurusan spesifik dari universitas, jadi siapapun bisa punya kesempatan untuk belajar dan masuk ke dunia desain.

Cerita dong, bagaimana proses yang Hana lalui sampai akhirnya bisa berkarier sebagai UX Designer di startup unicorn!

Jadi, dulu selama kuliah aku termasuk orang yang suka penasaran dan ingin bereksplorasi sih, hehe. Aku kuliah ambil jurusan Arsitektur, terus pas kuliah sering magang, mulai dari jadi arsitek, interior desainer, graphic designer, UX researcher, sampai akhirnya menjadi UX Designer. Sejauh ini, menurutku menjadi UX Designer ini adalah kerjaan yang paling sesuai dengan kegemaranku yaitu dari mulai research, strategic & critical thinking, sampai ke bagian implementasi desain.

Menurut Hana, bagaimana work culture di lingkungan startup? Apa hal yang paling berkesan selama Hana bekerja?

Yang jelas sih, fast-paced environment gitu, ada banyak banget kesempatan untuk mengembangkan skill kita. Kolaborasi juga penting banget untuk keberlangsungan project. Seru sih rasanya, menjadi bagian dari suatu hal dan menyadari bahwa dalam project ini ada banyak orang dengan fungsi atau role yang berbeda. Di sini aku mencoba menjembatani antara sisi teknologi, sisi bisnis, dan sisi desain juga.

Apa pesan atau tips dari Hana untuk Jobhuners yang ingin berkarier di bidang yang sama seperti Hana?

Jangan pernah membatasi diri kamu untuk belajar, ya! Be user-centered, be critical, jangan pernah takut untuk mencoba hal yang berada di luar background edukasimu. Aku yang bukan dari background IT maupun desain saja akhirnya bisa terjun ke dunia UI/UX Desain, pasti kalian semua bisa juga hehe. Semangat!

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu tertarik untuk menjadi seorang UX Designer? Seperti kata Hana, posisi ini cocok untuk kalian yang suka melakukan research, menyusun strategi, mengimplementasikan desain, ditambah lagi keseruan bekerja di lingkungan startup yang dinamis. Yang pasti, jangan takut untuk mencoba dan belajar hal baru, ya!

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami