Pasang Loker

Ini 6 Cara Memaksimalkan Kemampuan Public Speaking

Pernah diminta menyiapkan materi dan melakukan presentasi terkait pekerjaan? Jika pernah, apa yang kamu rasakan? Berbicara di depan umum seperti melakukan presentasi pada dasarnya adalah soft skill yang penting untuk dimiliki. Sayangnya, tidak semua orang mampu melakukannya dengan baik. Bahkan setelah berusaha menyiapkan diri dengan mencatat, memghafal, dan latihan. Ketika waktu presentasi itu tiba, semuanya tiba-tiba jadi kacau dan berujung pada performa yang buruk.

Merasa stres saat hendak melakukan public speaking ternyata adalah hal yang normal, terutama untuk kamu yang baru pertama kali melakukannya. Trier Social Stress Test, sebuah studi yang dilakukan oleh Trier University di Jerman mencoba mencari tahu apa penyebab munculnya stres atau tekanan ketika seseorang hendak melakukan public speaking. Hasil studi menyebutkan bahwa penyebab stres bukan sesederhana melakukan public speaking semata, melainkan karena adanya evaluasi sosial atau judgement. Ketika kamu tahu seseorang akan menilaimu, kamu hampir dipastikan akan memunculkan reaksi stres. Anggapan akan dinilai buruk atau dianggap bodoh nyatanya memang sulit dihindari ketika hendak melakukan public speaking. Lalu, adakah yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut dan memaksimalkan kemampuan public speaking-mu? Tentu, berikut tipsnya!

Latihan terus-menerus

Practice makes you perfect. Stres memang bisa muncul dan merusak performa public speaking seseorang, namun kamu bisa mulai meringankan pressure tersebut dengan membiasakan diri melakukan public speaking. Terbiasa dengan ‘judgement‘ akan membantumu menekan level stres tersebut. Latihan ini tidak perlu melulu menggunakan topik serius dan berat, kamu bisa berimprovisasi dan mengambil kesempatan apapun.

Memahami materi

Mereka yang pintar adalah mereka yang mampu menjelaskan dengan sederhana. Jika kamu bahkan tidak bisa menjelaskan materi yang hendak kamu bawakan kepada diri sendiri, maka jangan berharap pendengarmu juga akan mengerti. Terlalu sering menggumam “Uhm..” sebagai tanda kamu belum mengerti juga akan meningkatkan rasa gugup dan menurunkan performa public speaking.

Mengenali audiens

Bagaimana kamu melakukan presentasi di depan rekan kerja tentu akan berbeda dengan melakukannya di depan klien. Memahami siapa audiens yang kamu hadapi berarti satu langkah awal yang baik agar bisa memyampaikan pesan secara efektif. Ini berarti pengemasan materi saat melakukannya juga penting untuk dipikirkan.

Terapkan grabber, middle, close

Bagi materimu menjadi tiga bagian, yakni grabber, middle, close. Saat melakukan public speaking, berbicaralah seakan kamu ingin audiens benar-benar bisa memahami apa yang kamu sampaikan. Buat pembuka yang dapat menarik minat mereka, kemudian lanjutkan dengan isi yang padat, lalu tambahkan bagian penutup yang dapat memberi kesan sehingga kamu atau presentasimu tidak mudah dilupakan.

Jangan terburu-buru

Buatlah presentasimu seefektif mungkin, bukan secepat mungkin. Beri jeda ketika hendak memasuki poin penting. Biarkan audiens terbawa dengan alur dan suasana yang kamu bangun. Tidak terburu-buru dalam memyampaikan materi akan menghindarkanmu dari salah ucap, serta dapat meningkatkan fokus pada poin penting. Hal ini juga membantumu tetap tenang selama melakukan presentasi.

Memvisualisasikan diri sukses

Membayangkan audiens akan tersenyum dan bertepuk tangan di akhir presentasi ternyata dapat membantumu meringankan tekanan atau rasa takut ketika hendak melakukan presentasi. Selain itu, jangan takut salah karena terkadang judgement itu hanya sesuatu yang kamu ciptakan sendiri di dalam kepala. Tetap tenang dan yakinkan diri kalau kamu bisa menaklukannya.

Bagaimana menurutmu, Jobhuners? Stres yang timbul saat hendak melakukan public speaking ternyata bisa pelan-pelan diredakan dengan persiapan yang matang dan pengalaman melakukannya. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk menghambat kemampuan dan potensi dirimu ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *