Intan Manullang: Selalu Membuka Diri Pada Tiap Kesempatan

Ada satu quote favorit Intan yang masih terus ia bawa hingga sekarang, yakni quote dari tokoh ternama Richard Branson yang menyebutkan agar selalu menerima kesempatan. Bekerja di bidang hospitality, sebagai marketing communication manager adalah salah satu caranya untuk mengaplikasin kata-kata mutiara tersebut. Meski tidak memiliki background pendidikan di bidang komunikasi atau perhotelan, Intan Manullang membuka diri dengan kesempatan tersebut. Seperti apa pengalaman kariernya? Yuk, simak!

Apa hal menarik tentang Intan yang belum banyak diketahui orang?

Banyak orang yang nggak tahu kalau saya suka sekali mencoba hal baru, mulai dari makanan baru, pergi ke tempat baru, bertemu dengan orang-orang baru, termasuk belajar skill baru. Jadi, saya punya target untuk diri sendiri agar bisa menguasai skill baru tiap tahunnya. Tahun ini, misalnya, saya belajar berbagai macam teknik kecantikan, mulai dari eyelash extention, keriting bulu mata, make-up, hairdo, dan lainnya. Dan, sebenarnya itu juga jadi bisnis kecil-kecilan pada saat weekend ketika saya lagi off dari pekerjaan full-time saya.

Pekerjaan apa saja yang sudah pernah Intan jalani sejauh ini?

Jadi, saya sebenarnya sudah mulai bekerja sejak lulus SMA. Sebelum masuk kuliah itu kan ada break panjang ya, saya sempat jadi SPG parfum di salah satu mall di Surabaya dan bertahan selama kurang lebih dua bulan. Gajinya sedikit, sekitar satu juta, tapi saya merasa bisa belajar banyak dari pekerjaan itu. Saya sadar kalau saya memang tertarik dengan human interaction. Melalui pekerjaan itu saya belajar soal bagaimana menghadapi orang lain, berinteraksi dengan mereka, mengenal mereka, hingga kemudian bisa muncul transaksi bisnis. Kemudian, sambil mengisi waktu selama mengerjakan skripsi, saya pernah bekerja sebagai announcer di Colors FM. Setelah kuliah selesai, saya masih di Colors FM, tapi bukan sebagai penyiar aja, saya juga mengurus bagian marketing alias jadi Account Excecutive juga. Dari situ saya berkesempatan untuk bertemu dengan rekan-rekan lain yang bekerja di bidang hospitality, perhotelan, dan semacamnya hingga akhirnya saya kecemplung di bidang ini juga.

Lalu apa pekerjaan Intan sekarang?

Menjadi marketing communication manager adalah sesuatu yang saya pelajari secara otodidak. Balik lagi, ini karena saya memang nggak punya basic di bidang hospitality atau komunikasi. Tapi untungnya, saya bisa bertemu dengan orang-orang baik, bertemu dengan para mentor yang bisa membimbing saya sehingga saya bisa sampai di titik ini. Jadi, setelah dua tahun bekerja sebagai PR dan marketing communication, saya diangkat menjadi marketing communication manager di Best Western Papilio Hotel. Nggak mudah memang, ini semua bisa dicapai berkat kerja keras, keinginan belajar yang tinggi, dan harus selalu update soal marketing juga. Saat ini saya juga punya tim tambahan, yakni tim digital marketing yang merupakan tantangan tersendiri juga buat saya. Biasanya saya bekerja sendiri, sekarang saya dituntut untuk menjadi leader yang harus bisa membimbing dan mengarahkan staff agar kita bisa mencapai target perusahaan.

Menurut Intan, apa modal utama yang harus dimiliki untuk bekerja di bidang ini?

Menurut saya, modal utama di semua pekerjaan adalah attitude yang baik. Apapun pekerjaannya, kalau tidak punya attitude yang bagus dan sesuai, ya tidak akan bertahan lama. Tapi kalau spesifik terkait hospitality, menurut saya adalah soal bagaimana kita menjamu tamu, bagaimana membuat orang lain merasa nyaman di properti kita. Kebetulan saya pernah di beberapa properti sebelumnya, saya pernah di Hotel Santika Premiere, Hotel Gunawangsa, dan sekarang di Best Western Papilio Hotel. Di tiga properti yang berbeda ini saya belajar banyak hal dengan karakteristik manajemen yang berbeda, mulai dari yang lokal hingga internasional. Caranya kurang lebih sama, kita harus ramah kepada tamu dan harus bisa jadi best representative dari hotel kita.

Apa tantangan dan enaknya menggeluti pekerjaan ini?

Enaknya pekerjaan ini adalah saya jadi bisa bertemu dengan banyak orang dan dari situ bisa terbangun networking yang bagus buat saya. Salah satu momen menakjubkan bagi saya adalah ketika saya bisa bersalaman langsung dengan bapak presiden. Selain itu, di bidang ini kan memang mengunggulkan attitude yang baik, dimana kita dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik terkait pekerjaan kita. Jadi, enaknya ya semua peran bisa berjalan harmonis dan akan memudahkan pekerjaan. Sementara nggak enaknya adalah terkadang pekerjaan yang sudah kita susun sedemikian rupa harus tidak sesuai jadwal karena ada pekerjaan baru lain yang lebih diutamakan, dan sebagainya. Itu membuat pekerjaan kita mundur, jam kerja jadi lebih lama juga. Tapi untungnya di sini kita sini kita 5 hari kerja dan 2 hari libur sehingga bisa tetap fresh saat kembali kerja.

Seperti apa sih kultur tempat kamu bekerja sekarang?

Kultur kerja di sini menyenangkan. Walaupun ada banyak orang dengan berbagai macam tipe kepribadian, kita tetap bisa bekerja dengan haromins. Itu juga sih yang mengantarkan Best Western Papilio Hotel mendapatkan pengahargaan. Kerja timnya bagus banget, kita bisa melakukan banyak hal dengan baik sesuai dengan peran masing-masing.

Sebelumnya, apa yang membuat kamu tertarik untuk bekerja di bidang ini?

Walaupun saya nggak mengenal istilahnya, sebenarnya saya sudah tertarik dengan profesi public speaker, public relation, atau marketing communication. Karena pada dasarnya saya memang ingin bekerja dimana saya bisa bertemu dengan banyak orang dan berinteraksi dengan mereka. Nah, ketika jadi penyiar, saya kan mulai bertemu dengan banyak orang, dari situ saya mulai kenal berbagai profesi. Akhirnya saya tahu istilah hotelier. Menjadi hotelier ini juga dulu iseng-iseng awalnya. Karena saya suka tanya ke teman yang bekerja di hotel, tempat saya sering liputan dulu, saya pun tertarik dengan pekerjaan ini. Dari situ timbul keinginan untuk belajar. Sampai akhirnya ada hotel ynag membuka lowongan, saya coba apply, lalu interview, dan Alhamdulillah diberi kepercayaan.

Siapa nih role model Intan selama ini? Kenapa? 

Richard Branson adalah sosok yang inspiratif buat saya. Saya suka nonton videonya, saya suka baca bukunya, bagaimana di bisa punya ide dan mengembangkan Virgin Airlanes. Ada satu quote yang saya suka banget dan saya bawa sampai sekarang. Quote ini juga yang membawa saya ke pintu-pintu kesempatan yang belum pernah saya buka sebelumnya. “If somebody offers you an amazing opportunity but you are not sure you can do it, say yes then learn how to do it better”. Jadi selalu ambil dulu. Tapi gimana kalau nanti gagal? Semua adalah proses, jadi kuncinya harus mau belajar terus. Quote itu yang mengajarkan saya untuk selalu bilang iya ketika ada kesempatan apapun.

Apa pengalaman yang paling sulit dilupakan sepanjang karier Intan?

Saya pernah menjadi announcer selama kurang lebih 3 tahun. Setelah saya vakum dan lama nggak siaran, saya kira saya sudah dilupakan. Tapi ada satu momen yang membuat hati saya hangat sekali. Jadi saat itu saya memesan taksi untuk pulang, lalu tiba-tiba supirnya bilang bahwa dia familiar dengan suara saya. dia bertanya apakah saya pernah bekerja di radio atau di tv. Setelah saya sebutkan kalau saya pernah bekerja di radio, ternyata bapak tersebut ingat bahwa dia dulunya biasa mendengarkan siaran saya. Rasanya senang sekali, walaupun sudah lama nggak siaran, tapi ternyata orang lain ingat dengan saya. Kalau di bidang hospitality, ada satu momen dimana saya bisa membuktikan diri dan kemampuan saya ketika saat itu ada banyak pihak yang meragukan saya. Saya ditelepon, ditanya terus, diingatkan soal target, dan lainnya sampai agak stress juga. Tapi saat h-1, saya review ulang hasil pekerjaan saya, ternyata hasilnya jauh lebih baik dan bahkan melampaui target. Itu adalah satu momen dimana saya bisa membuktikan diri saya.

Selain yang Intan tekuni sekarang, apa kesibukan Intan lainnya?

Saat ini kesibukan saya lainnya adalah belajar berbagai macam teknik kecantikan, mulai dari eyelash extention, keriting bulu mata, make-up, hairdo, dan lainnya.

Apa target jangka pendek dan panjang yang ingin dicapai?

Target jangka pendek saya adalah menikah. Hahaha! Itu kenapa saya belajar kemampuan terkait kecantikan, karena berkaitan dengan jangka panjang saya, saya ingin setelah menikah nanti tidak bekerja di luar melainkan bisa punya beauty house sendiri dan bisa menawarkan jasa saya. Selain itu, saya juga ingin, dari lubuk hati saya yang paling dalam, bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Kebetulan saya tumbuh di daerah perkampungan di mana tingkat pendidikannya tergolong rendah. Mereka sulit mendapatkan pekerjaan yang layak. Jadi, deep down, saya ingin bisa bermanfaat untuk orang lain. Saya ingin membantu mereka agar punya kehidupan yang lebih layak. Semoga saja bisa terkabul dalam waktu dekat.

Bagi saran dan tips untuk mereka yang ingin terjun ke bidang yang sama seperti Intan dong!

Saran saya adalah jangan pernah takut mencoba hal baru. Justru dengan adanya hal baru, kamu harus mau belajar dan membuka diri. Pelajari apapun yang bisa bantu kamu memaksimalkan hal baru tersebut, karena siapa tahu hal tersebut bisa membawamu ke pintu-pintu kesempatan yang mungkin sebelumnya belum terbuka. Kamu juga harus punya personal growth yang baik, lakukan hal-hal yang bisa membantumu menjadi lebih baik. Jadi, kamu bisa terus berkembang.

Nah, apakah kamu tertarik untuk bekerja seperti Intan, Jobhuners? Ketahui kemampuanmu dan terus mengembangkan diri ya. Jangan sampai kamu melewatkan kesempatan yang bisa membawamu ke jenjang karier lebih baik nantinya. Terus mencoba!

About Author

Building my startups, Jobhun. Also managing DILo Surabaya coworking space. I also leading my communities, Facebook Developer Circles Surabaya and Tech In Asia City Chapter Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami