Jason Iskandar, Berkarya dan Berbisnis dalam Industri Film

Jobhuners, apakah kamu ingin berkarier di industri film? Menurut Jason Iskandar, siapapun yang ingin terjun ke industri film harus punya karya yang nyata. Tidak hanya berkarya membuat film saja, tapi Jason juga membangun bisnis di bidang pembuatan film, dengan nama Studio Antelope. Penasaran dengan perjalanan karier Jason Iskandar? Simak hasil interview Jobhun dengan Jason, yuk!

1. Halo, Jason! Apa kabar? Lagi sibuk apa aja, nih?

Sekarang kami sedang sibuk mempersiapkan film panjang perdana saya dan Studio Antelope. Rencananya akan syuting April mendatang dan tayang di Q3 tahun 2020. Doakan lancar! Selain itu, Studio Antelope masih aktif memproduksi konten-konten lainnya seperti Siasat Sinema di YouTube juga beberapa branded content yang berkolaborasi dengan brand. 

2. Lalu, bagaimana ceritanya sampai akhirnya Jason mulai mendirikan Studio Antelope?

Panjang. Singkatnya saya sudah membuat film sejak SMA. Ketika kuliah saya mendirikan kelompok produksi bernama Studio Antelope, tujuannya untuk tempat kumpul teman-teman saat liburan sekolah, kegiatannya membuat film pendek, sasarannya festival film baik dalam maupun luar negeri. Setelah lulus kuliah, kami mulai mendapatkan tawaran untuk mengerjakan branded content. Di saat yang sama pula, permintaan akan konten sedang meningkat tajam. Oleh karena itu, akhirnya Studio Antelope ‘diseriusin’ menjadi sebuah perusahaan.

3. Apa yang membuat Jason tertarik dan sangat concern dengan dunia film-making?

Banyak alasan sih, tapi yang paling utama adalah insting untuk bercerita. Sebenarnya ada banyak cara untuk bercerita, tapi menurut saya medium film adalah medium yang paling lengkap. Cakupan disiplinnya banyak. Pengaruhnya cukup besar. Itu alasan kenapa saya memilih film.

4. Apa ada sosok yang menjadi idola Jason dari industri ini? Apa yang membuat Jason kagum?

Salah satu gerakan penting dalam industri film Indonesia adalah pembuatan film Kuldesak (1998) oleh Riri Riza, Mira Lesmana, Nan Achnas, Rizal Mantovani, dan kawan-kawan lainnya yang turut membuat film itu. Saya mengidolai gerakan sineas-sineas muda kala itu sebab tanpa mereka mungkin industri film Indonesia tidak seperti saat ini. Mereka adalah inspirasi semangat Studio Antelope.

5. Bagaimana tentang kesibukan sehari-hari Jason di Studio Antelope? Apa saja yang dilakukan Jason dan tim Studio Antelope?

Di Studio Antelope ada 3 tim: Production, creative, dan community. Untuk tim production dan creative, aktivitas rutin yang kami lakukan adalah brainstorm ide-ide, baik ide-ide orisinil, maupun ide-ide untuk ditawarkan ke brand. Sementara tim community bertugas mengelola akun-akun media sosial kami.

6. Bagaimana keseruan dan tantangan atau suka duka bergelut di bidang ini?

Sebagai perusahaan yang masih baru dan terdiri dari anak-anak muda, tantangan yang sering dihadapi adalah meyakinkan bahwa kami mampu. Untungnya banyak pihak yang tidak memandang usia, tapi dari kemampuan dan rekam jejak karya-karya kami sebelumnya. 

7. Menurut Jason, apa modal atau kualifikasi yang harus dimiliki kalau ingin terjun di dunia film-making? Apa harus punya background pendidikan khusus atau apa kah ada keahlian yang wajib dimiliki?

Tidak harus punya latar belakang pendidikan khusus. Menurut saya siapapun yang ingin terjun ke industri film harus punya karya yang nyata. Kenapa? Sebab seperti industri kreatif lainnya, kebanyakan yang kita lakukan adalah menjual ide abstrak. Jika kamu tidak punya karya nyata (portfolio), sulit bagi orang lain untuk memahami perspektifmu, kegelisahanmu, keunikanmu, ketajamanmu, dsb. Oleh karena itu, jika kamu mau terjun ke industri film, berkaryalah sedini mungkin, sejak SMP/SMA kalau perlu. Bukan berarti jika kamu sudah kuliah atau bahkan kerja artinya sudah terlambat lho yaaa. Poin saya adalah mulailah secara mandiri, daftarkan ke festival film, putar filmnya, dan bangun rekam jejakmu secara perlahan.

8. Apa hal yang paling berkesan bagi Jason selama menekuni dunia film-making?

Cerita yang tersebar di nusantara. Saya selalu terkesan dengan bagaimana Indonesia memiliki cerita yang bukan saja banyak, tetapi unik, dan seolah tidak ada habisnya.

9. Apa ada goals yang masih ingin dicapai Jason bersama Studio Antelope?

Untuk saat ini tentu saja menyelesaikan film panjang perdana kami, yang kami harapkan bisa diterima penonton, baik dalam maupun luar negeri. Untuk jangka panjang, kami ingin membuktikan bahwa perusahaan film garapan anak-anak muda seperti Studio Antelope bukan hanya bisa menembus masuk tetapi juga menjadi angin segar untuk industri film Indonesia.

10. Bagi saran dan tips dong untuk Jobhuners yang tertarik untuk berkarier di industri film-making!

Kalau kamu masih kuliah, bagus. Kuliah adalah waktu yang tepat untuk bereksplorasi, bukan hanya untuk menonton aneka ragam referensi tetapi juga mencoba membuat beragam karya. Setelah karyamu jadi, jangan takut untuk menunjukkannya ke depan orang banyak. Dengar masukan mereka. Bikin karya lagi. Kalau kamu sudah lulus kuliah, tenang, masih banyak waktu, hanya saja tantanganmu membagi waktu akan lebih sulit. 

Nah, bagaimana Jobhuners, apakah kamu tertarik bekerja di industri film? Ingat, bekerja di industri ini nggak cuma masalah sebanyak apa teori yang kamu miliki, tapi lebih kepada karya yang harus kamu buat.

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami