Pasang Loker

Kenali 3 Penyebab Utama Stres di Tempat Kerja

Apakah kamu pernah merasa stres saat bekerja, Jobhuners? Dikutip dari BBC Indonesia, Badan Eropa untuk Keamanan dan Kesehatan Kerja menyebutkan sebagian besar dari 550 juta hari kerja hilang tiap tahunnya karena ketidakhadiran yang disebabkan stres. Sementara detik.com melaporkan pada tahun 2018, setidaknya satu dari tujuh orang mengalami masalah kesehatan jiwa di tempat kerja dan enam dari 100 orang mengalami gangguan mental dan emosional.

Melihat bagaimana lingkungan dan sistem kerja yang ada sekarang, rasanya wajar jika seseorang akhirnya mengalami stres atau gangguan kesehatan mental di tempat kerja. Tentu hal ini harus diwaspadai karena stres ternyata juga dapat memunculkan beragam penyakit fisik, mulai dari pusing hingga risiko diabetes. Stres saat bekerja juga mengakibatkan turunnya produktivitas dan kinerja sehingga hasil pekerjaan pun tidak maksimal. Menurut Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI), berikut beberapa alasan yang menjadi penyebab seseorang dapat mengalami stres atau gangguan kesehatan mental lainnya di tempat kerja.

Beban kerja yang terlalu berat

Setiap pekerjaan tentu memiliki tantangan dan risikonya masing-masing. Para pekerja juga punya tanggung jawab untuk tiap pekerjaan yang telah mereka pilih. Akan tetapi pekerjaan yang berlebihan atau melebihi kapasitas dapat memberatkan pekerja. Deadline yang ada terus menerus atau beban melakukan beberapa tugas di saat yang bersamaan, misalnya. Akibatnya para pekerja mengalami tekanan dan bisa stres saat bekerja. Jika sudah demikian, performa dalam menyelesaikan pekerjaan pun jadi tidak maksimal.

Jam kerja yang panjang

Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, waktu kerja untuk enam hari kerja dalam seminggu adalah 7 jam sehari atau 40 jam seminggu. Sedangkan untuk lima hari kerja dalam seminggu adalah 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Bekerja dalam durasi yang lebih panjang terbukti secara konsisten akan mempengaruhi kesehatan, yakni dapat mempengaruhi fisik hingga mental pekerja. Jam kerja dengan durasi yang panjang seperti lembur berlebihan akan berakibat pada berkurangnya waktu istirahat sehingga memicu kelelahan dan berujung pada stres.

Suasana lingkungan kerja yang buruk

Lingkungan kerja memiliki pengaruh signigikan terhadap produktivitas dan performa para pekerja. Lingkungan yang tidak mendukung tentu akan berdampak negatif pada produktivitas dan performa di tempat kerja. Misalnya tekanan berlebihan dari atasan sehingga pekerja sulit menyalurkan kreativitasnya, minimnya apresiasi hingga rekan kerja yang buruk dan sulit diajak bekerja sama. Lingkungan semacam ini dapat memberi tekanan tersendiri pada pekerja sehingga timbul stres atau gangguan kesehatan mental lainnya.

Tubuh dan otak manusia bukanlah mesin yang bisa dipaksa bekerja setiap saat, maka dari itu istirahat yang cukup sangatlah penting. Istirahat dan bersantai sejenak bisa membuat kamu lebih rileks dan fresh sehingga bekerja pun bisa lebih maksimal nantinya. Jika stres memang tak bisa dihindari saat bekerja, mulailah untuk belajar melakukan manajemen stres. Ketahui apa-apa saja yang membuatmu merasa stres di tempat kerja dan cari cara efektif untuk mengatasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun