Pasang Loker

Kenali Tanda-tanda Lingkungan Kerja yang Toxic

Jobhuners, bisa dibilang kalau hampir separuh waktumu dalam sehari dihabiskan untuk bekerja. Wajar apabila kamu merasa ingin mendapatkan lingkungan kerja yang asyik, kan? Tidak hanya asyik, sebenarnya yang paling penting lingkungan yang bisa membantumu untuk berkembang menjadi lebih baik, baik untuk pencapaian karier maupun perkembangan pribadi. Perlu diingat bahwa mood yang baik bisa membuat kita lebih semangat saat bekerja, kemudian produktivitas pun bisa semakin meningkat.

Sebagai pekerja kantoran, tentu saja kita butuh lingkungan kerja yang bisa mendukung produktivitas dengan baik. Tapi apakah kamu pernah merasakan lingkungan kerja yang justru malah bisa membuat mood menjadi buruk? Bisa dibilang berdampak tidak baik bagi pekerjaanmu atau personalmu, istilahnya toxic. Tentu saja lingkungan kerja yang toxic malah bisa membuat performa kita cenderung menurun dalam bekerja. Tak hanya itu saja, lingkungan kerja seperti ini malah bisa memengaruhi kesehatan fisikmu.

Nah, coba deh kamu memahami lingkungan kerjamu lagi, apakah termasuk kategori lingkungan kerja yang toxic atau bukan? Berikut ini merupakan beberapa tanda-tanda lingkungan kerja toxic yang perku kamu ketahui.

Pendapatmu disepelekan

Hal pertama yang menandakan lingkungan kerjamu mulai toxic ialah saat pendapatmu disepelekan. Sebenarnya kantor yang baik tentu akan memiliki budaya kerja yang terbuka, dimana setiap karyawannya berhak memberikan pendapat. Namun pendapat yang kamu berikan memang harus memiliki dasar yang kuat, alias jangan cuma pendapat yang asal-asalan saja. Kamu perlu membedakan apakah pendapatmu sebenarnya benar atau tidak. Kalau kurang pas, mungkin saja rekan kerja atau atasanmu bisa menyepelekan. Namun apabila pendapatmu sebenarnya sah-sah saja dilontarkan, namun tetap ditolak, kamu perlu mengetahui apa penyebabnya. Jika penyebabnya dirasa aneh, mungkin lingkungan kerjamu memang mulai tidak terbuka dengan opini dari tim.

Saling menjatuhkan dan menyalahkan

Apakah kamu pernah mengalami hal ini? Saling menyalahkan dan justru menjatuhkan, bukan sebaliknya saling mendukung. Kalau sudah seperti ini, mungkin lingkungan kerjamu memang sudah toxic. Konflik merupakan hal yang sering dihadapi saat bekerja, namun apabila kamu dengan rekan kerjamu malah saling menyalahkan dan tidak fokus dengan penyelesaian masalahnya, itu berarti lingkungan kerjamu sudah tidak sehat lagi.

Kamu tidak merasa bertumbuh

Jika kamu sudah bekerja keras tapi tidak dihargai, pasti kamu akan semakin malas untuk mengusahakan yang lebih baik lagi, akhirnya kamu akan berada di level itu-itu saja. Kamu merasa tidak memiliki niat untuk meningkatkan perfomamu saat bekerja. Akhirnya berakhir stuck, kan?

Lebih banyak dikritik daripada dipuji

Siapa sih yang nggak merasa senang kalau diberi pujian? Pasti semua dari kita akan senang saat dipuji. Saat kamu diberi pujian, pasti kamu akan berusaha lagi untuk meningkatkan kinerjamu. Mendapat pujian bisa menjadi faktor penting untuk menumbuhkan rasa semangat saat bekerja. Tapi jika yang kamu dapatkan malah lebih sering kritikan daripada pujian, bisa jadi lingkunganmu tidak mendukungmu untuk bertumbuh dan malah selalu memojokkanmu. Namun yang paling penting, kamu perlu tahu juga mengapa kamu dikritik, kemudian berbenah. Jika kamu sudah berbenah tapi tetap dikritik, nah kamu perlu menyadari bahwa hal tersebut sangat tidak baik bagi perkembanganmu.

Aturan yang tidak konsisten

Aturan yang dibuat tidak konsisten dan merugikanmu terus, tentu saja hal ini menjadi salah satu tanda bahwa lingkungan kerjamu tidak positif. Misalnya saja adanya janji naik gaji tetapi tidak naik juga hingga waktu yang telah dijanjikan. Biasanya aturan yang dibuat oleh perusahaan memang bisa berubah, namun bukan berarti berubah secara terus menerus dalam waktu yang singkat dan tidak masuk akal.

Nah, bagaimana nih Jobhuners, apakah lingkungan kerjamu ada yang menunjukkan salah satu ciri di atas? Kalau kamu sudah merasakan tanda-tanda di atas, berarti kamu harus berwaspada nih dengan keadaanmu sekarang. Jangan sampai hal itu menjadi penghambatmu dalam berproses. Tapi kalian juga harus sadar Jobhuners, kira-kira apakah memang benar lingkungan kerjamu yang toxic atau dirimu saja yang sebenarnya sangat sensitif? Jangan sampai kita menyalahkan lingkungan kerja tapi kita nggak sadar kalau ternyata kita yang sensitif berlebihan saat menghadapi pekerjaan.

Agar kamu tidak merasa bingung, kamu bisa mulai memahami dirimu sendiri untuk mengantisipasi hal tersebut. Kamu bisa menggunakan layanan jasa konsultasi psikologi ke Riliv. Di Riliv, kamu bisa bercerita atau konsultasi tentang masalah-masalahmu, salah satunya masalah saat bekerja. Jangan sampai lingkungan kerja yang toxic justru bisa membuatmu semakin stres ya, Jobhuners!

About Author

CEO of Jobhun | Manager @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun