Pasang Loker

“Kim Ji Young: Born 1982”: Sebuah Ilustrasi Miris Wanita dalam Kacamata Karier

Kim Ji-Young

“Ngapain kuliah tinggi-tinggi kalau akhirnya di dapur dan ngurus anak juga?”

Pertanyaan awam itu sangat menggambarkan latar permasalahan film ini.

Hidup Kim Ji-Young sebelum memiliki anak layaknya wanita normal Korea lainnya yang bekerja keras untuk kuliah dan bekerja kemudian mengembangkan karirnya. Tapi semua itu terhenti ketika dia melahirkan anak perempuan pertamanya. Kim Ji-Young mulai mempunyai masalah kejiwaan yang muncul ketika emosinya naik, dia akan bertingkah seperti orang lain. Suaminya yang menyadari hal ini segera menyarankannya untuk pergi ke psikiater, tetapi karena kendala biaya, ia menolaknya secara terang-terangan yang membuat penyakitnya semakin parah hingga akhirnya ia memutuskan untuk ke psikiater dan menjalani terapi.

Sekilas film ini terlihat biasa dan sering terjadi pada kebanyakan wanita yang sudah mempunyai anak. Kebanyakan dari mereka akan terpaksa untuk berhenti dari suatu pekerjaan dan mengurus anak dirumah. Penyakit kejiwaan Kim Ji-Young berakar dari terlalu bosan di rumah, melakukan kerja rumahan monoton yang berulang-ulang dan ditambah dengan tekanan serta tuntutan dari orang disekitarnya untuk menjadi istri dan ibu yang baik. Hal ini membuat Kim Ji-Young tertekan dan tidak dapat melanjutkan keinginannya untuk bekerja dan mengembangkan kariernya.

Kim Ji-Young sudah pernah hampir mencoba untuk bekerja part-time maupun full-time, namun hasilnya ia malah ditentang oleh satu keluarga. Ia dianggap tidak becus sebagai seorang istri dan ibu. Pertentangan ini yang membuat penyakit kejiwaannya lama-kelamaan menjadi parah. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk terapi.

Pada masa terapinya, Kim Ji-Young menemukan hal baru bahwa untuk melakukan sesuatu yang ia inginkan tidak harus bekerja di kantor. Ia mulai menemukan alternatif lain yaitu, menulis. Semenjak saat itu Kim Ji-Young menjadi penulis dan lambat laun sembuh dari penyakit jiwanya.

Jobhuners, bagi kalian yang sudah merasakan hal ini. Cobalah untuk mencari alternatif lain ketika bosan di rumah saat merawat anak. Bisa dengan menulis, memasak, memulai bisnis online, atau bahkan bisa membuat vlog si buah hati. Alternatif ini dapat meringankan beban monoton dan menambah aktivitas keseharian kalian.

About Author

Content Writer of Surabaya Soul Society and Jobhun Intership Batch 7.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami