Melihat Keruntuhan Sistem Ekonomi Amerika Serikat dalam “The Big Short”

It ain’t what you don’t know that gets you into trouble.

It’s what you know for sure that just ain’t so.

-Mark Twain-

 

Quotes dari Mark Twain di atas menjadi pembuka yang tepat untuk film The Big Short karya sutradara Adam McKay. Secara garis besar, quotes ini mampu mewakili keseluruhan cerita. Film yang mengangkat mengenai krisis finansial Amerika Serikat di tahun 2008 ini, banyak memperlihatkan kepada para penontonnya bagaimana banker di Amerika Serikat bersikap dalam menghadapi risiko dan keadaan yang penuh ketidakpastian di tengah krisis tersebut.

Semua berawal dari analisis Dr. Michael J. Burry (Diperankan oleh Christian Bale), pendiri Scion Capital, sebuah badan pengelola investasi, yang melihat tanda-tanda rapuhnya obligasi dan pasar properti di Amerika Serikat. Hal ini membuatnya berani mengambil langkah yang dianggap orang-orang sangat gila. Ia melakukan short selling Credit Default Swap, asuransi kredit properti melawan pasar hipotek Amerika, ke bank-bank besar seperti Goldman Sachs dan Bank of America. Ia menganggap dengan rapuhnya pasar properti di AS, tidak lama lagi pasar properti akan ambruk dan aset sekuritas dalam obligasi atas pasar properti tidak akan berharga lagi.

Karena satu dan lain hal, seorang bankir Morgan Stanley, Jared Vennett (berdasarkan tokoh Greg Lippmann yang diperankan oleh Ryan Gosling), seorang fund manager FrontPoint Capital, Mark Baum (berdasarkan tokoh Steve Eisman yang diperankan oleh Steve Carell), dan seorang pensiunan bankir senior Ben Rickert (berdasarkan tokoh Ben Hockett yang diperankan oleh Brad Pitt) membuat kesepakatan yang sama.

Meskipun penonton sudah tahu bagaimana akhir dari cerita ini, yaitu runtuhnya sistem ekonomi di Amerika Serikat yang berdampak pada perekonomian dunia di tahun 2008, tetapi McKay mampu membuat penonton ingin tetap melihat film ini sampai habis karena seiring berjalannya waktu, para investor (dan juga penonton) ini juga ditunjukkan bagaimana cacatnya sistem ekonomi di Amerika Serikat. Kita sebagai penonton juga akan mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai istilah dan sistem ekonomi di Amerika Serikat yang insightful.

Film yang sebenarnya dikategorikan IMDb dalam genre biografi, komedi, dan drama ini sebenarnya menurut penulis terlalu berat untuk dianggap sebagai film komedi. Memang ada sejumlah adegan yang bisa mengundang gelak tawa seperti dimasukkannya Margot Robbie, Anthony Bourdain, dan Selena Gomez untuk menjelaskan istilah-istilah keuangan yang sulit dipahami seperti subprime mortgage bonds, CDO, dan CDO sintetis. Namun, secara keseluruhan film ini masih cukup berat untuk dipahami terutama bagi penonton yang tidak tertarik atau memiliki latar belakang pengetahuan ekonomi meskipun, McKay dan Charles Randolph sudah berusaha sebaik mungkin untuk menulis skenario dan menjelaskan krisis ekonomi yang berdampak sangat dahsyat ini.

Film yang diangkat dari buku berjudul sama karya Michael Lewis ini juga mendapatkan respon yang baik dari masyarakat dan para kritikus. Menduduki box office, total pendapatannya mencapai $133.440.870. Jumlah ini jauh melebihi anggaran produksi film yaitu $28 juta. Selain itu, berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan rating 88% berdasarkan 301 ulasan, dengan rating rata-rata 7,8/10. Berdasarkan Metacritic, film ini mendapatkan skor 81 dari 100 berdasarkan 45 kritik, yang menunjukkan “pengakuan universal”.

Jobhuners, kalau kalian tertarik dengan dunia eknomi atau ingin menambah pengetahuan baru di bidang ini, nampaknya film ini akan cocok untuk kamu tonton. Pasti akan ada ilmu baru yang bisa kamu ambil selama 2 jam 10 menit menonton film ini. Selamat menonton!

About Author

Highly interested in communication, media, and political studies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami