Pasang Loker

Mengenal Profesi Caster E-Sports yang Menjanjikan

Dalam setiap pertandingan olahraga, biasanya selalu ada peran komentator yang bertugas untuk menghidupkan suasana. Tak terkecuali dalam e-sports. Di industri olahraga eletronik ini, selain ada pilihan karier untuk menjadi pemain profesional, ada pula pilihan untuk menjadi komentator atau yang dikenal sebagai caster. Bagaimana detail profesi caster e-sports ini? Apa saja bekal yang harus dimiliki sebelum terjun ke dunia profesional? Berikut Jobhun sudah merangkumnya untukmu!

Dewasa ini, e-sports atau electronic sports memang tengah naik daun. Olahraga elektronik ini merujuk pada kegiatan bermain video games seperti Counter Strike atau Dota. Jenis video game yang bisa dimainkan sebenarnya cukup beragam seperti RTS (Real Time Strategy), perkelahian, FPS (First-Person Shooter), atau MOBA (Multiplayer Online Battle Arena). Sama seperti ketika menyaksikan pertandingan olahraga lainnya, dalam e-sports ada juga peran komentator atau caster yang tidak hanya bertugas untuk memberikan informasi mengenai jalannya pertandingan, tetapi juga harus mampu membuat penonton merasakan keseruan dari pertandingan tersebut. Untuk itu, kemampuan berkomunikasi yang baik menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang caster.

Selain itu, caster e-sports juga wajib memiliki pengetahuan yang mendalam tentang game, setidaknya yang akan ia komentari, sehingga siap jika game berlangsung sangat lama atau sangat singkat. Caster e-sports juga harus percaya diri dan memiliki karakter yang unik. Contohnya seperti caster permainan Dota 2, Toby Dawson, atau yang lebih dikenal dengan nama Tobi Wan. Ia selalu tampil atraktif dan sering menciptakan istilah baru yang kemudian menjadi tren. Dengan begitu ia menjadi lebih mudah diingat daripada caster e-sports yang lainnya. Dalam tiap pertandingan, peran caster biasanya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

Main caster/host

Main caster bertugas untuk membawakan acara, memberi tahu hype, siapa saja tim yang bertanding dan siapa yang mati. Secara garis besar, main caster adalah komentator acara utama karena ia membawakan 90-95% game.

Co-caster

Co-caster bertugas untuk mem-follow up pekerjaan main caster karena biasanya saat pertandingan tengah berlangsung, main caster akan berbicara panjang lebar dalam waktu yang singkat untuk menjelaskan apa yang terjadi. Setelah ritme permainan mulai menurun, co-caster bisa masuk untuk mengulas apa yang baru saja terjadi.

Analis

Analis adalah orang yang bertugas untuk menganalisis permainan kedua tim dari beberapa faktor seperti track record pemain, kekuatan, kelemahan, dan strategi. Analisis ini biasanya menggunakan teknik-teknik pengolahan data seperti yang dilakukan dalam penelitian.

Di Indonesia, posisi ini biasanya dilakukan juga oleh co-caster. Maka dari itu, biasanya orang yang bekerja sebagai co-caster adalah orang yang paling mengerti tentang game.

Menurut Tiara Ravalda, caster analis wanita pertama di Indonesia, dalam wawancaranya dengan CNN Indonesia, ia bisa mendapatkan penghasilan tak kurang dari Rp5 juta per bulan. Namun, menurutnya pekerjaan ini masih bersifat tentatif atau sementara dan belum dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan utama, kecuali jika mendalaminya lebih jauh. Tidak hanya berhenti sebagai caster, tetapi juga mengikuti berbagai macam event dan berkembang di komunitas-komunitas. Hal ini dikarenakan dunia e-sports yang selalu berubah. Sehingga, caster harus selalu mengikuti tren dan melihat game apa yang sedang populer.

Tantangan terbesar menjadi seorang caster adalah dari game itu sendiri karena setiap game memiliki siklus naik dan turun. Namun, nampaknya pekerjaan ini akan menjadi pekerjaan yang cukup prospektif di masa depan karena cakupannya yang luas dan kebutuhan pekerjanya yang tinggi, sedangkan jumlah orang yang memiliki kemampuan ini masih belum begitu banyak. Terlebih, belakangan industri e-sports tanah air semakin meriah. Perhatian dari pemerintah juga tampak semakin nyata, salah satunya dengan digelarnya kompetisi e-sports Piala Presiden pada Januari hingga Maret 2019 lalu. Jadi, untuk kalian yang suka bermain e-sports dan pandai berkomunikasi, rasanya caster e-sports ini dapat menjadi salah satu alternatif pekerjaan baru untukmu.

About Author

Highly interested in communication, media, and political studies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun