Menggali Kisah Para Pemuda di Istana Lewat Buku “Bukan Remahan Rengginang”

“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” 

Jobhuners, apakah kalian masih ingat dengan kutipan dari Ir. Soekarno ini? Kutipan ini bermakna bahwa pemuda Indonesia memang memiliki peran yang besar bagi kemajuan Indonesia. Di dalam buku Bukan Remahan Rengginang terangkum kisah-kisah keseharian pemuda berusia di bawah 35 tahun yang bekerja di Kantor Staf Presiden. Mereka memiliki peran dalam membantu melaksanakan Program Prioritas Nasional agar berjalan sesuai dengan target.

Salah satu kisah menarik datang dari Nadia Syahraniah yang bekerja di Kedeputian III: Kajian Pengelolaan Isu Ekonomi Strategis sejak 2015. Pada 15 Maret 2018, Nadia serta beberapa orang yang tergabung dalam Tim KSP (Kantor Staf Presiden) bertolak ke Desa Malagaiheri, Lanny Jaya, Papua dalam rangka menjalankan program pencegahan stunting. Tetapi, tentu saja perjalanan Tim KSP tersebut nggak serta merta tanpa hambatan. Beberapa kejanggalan disaksikan Nadia ketika memulai perjalanan dari provinsi Lanny Jaya menuju Desa Malagaiheri, mulai dari tim pengawal yang beranggotakan 12 orang penembak jitu hingga perjalanan darat yang cepat dan terkesan terburu-buru. 

Sesampainya di tujuan, Tim KSP mendapati keadaan masyarakat desa yang cukup memprihatinkan. Sebagian besar anak di desa tersebut memiliki postur tubuh relatif pendek untuk usia mereka. Hampir seluruh anak dan beberapa orang dewasa menderita ISPA. Tim KSP lah yang menjadi perantara Pemerintah Indonesia agar masyarakat desa tersebut lebih sehat dan memiliki taraf hidup yang lebih tinggi. Ketika Tim KSP sedang berdialog dengan masyarakat desa sembari mengelilingi desa, suasana tiba tiba berubah tegang ketika salah seorang pengawal meneriakan perintah untuk menghentikan acara. Nadia dan Tim KSP lainnya segera menaiki mobil dan meninggalkan desa. 

Dalam perjalanan pulang, Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait menjelaskan, beliau menerima laporan dari intelijen bahwa Tim KSP akan diserang OPM (Organisasi Papua Merdeka). OPM sudah mengetahui kedatangan Tim KSP dan telah membidik sejak dalam perjalanan menuju desa. Kondisi keamanan di Lanny Jaya memang cukup mengkhawatirkan. Baku tembak antara OPM dan TNI Polri sering terjadi. Meski demikian, semangat Tim KSP untuk melaksanakan apa yang telah diamanatkan tidak surut untuk membantu Lanny Jaya terbebas dari stunting.

Dari satu cerita tersebut, kita tahu bahwa pemuda-pemudi yang bekerja di Kantor Staf Kepresidenan bukanlah “remahan rengginang”. Terlepas dari latar belakang pendidikan mereka yang berasal dari perguruan tinggi ternama baik dari dalam maupun luar negeri, mereka lebih dari mampu untuk menghadapi segala situasi-situasi sulit yang muncul saat mereka melaksanakan tugas. Usia mereka memang terbilang cukup muda, tapi semangat mereka dalam memperjuangkan apa yang telah diamanatkan sangat besar. Buku Bukan Remahan Rengginang ini memang hadir sebagai perwujudan merawat harapan dan semangat untuk indonesia yang lebih baik melalui kisah-kisah inspiratif pemuda-pemudi yang bekerja di Kantor Staf Presiden. 

Nah, Jobhuners, jika kalian tertarik bekerja di istana kepresidenan atau hanya sekadar penasaran bagaimana staf-staf presiden menjalani pekerjaan mereka, buku ini harus kamu baca. Selain menghibur, ada banyak motivasi dan pelajaran yang dapat kamu petik dari setiap kisahnya. 

About Author

Content Writer intern who is highly interested in media, culture, and linguistics studies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami