Pasang Loker

Mengulik Karier di NGO bersama Satrio Swandiko, Renewable Energy Campaigner di Greenpeace

Apakah selama ini kamu pernah memiliki keinginan untuk bekerja sambil memberikan banyak kontribusi kemanusiaan? Bekerja di NGO (Non Government Organization) bisa menjadi solusi, lho! Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan saat bekerja di NGO, salah satunya kesempatan untuk bertemu dan membantu banyak orang. Satrio Swandiko, saat ini bekerja sebagai Renewable Energy Campaigner di Greepance, salah satu NGO internasional yang fokus terhadap di lingkungan. Simak yuk keseruan bekerja di NGO ala Satrio!

1. Hai Satrio, apa kabar? Sedang sibuk apa saja sekarang?

Hi Jobhun! Alhamdulillah, kabar baik ditengah pandemi ini, semoga Jobhuners juga sehat-sehat semua ya. Sementara ini sibuk WFH aja nih, sehari-hari kerja dan ngurusin rumah.

2. Bagaimana tentang kesibukan Satrio di Greenpeace? Apa saja tugas yang harus Satrio kerjakan sebagai Renewable Energy Campaigner?

Kesibukan tetap menyenangkan di Greenpeace. Sebagai juru kampanye, tentunya tugas utama saya adalah untuk mengkampanyekan energi terbarukan, tapi jalan untuk berkampanye itu yang variatif apalagi GP banyak melakukan creative campaign yang membuat pekerjaan ini tidak membosankan buat saya pribadi. Mulai dari berbagi ilmu dengan audiens untuk meningkatkan awareness terhadap isu hingga bagaimana metode penyampaian yang tepat dan metode itu beragam banget dari kelas biasa sampai melalui aksi-aksi yang mungkin banyak menimbulkan pro dan kontra juga. Engagement dengan stakeholders juga perlu dilakukan entah dalam bentuk dialog atau diskusi untuk mencapai target kampanye. Yang bikin nggak bosen itu porsi teknis di lapangan dan desk job yang cukup menurut saya, kadang harus berdasi, kadang harus kutang-an juga.

3. Mengapa Satrio tertarik menjalani karier di bidang ini?

Dengan berkarier di sini, saya bisa menyalurkan passion saya di bidang energi terbarukan serta berusaha menyuarakan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan.

4. Bagaimana proses yang Satrio lalui sampai akhirnya bisa berkarier di Greenpeace?

Seperti pekerjaan lainnya, melalui rangkaian rekrutmen haha. Awalnya memang tertarik dan menggeluti bidang energi terbarukan. Kemudian, ingin hal ini bisa berkembang juga di Indonesia. Latar belakang pengalaman saya banyak di perusahaan swasta, sebelum di GP, saya bekerja sebagai desainer untuk sistem surya atap di sebuah perusahaan swasta. Dulu juga pernah bekerja di sebuah NGO yang bergerak di bidang energi terbarukan sebagai intern, pengalaman di sana yang mengenalkan saya pada dunia NGO. Ketika melihat lowongan di Greenpeace, saya coba karena memang sesuai dengan background dan akhirnya ini menjadi karier yang digeluti sekarang.

5. Bagaimana keseruan dan tantangan yang Satrio alami selama berkarier di Greenpeace? Apa hal yang paling berkesan bagi Satrio?

Tantangan pertama waktu itu adalah perubahan pola kerja dan juga jobdesc-nya, di sini saya harus lebih objektif dalam menilai sesuatu dan berpikir 2 kali sebelum berbicara karena dalam berkampanye ada juga isu-isu cukup sensitif yang dapat menjadi bumerang apabila tidak berhati-hati. Hal yang paling berkesan adalah para volunteer yang sering bekerjasama dengan saya. Sebagai orang berlatarbelakang swasta, belum pernah terpikirkan sebelumnya begitu banyak volunteer dari latar belakang yang berbeda-beda, mau bahu-membahu bekerja demi menjaga lingkungan. Para voluntee, kalian memang keren banget dan menjadi inspirasi buat saya.

6. Menurut Satrio, bagaimana kesempatan berkarier di Greenpeace untuk milenial? Apa modal utama yang harus dimiliki? 

Sebagai organisasi kampanye, di GP banyak sekali juru kampanye dengan background variatif sesuai dengan isu yang dibawakan, tetapi diluar itu, berkarier di GP kesempatannya hampir sama dengan sektor lainnya, sebagai organisasi lama, strukturnya sudah besar, kesempatan bagi teman-teman dengan latar belakang IT, Psikologi, Ekonomi, Komunikasi, Jurnalistik, dan lain-lain, semua terbuka untuk umum saat memang sedang dibutuhkan. Semua pun bekerja sesuai fungsi masing-masing layaknya di tempat lain. Modal utama selain kompetensi di bidang masing-masing adalah creative thinking, karena lingkungan kerja yang dinamis seringkali membutuhkan kita untuk berpikir out of the box.

7. Apa pesan dari Satrio untuk Jobhuners yang ingin menekuni karier di bidang yang sama seperti yang Satrio tekuni?

Berkarier di NGO itu luas sekali scope-nya bahkan hanya untuk di organisasi lingkungan sendiri membutuhkan pemikiran-pemikiran lintas sektor karena isu-isu yang dihadapi seringkali bukan hanya berputar di satu sektor. Jadi jangan terpaku pada background studi masing-masing, yang mau belajar hal-hal di luar expertise-nya justru dapat berkembang di sini. Sehingga kalau memang tertarik dan kebetulan ada kesempatan, coba aja terlepas apapun background kalian. Yang penting dapat menerapkan creative serta holistic thinking, objektif agar tidak menyampaikan informasi-informasi yang misleading pada audiens dan mau terus belajar hal-hal baru.

Wah, ternyata seru banget ya bekerja di NGO! Bagaimana Jobhuners, apakah kamu tertarik bekerja di NGO seperti Satrio? Jika tertarik, persiapkan dirimu sebaik mungkin ya! Bekerja di NGO tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis saja, tapi juga rasa kepedulian yang tinggi dari dalam diri.

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami