Pasang Loker

Menjelajahi Pikiran Seorang Maudy Ayunda dalam Buku “Dear Tomorrow: Notes to My Future Self”

Menjelajahi Pikiran Seorang Maudy Ayunda dalam Buku "Dear Tomorrow: Notes to My Future Self"

Siapa sih yang nggak mengenal Maudy Ayunda? Seorang remaja yang nggak berhenti membuat kagum karena segudang prestasi dan pencapaian yang ia raih pada usia yang masih muda. Apakah saat ini kamu sedang menghadapi ketidakpastian? Jobhun merekomendasikan kamu untuk membaca buku tentang pengembangan diri yang ditulis dari kisah asli seorang Maudy Ayunda dalam “Dear Tomorrow: Notes to My Future Self”.

Dalam buku pertamanya ini, Maudy nggak menuliskan secara gamblang mengenai cerita hidupnya. Namun, buku yang terdiri dari 193 halaman ini ditulis dengan sangat personal. Membaca buku ini seolah membaca setiap langkah Maudy Ayunda melalui pemikirannya tentang kehidupan, mimpi, dan cinta. Pembaca akan disuguhi berbagai sajak indah, kutipan favorit Maudy, serta playlist yang khusus dibuat oleh Maudy. Maudy membagi bukunya ke dalam 4 bagian sesuai dengan tema yang diangkat.​​​​​​

​​1. Notes on Being Yourself

“She remembered who she was and the world start to listen”

Pembaca diajak untuk berpikir mengenai makna dari menjadi diri sendiri. Kamu nggak akan dapat mendefinisikan dirimu dengan beberapa kata saja. Identitas yang melekat pada diri seorang terus berubah sehingga kamu harus terus mencarinya dengan menyerap aja saja yang kamu bisa.

2. Notes on Dreams

“The only consistency you must maintain is in positive growth and improvement. Other than that, what is life without change?”

Melalui perjalanannya sendiri, Maudy mendefinisikan arti sukses versinya. Ia juga mengajak para pembaca untuk keluar dari zona nyaman. Dalam bagian ini, para pembaca akan disuguhkan perspektif seorang Maudy Ayunda tentang kegagalan, kesalahan, dan ketakutan akan perubahan. 

3. Notes on Love

“Do not be afraid to give, because even if the subject of your love give less in return, the world will give back so much more”

Maudy nggak lupa untuk menyebutkan pesan bagi satu hal yang seringkali jadi sumber galau, yaitu cinta. Ia mengajak pembaca untuk nggak takut mencintai. Tetapi, Maudy juga mengingatkan untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu dan nggak terjebak ke dalam hubungan toxic.

4. Notes on Mindsets

“Is it possible to know without a doubt, what is good and what is bad?”

Banyak hal yang bisa dipahami sebabnya, namun nggak semuanya dilakukan atas nama kebenaran. Dalam bagian terakhir ini, penulis menceritakan pandangannya soal karma dalam kehidupan. Ia juga membahas mengenai rasa tidak percaya diri atau insecurity yang sering dialami oleh banyak orang.

Bagaimana, Jobhuners? Sudah siap untuk menjelajahi dalamnya pikiran seorang Maudy Ayunda? Selain tulisan yang inspiratif dan puitis, buku ini juga menyajikan desain layout yang menarik dan nggak membosankan. Kamu juga akan menemukan berbagai foto Maudy Ayunda dengan gaya minimalis. Buku ini dapat dijadikan pelajaran hidup untuk terus meraih mimpi dengan membenahi diri sendiri dari dalam.​​​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami