Mimi Fahrani, tentang QA Engineer dan Competitive Culture di Decacorn Startup

Psst… Jobhuners, baru-baru ini tim Jobhun mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan seorang women engineer di salah satu startup terbesar se-Asia yaitu Grab. Bagaimana, sih, rasanya menjadi seorang teknisi di perusahaan sekelas Grab? Seperti apa tantangan dan keseruannya? Langsung saja, simak obrolan Jobhun dengan Mimi Fahrani yang tengah menjalani kesibukan sebagai Quality Assurance Engineer di Grab.

1. Halo, Mimi! Sharing yuk, tentang keseharian Mimi sebagai QA Engineer! Bagaimana Mimi mendeskripsikan profesi ini?

Keseharian saya sebagai QA Engineer gambaran umumnya sih, melakukan pengetesan quality pada sistem atau fitur yang akan dirilis. Tapi selain itu banyak job desc lain yang dilakukan seorang QA Engineer, sebagai contoh sebelum melakukan pengetesan, QA berkontribusi dalam tahap grooming projek untuk menentukan corner case pada projek yang akan dikerjakan. Membuat test cases dan test cycle sebelum memulai pengetesan dan banyak lagi.

2. Sejak kapan Mimi terjun ke profesi ini? Bagaimana cerita Mimi di awal memulai karier di bidang ini?

Awal lulus kuliah dan mulai bekerja saya mencoba menjadi Junior Java Developer di sebuah vendor, setelah itu saya pindah ke sebuah startup dan ditawari untuk menjadi QA Analyst pertama di perusahaan tersebut. Saya mencobanya karena merupakan hal baru bagi saya. Pertama kali menjadi QA itu pada tahun 2014.

3. Bagaimana keseruan dan tantangan saat bekerja sebagai QA Engineer?

Keseruannya adalah bisa selalu mencoba hal baru, dimulai dari yang awalnya hanya melakukan pengetesan untuk frontend saja sekarang saya bisa belajar untuk melakukan pengetesan backend dan belajar untuk melakukan automation testing.

4. Cerita dong, bagaimana rasanya bekerja di startup unicorn sekelas Grab? Seperti apa work culture di tempat Mimi bekerja?

Bisa dibilang di perusahaan ini-lah saya bisa banyak berkembang, karena culture di Grab  sendiri orang-orangnya sangat senang belajar hal baru dan ingin berkembang. Kompetisi di dalam membuat setiap orang akan terus belajar dan bisa mengembangkan diri. Untuk lingkungan pertemanan juga saya bisa menemukan teman-teman yang sefrekuensi, bisa diajak ngobrol bukan hanya tentang kerjaan tapi tentang banyak hal menarik lainnya. Saya menemukan banyak orang dengan berbagai pandangan dan terbuka dengan perbedaan.

5. Wah, pasti Jobhuners mulai tertarik nih dengan profesi ini. Nah kalau menurut Mimi, siapa yang bisa berkarier sebagai QA Engineer? 

Menurut saya pribadi sih, siapa saja yang memang berniat dan memiliki kualifikasi yang diminta perusahaan pasti bisa menjadi QA Engineer… ini juga berlaku untuk roles lain di dunia pekerjaan, hanya saja basic pengetahuan pasti bisa menuntun kita untuk menjadi role yang kita mau. Kalau untuk jurusan saat kuliah menurut saya tidak terlalu menentukan perjalanan karier ya, karena pasti banyak yang lulusan dari dunia IT tapi tidak memilih karier di dunia IT… begitu pun sebaliknya. Jadi semua tergantung ke masing-masing orang, ketika tahu apa yang kita mau, kita bisa belajar untuk melakukannya bahkan mahir di bidang itu.

6. Menurut Mimi, bagaimana peluang kerja sebagai QA Engineer saat ini?

Kalau saya lihat peluang QA Engineer sekarang sangat besar ya, terutama di perusahaan Startup. Tapi memang terdapat perubahan scope kerja, mungkin sekarang ekspektasi dari perusahaan seorang QA Engineer sudah bisa melakukan automation testing atau mengerti beberapa bahasa pemrograman.

7. Di tengah kesibukan dalam bekerja, apa hal yang menjadi motivasi Mimi untuk keep going dalam berkarier?

Yang paling utama orang tua saya yang jauh. Setiap hari mereka memberikan semangat agar saya terus sehat dan mengejar impian. Selain itu impian untuk bisa travelling juga jadi alasan saya untuk semangat mengejar karier.

8. Bagaimana cara Mimi menjaga work-life balance? Apa aktivitas di luar pekerjaan yang biasa dilakukan untuk menjaga mood?

Kalau sebelum masa pandemi, setiap weekend saya biasanya main dan ketemuan sama teman-teman dekat. Sering lari pagi atau sore. Setiap bulan juga menyempatkan diri untuk pergi ke luar kota untuk menghilangkan penat… Saya biasanya juga membaca buku sebagai rutinitas selain kerjaan. Kalau sekarang di masa pandemi, selain membaca, hobi baru saya itu nonton netflix, main game sambil zoom sama temen-temen kantor, dan juga mulai memasak sehari-hari. Saya juga belajar main alat musik biar gak bosen.

9. Apa saran untuk Jobhuners yang punya mimpi berkarier di bidang STEM seperti Mimi?

Saran yang paling utama dari saya tuh, keep on learning. Karena memang semakin banyak belajar akan membantu kita untuk terus mengikuti perkembangan dunia teknologi yang kita tahu perkembangannya itu cepat sekali, ya. Tapi tetap jangan lupa semuanya mesti dibarengi dengan cukup istirahat, cukup main, dan waktu untuk kehidupan sosial, ya!

Bagaimana, Jobhuners, sudah mendapat gambaran tentang lingkungan dan budaya kerja di startup decacorn? Seperti kata Mimi, untuk bisa ‘mendarat’ di suatu startup ternama bisa dibilang susah-susah gampang. Selama memiliki kualifikasi dan ilmu dari bidang yang diinginkan, siapa saja punya kesempatan untuk berkarier di situ. Yang pasti, kamu harus selalu update dengan perkembangan dan terus meningkatkan kompetensi diri.

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami