Pasang Loker

Mochammad Firdaus Fatchur Rozi: Berkarier dan Berkomunitas Itu Harus Seimbang

Sesuai dengan jurusan sekolahnya dulu, saat ini Mochammad Firdaus Fatchur Rozi atau yang biasa disapa Daus ini memilih untuk berkecimpung di dunia IT. Bermodalkan niat, tekad, dan do’a, saat ini Daus sudah bekerja sebagai software engineer di Warung Pintar, sebuah perusahaan teknologi ritel mikro yang menciptakan revolusi ekonomi masyarakat menengah ke bawah melalui pendekatan teknologi. Jobhuners ingin tahu bagaimana cerita karier Daus? Yuk kita simak bersama!

Apa pekerjaan Daus saat ini?

Sekarang jadi software engineer di Warung Pintar. Tepatnya lagi handle front-end things.

Apa pekerjaan yang dijalani saat ini sudah sesuai dengan background akademik Daus?

Tentunya sesuai. Saya lulusan SMK jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) dari tahun 2010, dan tetap di bidang ini sampai sekarang.

Untuk bekal ilmu di bidang ini, selain dari sekolah, apa Daus juga ikut kursus yang mungkin bisa diikuti oleh Jobhuners?

Belum pernah ikutan course. Kalau saya sih selama ini langsung practices aja. Learning by doing. Justru case yang nggak bisa, coba di-handle biar bisa learning.

Menurut Daus seberapa penting gelar atau sertifikat untuk bekerja di bidang ini?

Semua penting. Kalau ada kesempatan buat kejar gelar, serifikat, dan yang paling penting skill, sikat aja semua. Karena semua ini dapat bisa memperbesar peluang untuk dapat pekerjaan, baik di dalam/luar negeri. Bisa juga untuk buat usaha/bikin startup sendiri.

Kapan Daus mulai bekerja di sana?

Dari September 2018.

Apa yang membuat Daus tertarik untuk menekuni bidang ini?

Bidang software engineering ini sangat menarik dan menjanjikan ke depan. Hampir seluruh lini bisnis menggunakan teknologi yang berhubungan dengan bidang ini. Jangankan bisnis, dalam pergaulan/bermasyarakat seperti chat dan medsos sehari-hari saja, secara tidak langsung kita mengonsumsi tools hasil dari bidang ini.

Sebelum terjun di bidang ini, apa pekerjaan Daus terdahulu?

Terhitung sejak kelulusan dari SMK, saya tetap di bidang ini sampai sekarang. Sebelum lulus, saya juga sempat jaga warung dan jadi kurir koran, motivasinya sih supaya dapat uang dan bisa dipake buat tambahan nge-rental PS (PlayStation). Hahaha. Alasan saya dulu sampai nyari kerja tambahan biar lebih puas main PS-nya, karena dari PS ini saya dapet 2 manfaat. Pertama, motivasi buat bikin game/program yang bisa membuat orang bahagia. Kedua, naikin skill English. Karena penasaran dengan cerita game-nya (mostly semacam RPG) akhirnya banyak tahu kosakatanya. Sering juga main PS sambil buka kamus English.

Menurut Daus, apa sih modal utama untuk menjalani pekerjaan ini?

Niat, tekad, dan do’a. Nggak perlu modal laptop/komputer.

Terkait Warung Pintar, apa saja yang Daus kerjakan?

Saat ini sedang mengerjakan mobile apps saja dengan menggunakan teknologi Cross Platform Development, seperti React Native. Ke depan akan mengerjakan web application juga. Pokoknya front-end things lah. Apapun antarmuka/interface yang akan dipakai user kami, itulah pekerjaan saya dan tim.

Selain aktif bekerja di Warung Pintar, apa kesibukan Daus lainnya?

Hm, paling cuma ngurus anak-anak di rumah dan juga ngurus komunitas Facebook Developer Circle Surabaya, tentunya bareng Mbak Cynthia (CEO Jobhun, red) juga.

Daus bersama rekan-rekan di acara Developer Circles Global Leads Summit di Facebook HQ, Menlo Park, CA

Apa suka duka bekerja di bidang ini?

Sukanya sih seru aja karena bisa lihat hasilnya langsung, ada tampilan grafis dan antarmukanya, bahkan orang awam pun bisa lihat. Dukanya di bidang ini, khususnya untuk handling frontend things, butuh spek komputer/laptop yang tinggi. Selain itu perkembangan teknologinya juga terlalu cepat dibanding bidang lain, sehingga membuat kita harus selalu update. Terlambat 2 bulan saja sudah ketinggalan.

Dalam menjalankan bidang ini, apa Daus punya role model tersendiri?

Jangan terlalu ambisius aja sih. Stay hungry, stay foolish. Keep practicing and learning. Tentunya diusahakan belajar bareng dengan orang-orang yang hebat dan berkompeten di bidangnya. Akan tetapi belajar juga untuk mentoring, biar ilmu dan skill-nya nambah. Role model saya Mas Andy Librian, senior engineer di BBM sama Mas Sofian Hadiwijaya, CTO Warung Pintar.

Apakah hal yang paling berkesan selama Daus menekuni karier?

Bisa mempermudah dan mempersingkat waktu pekerjaan/rutinitas orang. Seperti contoh, ada admin yang pegang accounting sebuah perusahaan. Biasanya mereka melakukan hal yang sama berulang-ulang, apalagi sering lembur tiap akhir bulan untuk laporan bulanan.

Nah, dengan membuat program buat mereka, semua itu bisa solved. Automasi dan forecasting bisa membantu mereka mengatasi problem di atas. Ditambah lagi dengan berkontribusi dengan komunitas, makin banyak ilmu, skill, pengalaman, serta teman dan relasi bisnis yang bisa saya dapatkan, walaupun semua itu sebenernya cuma bonus.

Apa target jangka pendek dan panjang yang ingin Daus capai dalam karier?

Short-term-nya sih, bisa bikin sesuatu yang punya social impact value, alias hasilnya bisa dilihat, dirasakan, sampai bisa mengubah kehidupan masyarakat. Di Warung Pintar ini bisa jadi salah satu tempat untuk mencapai itu. Kalau long-term, belajar kurang-kurangin jam kerja aja (terutama mantengin laptop) biar bisa banyak waktu buat keluarga dan kerabat.

Apakah ada saran dan tips untuk mereka yang mungkin ingin terjun ke bidang yang sama seperti Daus?

Balik seperti di atas. Niat, tekad, dan do’a. Pastikan sudah tau terlebih dahulu apa yang ingin di capai ke depan. Misal 3 tahun ke depan mau jadi software engineer, 2 tahun lagi jadi CTO/CEO, dan 5 tahun lagi jadi presiden. Dengan mengetahui target yang ingin dicapai ke depan, kita bisa efesien dalam belajar, berlatih, dan beraktivitas sehari-hari. Nggak wasting time, apalagi salah jalur/salah bidang. Nah, kalau belum tahu apa yang ingin dicapai ke depan, belajar dan berkontribusilah ke komunitas. Di sana pasti akan ketemu dengan orang-orang hebat yang punya visi dan misi ke depan.

Setelah membaca cerita Daus di atas, rasanya adanya banyak pelajaran yang bisa kita ambil ya Jobhuners. Selain mempraktekkan prinsip learning by doing, kita juga harus ingat kalau modal utama dalam melakukan suatu hal itu adalah niat, tekad, dan do’a. Percayalah, dengan memiliki itu, kita pasti bisa mencapai tujuan kita. Semangat!

About Author

Highly interested in communication, media, and political studies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun